Dulu Kuno Sekarang Kini

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sejarah dan budaya Indonesia adalah aset bangsa Indonesia. Sejarah nasional menjadi acuan atau payung untuk mengenal bangsa Indonesia sedangkan adat budaya sebagai bagian sejarah lokal untuk mengenal masyarakat di sekitarnya. Keduanya merupakan peristiwa yang terkait satu dengan lainnya.

Pembelajaran sejarah haruslah didasarkan atas perubahan yang berkesinambungan atau kesesuaian apa yang terjadi di masa lampau dengan kehidupan masa kini, antara peristiwa sejarah tingkat nasional dan tingkat local. Pemahaman peristiwa sejarah peradaban di tingkat lokal suatu wilayah haruslah berdasarkan keutuhan suatu peristiwa sejarah tanpa intervensi dan muatan kepentingan individu mapun kelompok. Kami sebagai guru pengampu mata pelajaran sejarah di SMA mencoba mengartikan mengembangkan pemahaman mengenai perubahan berkesinambungan antara apa yang terjadi di masa lampau atau kuno dengan kehidupan masa kini.

SMA N 1 Ampel termasuk sekolah menengah atas yang berada di tengah tengah masyarakat yang masih memegang teguh keberadaan kultur tradisi ragam adat istiadat. Pendekatan Ilmiah akan mampu mendorong antusias peserta didik bahkan masyarakat pemerhati sejarah secara aktif menumbuhkembangkan pengetahuannya sendiri. Tentunya dengan aktivitas ilmiah mulai dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar atau mengasosiasi. Termasuk memberikan ruang dan waktu secara langsung turut terlibat dalam kegiatan-kegiatan peringatan hari besar nasional, hari besar keagamaan dan hari besar daerah. Sebagai contoh melibatkan siswa dalam kegiatan tradisi sadranan, grebeg, gunungan, kenduri upacara adat memetri dukuh, bersih desa, upacara adat buka luwur dan jamasan pusaka makam Syech Maulana Ibrahim Maghribi, Dewi Nawang Wulan, Ki Ageng Mataram, dan Ki Ageng Kebo Kaligoro di Pantaran Lereng gunung Merbabu.

Baca juga:   Jadikan Polisi sebagai Wahana Literasi yang Mengasyikkan

Dari kegiatan ini secara bertahap akan menumbuhkan rasa bangga sebagai warga negara Indonesia sebagai fondasi kuat terpatrinya rasa nasionalisme dan patriotisme para siswa. Dengan berbagai terobosan mulai kegiatan pengamatan, bedah buku, diskusi serta memberikan ruang kepada para siswa bisa terlibat langsung di berbagai kegiatan adat adalah modal bagi para siswa menjawab tantangan yang mereka hadapi. Ini menjadi media yang sangat baik untuk mengembangkan inspirasi, kreativitas, inisiatif, dan kemampuan berpikir antisipatif.

Bentuk kreativitas, inovasi dan konsistensi pemerintah dalam mengekplorasi sejarah Indonesia serta peradaban bangsa Indonesia di masa lalu di masa sekarang ini sangat digalakkan. Pemerintah mulai dari pusat sampai ke tataran pemerintah desa serta masyarakat pemerhati sejarah menganggap sejarah Indonesia dan peradaban serta adat budaya peninggalan nenek moyang kita adalah aset yang mahal ketika dilestarikan dan di adikan destinasi wisata. Tidak sedikit tempat besejarah, adat tradisi yang di tahun-tahun lalu dipandang sebelah mata, kini sangat digandrungi oleh segenap elemen masyarakat.

Kekayaan adat tradisi, budaya dan sejarah haruslah tetap dijaga kemurniannya agar tidak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Silsilah, asal usul haruslah tersaji dengan benar, terdokumentasikan dan terpublikasikan dengan sebenarnya. Jangan sampai ada penyelewengan data, info yang tidak benar dan rekayasa yang disajikan kepada masyarakat. (ug1/ton)

Baca juga:   Model VAK Efektif untuk Pembelajaran IPA

Guru Sejarah SMA N 1 Ampel

Author

Populer

Lainnya