Belajar Menulis Berita dengan Pesan Berantai

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BERITA merupakan informasi yang bisa diperoleh siapapun, kapanpun dengan media cetak maupun elektronik. Berita biasanya memuat informasi yang faktual dan aktual. Bisa berisi tentang politik, ekonomi, infotainment atau hal yang lain. Berita yang baik memuat 5 W + 1 H yaitu what, where, when, who, why dan how.

Di SMP Negeri 3 Kandeman, kelas 8 khususnya pada semester pertama, banyak peserta didik yang kurang memahami bagaimana menulis berita dengan baik dan benar sehingga hal ini sangat menarik bagi guru bahasa Indonesia agar dapat memberikan solusi yang tepat. Berkaitan dengan pembelajaran maka guru memang dituntut untuk memberikan materi pelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku sesuai kelas maupun semesternya.

Awal semester satu di kelas delapan materi tentang menulis berita. Harapan atau tujuannya agar peserta didik mampu menulis berita dengan baik dan benar. Tetapi ketika banyak peserta didik yang kurang memahaminya tentu mereka tidak bisa menulis berita dengan benar. Dalam menulis berita kita harus memerhatikan unsur-unsur berita yang disingkat ADIK SIMBA yaitu apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana. Maksudnya apa peristiwanya, di mana tempat kejadiannya, kapan peristiwanya, siapa saja yang terlibat di dalamnya, mengapa terjadi, dan bagaimanya kejadiannya. Unsur-unsur tersebut harus ditulis secara lengkap dan jelas. Apabila ada unsur yang tidak ada, maka berita tersebut tetap ditulis apa adanya dan tidak omong kososng.

Baca juga:   Pendekatan Inkuiri Tingkatkan Hasil Belajar IPS

Pembelajaran menulis berita akan terasa lebih asyik dan menarik jika menggunakan metode “Pesan Berantai” karena peserta didik merasa lebih tertantang untuk melakukannya. Caranya dengan berkelompok dan tiap kelompok peserta didik mendapatkan giliran untuk dibisiki pesan yang berupa berita. Misalkan tiap kelompok terdiri atas empat atau lima peserta didik. Tiap peserta didik dari setiap kelompok maju sebagai orang pertama, maka ia diberi kesempatan untuk membaca dalam hati sebuah teks berita sederhana selama tiga menit. Setelah tiga menit maka teks berita ditutup. Peserta didik kedua maju untuk dibisiki oleh peserta didik pertama tentang teks berita tadi, begitu juga peserta didik ketiga dan seterusnya hingga tiba giliran peserta didik kelima atau terakhir dalam tiap kelompok. Peserta didik giliran terakhir yang bertugas menuliskan berita pada secarik kertas, tanpa dibantu siswa yang lain, dan hasilnya dikumpulkan kepada guru. Hasil dari pesan berantai dibacakan satu per satu oleh guru untuk mengetahui pemahaman peserta didik tentang isi teks berita yang didengarnya. Tentu peserta didik sangat berharap hasilnya sesuai. Melaui pesan berantai ini, peserta didik menjadi lebih konsentrasi untuk menyimak dan menulis kembali berita yang didengarnya. Agar hasilnya lebih baik lagi, pesan berantai bisa diulang kembali, kelompoknya bisa diubah atau masih tetap. Hal ini dilakukan supaya bervariasi dan tidak membosankan.

Baca juga:   Belajar Menulis Kata dengan Gambar Lebih Asyik

Semoga dengan pesan berantai dalam membelajarkan menulis berita, peserta didik akan lebih mudah untuk memahami dan melaksanakannya. Hal ini juga bisa dilaksanakan untuk membelajarkan peserta didik dengan materi yang lain yang sekiranya sesuai. (pkn1/zal)

Guru Bahasa Indonesia SMPN 3 Kandeman, Batang

Author

Populer

Lainnya