Mudah Pahami Hukum Archimedes dengan Media Telur

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Selama ini, mata pelajaran IPA selalu menjadi momok di SMP Negeri 1 Kandeman. Hal ini menyebabkan minat belajar IPA para peserta didik rendah. Akibatnya, nilai IPA juga rendah. Karena banyak materi IPA terutama fisika yang dianggap sulit oleh para peserta didik. Di antara materi yang sulit bagi peserta didik kelas VIIIA semester dua adalah tekanan.

Materi tekanan terdiri atas tekanan zat padat, tekanan zat cair, dan tekanan zat gas. Tekanan oleh zat cair meliputi tekanan hidrostatis, azas bejana berhubungan, hukum Pascal, dan hukum Archimedes. Hukum Archimedes berbunyi: benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan mendapat gaya ke atas sebesar berat zat cair yang didesak atau dipindahkan.

Penemuan ini secara tidak sengaja ketika suatu hari Archimedes diminta Raja Hieron II untuk membuktikan kecurigaannya bahwa mahkotanya tidak sepenuhnya dari emas murni. Archimedes merasa kesulitan menentukan massa jenis mahkota karena tidak bisa mengukur volume mahkota tersebut. Ketika Archimedes merasa kehabisan cara, ia mandi berendam di bak mandi, dan mengamati ada air yang tumpah dari bak mandi tersebut. Seketika itu Archimedes berteriak “eureka, eureka!” Archimedes menyadari bahwa volume air yang tumpah tersebut sama dengan volume tubuh yang mendesak air keluar dari bak. Melalui temuan tersebut, Archimedes membuktikan bahwa mahkota raja terbuat dari emas dicampur perak, sehingga pembuat mahkota akhirnya dihukum mati.

Baca juga:   Outdoor Study, Pembelajaran IPS Menyenangkan dan Aman di Masa PTM Terbatas

Dengan adanya gaya ke atas zat cair, maka benda yang dicelupkan ke dalam zat cair ada tiga kemungkinan posisi benda, yaitu: pertama, terapung, jika massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis zat cair. Kedua, melayang, jika massa jenis benda sama dengan massa jenis zat cair. Ketiga, tenggelam, jika massa jenis benda lebih besar daripada massa jenis zat cair.

Untuk memudahkan pemahaman tentang benda terapung, melayang, dan tenggelam, peserta didik dapat melakukan kegiatan dengan menggunakan media telur sebagai berikut: Pertama, isilah gelas dengan air, kemudian masukkan telur ayam dan amatilah posisi telur dalam gelas berisi air tersebut. Kedua, masukkan garam dapur sedikit demi sedikit ke dalam gelas sambil diaduk, dan amati perubahan posisi telur di dalam gelas. Ketiga, lakukan penambahan garam seperti langkah kedua sampai diperoleh posisi telur terapung.

Dari kegiatan sederhana dan mengasyikkan tersebut, peserta didik dapat memahami tentang benda terapung, melayang, dan tenggelam dengan mudah. Sebelum air diberi garam, posisi telur tenggelam di dasar gelas. Ini menunjukkan bahwa massa jenis telur lebih besar daripada massa jenis air. Dengan penambahan garam ke dalam air akan menambah kepekatan air, sehingga memperbesar massa jenis air. Hal ini menyebabkan telur sedikit demi sedikit akan naik. Ketika massa jenis air sama dengan massa jenis telur, maka telur akan melayang. Semakin banyak penambahan garam semakin besar massa jenis air, sehingga telur akan semakin naik dan akhirnya terapung. (pkn1/aro)

Baca juga:   Pendekatan Saintifik Tingkatkan Partisipasi dalam Pembelajaran PPKn

Guru IPA SMP Negeri 1 Kandeman, Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya