Revitalisasi Pendidikan Karakter Akhlak Terpuji di Era Milenial

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan Islam merupakan sarana transformasi pengetahuan dalam aspek keagamaan (kognitif), nilai moral dan sikap (afektif), pengendalian perilaku (psikomotorik). Sehingga diharapkan mampu mencetak kepribadian manusia yang beriman, bertakwa, mempunyai akhlak terpuji, beretika, berbudi pekerti atau bermoral, tangguh menghadapi tantangan, hambatan, dan perubahan yang muncul dalam pergaulan masyarakat baik dilingkup lokal, nasional maupun global.

Akidah akhlak menjadi sarana pembelajaran di MTs Asy-Syarifiyah Sarirejo Guntur Demak. Proses pengembangan potensi siswa harus mampu mewujudkan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, cerdas, trampil, memiliki etos kerja yang tinggi, berbudi luhur, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap dirinya, bangsa dan agama yang didasarkan pada nilai-nilai ajaran Alquran dan Al-hadits serta pemikiran para ulama. Di samping itu juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai karakter bangsa, meliputi pengembangan potensi menjadi manusia berhati, berpikiran, dan berperilaku baik; membangun mental berkarakter Pancasila; percaya diri; bangga pada bangsa; dan mencintai umat manusia.

Arus perkembangan globalisasi telah melahirkan generasi gadget, istilah yang digunakan untuk menandai munculnya generasi milenial. Seolah-olah peralatan high-technology telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan. Ini akan mengancam runtuhnya keimanan dan ketakwaan seseorang jika salah dalam penggunaan dan pemanfaatannya.

Baca juga:   Belajar Perkembangbiakan Tumbuhan secara Vegetatif Buatan melalui Metode Eksperimen

Saat ini negara kita sedang dihadapkan pada permasalahan melemahnya karakter kebangsaan. Beberapa problem yang dihadapi di antaranya: lemahnya semangat juang generasi muda, tingginya angka korupsi di berbagai elemen serta krisis identitas. Untuk itu keluarga sebagai pencetak utama pembentukan karakter manusia harus lebih diberdayakan.

Masuknya budaya global yang menjadikan teknologi informasi sebagai bagian gaya hidup atau lifestyle akan berpengaruh terhadap pendidikan sekolah maupun kehidupan keluarga. Kebiasaan ini ditandai dengan tingginya kebutuhan teknologi yang semakin canggih, kebutuhan terhadap gadget yang seakan tidak dapat terpisahkan dengan kebiasaan sehari-hari. Di sini lah peranan pendidikan akidah yang memiliki kontribusi untuk membentuk karakter bangsa dengan berbagai strategi dan metode yang cukup mendalam.

Generasi milenial sebutan setelah generasi global atau modern atau dengan kata lain generation beck to spiritual and moral atau beck to religion. Masa kembali kepada ajaran spiritual dan moral muncul sebagai respon terhadap era yang lebih mengutamakan akal, empirik, dan hal-hal yang bersifat materialistik, sekularistik, fragmatik dan transaksional, harus mampu bersaing dan keluar sebagai pemenang baik dari aspek hard skill maupun soft skill (moral, mental, intelektual, emosional dan spiritual). Generasi unggul hanya dapat dilahirkan oleh pendidikan yang unggul sebagaimana yang diperlihatkan oleh bangsa-bangsa yang maju, maka dari itu bentengilah generasi ini dengan pendidikan Islam yang kuat.

Baca juga:   Menanamkan Pendidikan Karakter Siswa melalui Perkenalan Diri Berbahasa Jawa Krama Alus

Demikian gambaran revitalisasi pendidikan karakter akhlak terpuji pada generasi milenial agar dapat dijadikan rujukan inspirasi untuk menjadi insan yang mempunyai jati diri baik di kancah percaturan dunia. (gml1/ton)

Kepala Madrasah MTs Asy-Syarifiyah Sarirejo Kec. Guntur Kab. Demak

Author

Populer

Lainnya