Belajar Teks Prosedur Menyenangkan dengan “Two Stay Two Stray”

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN bahasa Indonesia merupakan pembelajaran yang bertujuan agar peserta didik memiliki rasa disiplin dalam karakter berbahasa. Menurut Tarigan (2008: 1) keterampilan berbahasa memiliki empat komponen, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Keempat komponen keterampilan tersebut mempunyai hubungan yang erat, karena antara keterampilan yang satu dengan keterampilan yang lain saling memiliki keterkaitan atau berhubungan. Keterampilan membaca merupakan dasar dari keterampilan berbahasa lainnya.

Proses pembelajaran para peserta didik SMA N 1 Pegandon Kendal dalam kemampuan membaca masih sangat rendah. Rendahnya kemampuan membaca disebabkan kurangnya motivasi dari siswa itu sendiri, sehingga siswa kurang antusias dalam membaca secara bersungguh-sungguh dan mengalami kesulitan dalam konsentrasi membaca, terkadang peserta didik hanya mengandalkan teman sebangku untuk membaca intensif khususnya dalam menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur.

Membaca intensif atau intensive reading adalah studi saksama, telaah teliti, dan penanganan terperinci yang dilaksanakan di dalam kelas terhadap suatu tugas yang pendek kira-kira dua sampai empat halaman setiap hari.. Kuesioner latihan pola-pola kalimat, latihan kosa kata, telaah kata-kata, dikte, dan diskusi umum merupakan bagian dan teknik membaca intensif.

Baca juga:   Pembelajaran Teks Prosedur di Era Pandemi

Bagaimana langkah guru selanjutnya? Penulis memilih model Two Stay Two Stray pada materi KD Menganalisis struktur dan Kebahasaan Teks Prosedur. Menurut Supriyono (2014: 93) model Two Stay Two Stray atau model Dua Tinggal Dua Tamu diawali dengan pembagian kelompok serta guru memberikan tugas berupa permasalahan-permasalahan yang harus didiskusikan. Model tersebut memberi kesempatan untuk membagikan hasil informasi dengan kelompok lain.

Penggunaan TS-TS ( Two Stay-Two Stray atau Dua Tinggal Dua Tamu didahului dengan cara guru membentuk kelompok, setiap kelompok terdiri dari empat orang, setelah kelompok terbentuk guru memberi tugas berupa permasalahan yang harus mereka diskusikan jawabannya. Pada materi KD Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Prosedur ini peserta didik bekerja sama dalam kelompok seperti biasa. Setelah selesai, dua siswa dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya bertamu ke kelompok lain untuk mencari temuan jawaban sesuai dengan materi yang dibahas. Siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan memberi informasi ke tamu mereka. Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain. Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka.

Baca juga:   Pentingnya Membaca Asmaul Husna di Sekolah Dasar

Dalam proses pembelajaran ini peserta didik yang sudah berani menentukan diri sebagai tamu dan mencari temuan dari anggota yang tinggal akan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain. Siswa lebih percaya diri dan bisa bekerja sama dengan kelompok lain. Mereka juga lebih antusias untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan “Two Stay-Two Stray ” untuk langsung bergabung dengan kelompoknya dan sudah mengetahui hal-hal yang harus dilakukan. Siswa sudah berani mengajukan diri menjadi tamu bagi kelompok lain, dan menentukan anggota yang lain tetap tinggal.

Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan model TS-TS (Two Stay-Two Stray) atau Dua Tinggal Dua Tamu dapat meningkatkan keterampilan membaca, Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Prosedur. Peningkatan tersebut ditandai dengan siswa lebih antusias dan bergairah dalam mengikuti proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih percaya diri dan bertanggung jawab. Belajar sambil bereksplorasi dan bersosialisasi sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.. Kelompok yang tinggal bertugas membagikan hasil kerja dan memberi informasi ke tamu mereka. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik, menyenangkan dan tidak menjemukan. (ikd1/zal)

Guru Bahasa Indonesia di SMAN 1 Pegandon, Kendal

Author

Populer

Lainnya