Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Siswa Zaman Now

spot_img

RADARSEMARANG.ID, ERA globalisasi berdampak pada perubahan karakter masyarakat Indonesia, termasuk di kalangan siswa zaman now. Kurangnya pendidikan karakter akan menimbulkan krisis moral yang berakibat pada perilaku negatif di masyarakat. Misalnya, pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, pencurian, praktik kekerasan (bullying) dan lain sebagainya.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) adalah salah satu mata pelajaran pembentuk karakter siswa. Di samping mata pelajaran yang lain, dan lingkungan keluarga serta lingkungan di mana peserta didik berada.

Pendidikan karakter adalah suatu usaha manusia secara sadar dan terencana untuk mendidik dan memperdayakan potensi peserta didik guna membangun karakter pribadinya. Sehingga dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan.

Pendidikan karakter sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral, di mana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus-menerus guna penyempurnaan diri ke arah hidup yang lebih baik.

Menurut T Ramli, pengertian pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengedepankan esensi dan makna terhadap moral dan akhlak. Sehingga hal tersebut akan mampu membentuk pribadi peserta didik yang baik.

Baca juga:   Pembelajaran Talking Stick Jadikan Siswa Kritis

Fungsi pendidikan karakter secara umum adalah untuk membentuk karakter seorang peserta didik. Sehingga menjadi pribadi yang bermoral, beraklak mulia, bertoleransi, tangguh,dan berperilaku baik. Tujuan pendidikan karakter yang utama adalah untuk membangun bangsa yang tangguh, di mana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong royong.

Adapun nilai-nilai pembentuk karakter antara lain: kejujuran, sikap toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, kemandirian, sikap demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, cinta damai, gemar membaca, peduli terhadap lingkungan, peduli sosial dan lainnya.

Di SMA Negeri 13 Semarang, pendidikan karakter diimplementasikan pada peserta didik setiap hari di sekolah. Seperti pagi hari masuk kelas berdoa, menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya, literasi beserta simpulannya, mengucapkan isi pembukaan UUD NRI 1945 dilanjutkan melaksanakan salat dhuha bagi yang beragama muslim. Sedangkan bagi agama nonmuslim memperdalam alkitab untuk nasrani.

Pendidikan karakter yang dilakukan lewat tindakan nyata ini setidaknya bisa mengantisipasi perilaku negatif yang dilakukan peserta didik. Penulis sebagai guru PPKn pun mengimplementasikan dalam setiap pelajaran di kelas. Sehingga siswa tak hanya mendapatkan teori saja, namun juga praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:   Tantangan Guru PAI di Era Pandemi Covid-19

Di era serbadigital dan kebebasan informasi saat ini membangun karakter yang unggul perlu dilakukan oleh keluarga, semua warga sekolah, dan lingkungan bermain siswa. Sehingga harapannya pendidikan karakter di kalangan siswa bisa terwujud. (gml1/aro)

Guru PPKn SMA Negeri 13 Semarang
r.agunglaksono2013@gmail.com

Author

Populer

Lainnya