Tingkatkan Percaya Diri Siswa dengan Layanan Bimbingan Kelompok

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Di era milineal ini banyak anak yang pandai dan tidak malu untuk menulis berbagai hal di media sosial, tetapi sebaliknya sedikit anak yang berani berpendapat secara langsung di dalam kelompok formal. Alasannya klise sering malu dan takut salah bila akan bertanya atau menjawab sebuah pertanyaan. Apalagi bila mendapat giliran maju di depan kelas rasa percaya dirinya sangat kurang. Percaya diri merupakan suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimiliknya dan keyakinan tersebut membuat merasa mampu untuk mencapai berbagai tujuan di dalam hidupnya (Hakim, 2005; 6).

Kurangnya rasa percaya diri siswa kelas VII SMP Negeri 37 Semarang membuat guru Bimbingan Konseling berinisiatif untuk meningkatkannya dengan mengajak siswa untuk melakukan kegiatan Bimbingan Kelompok melibatkan teman sebaya dan guru BK sebagai ketua kelompoknya. Apa yang dimaksud dengan Bimbingan Kelompok? Menurut Prayitno (1994: 309) Bimbingan Kelompok atau BKp merupakan layanan yang diberikan terhadap individu berjumlah 8-10 orang yang dipimpin oleh seorang pemimpin kelompok dengan membahas topik yang bersifat umum yang sedang hangat untuk dibahas (topik bebas) atau topik yang sudah ditentukan oleh pemimpin kelompok (topik tugas) dengan menggunakan asas kerahasiaan, keterbukaan dan kesukarelaan.

Baca juga:   Peningkatan Motivasi Belajar Siswa melalui Layanan Bimbingan Kelompok

Pada kegiatan layanan Bimbingan Kelompok ini tujuan utama guru BK adalah menumbuhkan rasa percaya diri siswa, maka dilaksanakan dengan topik tugas, yaitu topik dipilih oleh pimpinan kelompok. Kegiatan melalui beberapa tahap, meliputi 1) tahap pembentukan yaitu pembentukan kelompok dengan memnunculkan dinamika kelompok melalui sebuah permainan atau game. 2) tahap peralihan merupakan tahap pemantapan anggota kelompok untuk melanjutkan kegiatan pada tahap berikutnya. 3) tahap kegiatan, pada tahap ini pembahasan topik akan dilakukan. Topik akan dibagi dalam beberapa subtopik sehingga anggota kelompok banyak terlibat dalam pembahasan topik tersebut. Keterlibatan anggota kelompok dalam kegiatan ini adalah untuk mengeluarkan pendapat secara bergilir. Siswa diharapkan tidak akan merasa malu untuk berpendapat karena hanya diikuti oleh 8 orang teman saja. Pengujung tahap kegiatan setiap anggota kelompok membuat kesimpulan dari topik yang sudah dibahas bersama. 4) tahap pengakhiran, dalam tahap ini pimpinan kelompok akan membuat kesimpulan secara umum yang dirangkum dari pendapat dan kesimpulan dari masing-masing anggota kelompok. Melakukan evaluasi terhadap keterlaksanaan layanan Bimbingan Kelompok dengan melibatkan semua anggota kelompok secara bergiliran menyampaikan pernyataan tentang pemahaman baru yang diperoleh setelah mengikuti layanan Bimbingan Kelompok. Dalam kegiatan akhir ketua kelompok juga akan mengungkapkan kegiatan lanjutan yang penting bagi anggota kelompok, kegitan akan segera berakhir dan menyampaikan pesan dan harapan.

Baca juga:   Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Bimbingan Kelompok

Layanan Bimbingan Kelompok sudah berakhir dan tugas kita adalah melakukan evaluasi dengan cara melihat perubahan yang dicapai oleh siswa. Apabila perubahan yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita atau bahkan tidak terjadi perubahan sama sekali, maka kita wajib mengadakan tidak lanjut bagi siswa yang membutuhkan tersebut, bisa berupa Konseling Kelompok atau konseling Individu. (ipa2/ton)

Guru BK SMP 37 Semarang

Author

Populer

Lainnya