Penguatan Pendidikan Karakter melalui SMS

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DEWASA ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat. Kemajuan ini tentunya dapat memberikan dampak, baik positif maupun negatif. Salah satu contoh dampak positif di sekolah yang dapat kita lihat adalah bahwa sekolah dituntut untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan itu sendiri. Sedangkan contoh dampak negatif dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah terjadinya degradasi moral anak bangsa saat ini.
Pendidikan merupakan upaya untuk membentuk karakter manusia menjadi lebih baik agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan dapat memenuhi kebutuhannya yang semakin kompleks (Sanaky, 2003). Pendidikan karakter dapat di ciptakan melalui berbagai cara di antaranya yaitu melalui integrasi mata pelajaran, pengembangan diri atau ekstra kurikuler dan budaya sekolah. Budaya sekolah atau school culture merupakan serangkaian nilai, norma, kepercayaan dan kebiasaan-kebiasaan yang dipegang teguh oleh semua warga sekolah (Ma’arif, 2012).

Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan budaya sekolah seperti membiasakan seluruh warga sekolah berdisiplin dan patuh terhadap peraturan yang berlaku di sekolah, saling menghormati, serta memiliki semangat berkompetisi yang baik dan harus ditumbuh kembangkan dalam lingkungan sekolah. Sebagaimana halnya budaya sekolah yang telah diterapkan di Kelas IV SD Negeri 2 Bandengan Kendal yakni budaya sekolah SMS (Sabtu Membaca Senyap). Dengan adanya budaya sekolah ini, mampu menumbuhkembangkan minat baca siswa serta dapat membentuk karakter gemar membaca siswa. Dengan budaya SMS, sekolah mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari masyarakat setempat dalam mewujudkan budaya membaca, sehingga dapat memberikan contoh sekolah lain untuk meningkatkan minat baca siswa dalam membentuk karakter gemar membaca.

Baca juga:   Amcerda Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa

Tahap pelaksanaan budaya SMS mencakup tiga hal yakni, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Bentuk perencanaannya yaitu, guru mempersiapkan jenis buku yang akan digunakan oleh siswa program budaya baca SMS. Tahap kedua, yaitu pelaksanaan program budaya sekolah SMS dilakukan setelah jam istirahat yakni pukul 09.30 selama 15 menit, yang diawali dengan rolling buku di teras baca kelas. Tujuannya supaya siswa tidak bosan dengan buku-buku yang ada. Tahap ketiga, evaluasi. Bentuk evaluasi ini dapat dilihat dari hasil resume siswa. Buku hasil resuman dikumpulkan, dikoreksi dan diberikan penilaian oleh guru kelasnya. Perwakilan dari siswa diminta maju ke depan kelas untuk menceritakan apa yang dibacanya tadi.

Wujud dari keberhasilan sekolah dalam mengimplementasikan nilai-nilai karakter siswa dapat dilihat melalui tindakan atau perilaku siswa sehari-hari. Nilai-nilai karakter tersebut, terutama karakter gemar membaca dapat diterapkan melalui kebiasaan sehari-hari dan budaya SMS. Penerapan karakter gemar membaca dapat efektif karena disertai dengan pengembangan budaya sekolah dan pengintegrasian dalam proses pembelajaran, sehingga dapat menginternalisasikan nilai-nilai tersebut melalui perilaku sehari-hari berupa kebiasaan. Oleh karena itu, dengan adanya proses implementasi budaya SMS yang baik, maka dapat memengaruhi perilaku siswa untuk meningkatkan minat baca, melatih siswa untuk mencintai buku, belajar memanfaatkan waktu kapanpun dan dimanapun untuk membaca dan lain sebagainya.

Baca juga:   Pendidikan Karakter Siswa, Kewajiban Siapa?

Berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada siswa, hasil dari pelaksanaan budaya sekolah SMS dalam membentuk karakter gemar membaca siswa dapat dinyatakan dalam kategori baik dan siswa mengaku senang membaca dalam pelaksanaan budaya baca SMS. Keunggulan dari budaya SMS ini adalah bisa melatih konsentrasi dan ingatan siswa. Selain itu juga dapat memotivasi siswa untuk membaca buku, karena budaya membaca buku pada era digital saat ini sudah sangat jarang dilakukan siswa. (ikd1/ida)

Guru SD Negeri 2 Bandengan Kendal

Author

Populer

Lainnya