Latihan Skipping Tingkatkan Kebugaran Jasmani Siswa

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kebugaran jasmani atau physical fitness adalah kemampuan fisik yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan aktivitas fisik tanpa harus mengalami kelelahan atau merasakan kecapekan yang berarti dan masih tetap memiliki tenaga cadangan untuk melakukan kegiatan tambahan (Muhajir:2013). Seseorang yang memiliki kebugaran tubuh yang baik akan memiliki kemampuan menjalankan aktivitas sehari – hari dengan efektif, serta semakin kuat fisik atau daya tahan tubuh yang dimilikinya.

Di kelas XI SMA Negeri 8 Semarang yang penulis ajar, ditemukan siswa yang lemah, letih, lesu dan mudah lelah saat mengikuti pelajaran olah raga. Selain itu, kurang bersemangat dan mudah capek saat naik turun tangga sekolah. Mendapati hal tersebut, penulis sebagai guru PJOK memberikan latihan skipping untuk meningkatkan kebugaran jasmani siswa.

Latihan skipping atau lompat tali ini sangat simple. Tidak membutuhkan waktu lama dan ruang khusus. Peralatan yang dipakai juga relatif murah tapi menyenangkan. Juga hasil yang didapat tidak kalah dibanding dengan olahraga lain. Tahapan yang dilakukan untuk melakukan latihan skipping adalah pertama, sebelum melakukan olahraga skipping, guru PJOK memandu siswa pemanasan dan peregangan terlebih dahulu untuk menghindari cedera otot. Kedua, meminta siswa tetap konsentrasi dan pandangan fokus ke depan. Ketiga, memegang tali di kedua ujungnya pada tempat yang sudah disediakan. Keempat, mengawali lompatan dengan kedua kaki sambil memutar tali ke arah belakang secara bersamaan. Kelima, menyarankan mendarat dengan jinjit agar tidak mudah lelah. Keenam, menyarankan untuk melakukan lompatan sekitar 2 atau 3 cm dari lantai dalam waktu 5 menit setiap setnya, istirahat 1 menit dan 3 set pada setiap sesi latihan. Ketujuh, memberikan latihan skipping dengan gerakan yang ringan lebih dahulu kemudian latihan ditingkatkan secara perlahan. Kedelapan, mencatat denyut nadi sebelum dan sesudah latihan untuk mengetahui peningkatan di setiap sesinya.

Baca juga:   Menciptakan Student Wellbeing dengan Pembelajaran Interaktif Berbasis Power Point

Denyut nadi normal adalah 60 sampai 90 kali denyut per menit. Denyut nadi latihan adalah 220 dikurangi usia dalam tahun yang hasilnya 100 persen dari denyut jantung. Untuk berlatih, denyut jantung adalah 60 sampai 80 persen. Contoh usia 20 tahun, 60 persen x 200 sama dengan 120 kali denyutan per menit dan batas atas adalah 80 persen x 200 sama dengan 160 kali detik per menit. Kesembilan, memandu pendinginan di akhir latihan agar kelenturan otot tetap terjaga.

Melakukan latihan skipping ternyata memberi manfaat yang baik untuk kesehatan jantung dan paru. Artinya, rutin melakukan jenis latihan ini dapat membantu menjaga kebugaran kardiovaskular. Olah raga ini juga masuk dalam kelompok olahraga yang bisa melatih dan mengembangkan kekuatan otot, fleksibilitas dan keseimbangan fisik.
Dengan menerapakan latihan skipping dalam materi pembelajaran kebugaran jasmani siswa menjadi lebih antusias, bersemangat dan tidak cepat bosan yang pada akhirnya tingkat kebugaran jasmani siswa meningkat. (ug1/aro)

Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) SMA Negeri 8 Semarang

Baca juga:   Peningkatan Kualitas Kinerja Kepala Sekolah melalui POAC

Author

Populer

Lainnya