Pembelajaran IPA Makin Menyenangkan dengan Snowball Throwing

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran tematik terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan, pengetahuan dalam pembelajaran, dengan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan.

Dalam pelaksanaan pembelajaran Kurikulum 2013 di kelas V SDN 2 Patukangan masih banyak kekurangan. Hal ini dibuktikan dalam penilaian harian Tema Peristiwa Dalam Kehidupan, tingkat pemahaman siswa cukup baik dalam menangkap pelajaran khususnya pada muatan pelajaran IPA, namun hasil belajar masih tergolong rendah dibandingkan dengan muatan pelajaran yang lain.

Melihat gambaran rendahnya hasil belajar siswa kelas V SDN 2 Patukangan, perlu adanya upaya pembenahan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan penggunaan model pembelajaran snowball throwing pada pembelajaran IPA tentang Perubahan Wujud Benda penulis berharap hasil belajar siswa meningkat. Selain itu model pembelajaran snowball throwing merupakan metode yang memuat pengalaman belajar dan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

Prinsipnya model pembelajaran kooperatif tipe ini membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok mempunyai satu orang ketua yang akan bertugas untuk menjelaskan materi yang diberikan guru kepada anggota kelompoknya. Lalu tiap siswa menulis satu pertanyaan dan dilempar seperti bola salju kepada siswa yang lain. Selain itu pembagian kelompok ini bertujuan agar siswa dapat berkolaborasi dengan teman, lingkungan dan guru sehingga diharapkan setiap siswa akan siap dalam kegiatan pembelajaran dan merangsang siswa untuk belajar baik belajar dari guru maupun belajar dari siswa yang lain.

Baca juga:   Peningkatan Pembelajaran PAI dengan SQ3R

Langkah–langkah penerapan Snowball Throwing menurut Suprijono (2012: 128) yaitu sebagai berikut: Pertama, guru menyampaikan pengantar materi yang akan disajikan, dan KD yang ingin dicapai. Kedua, guru membentuk siswa berkelompok, lalu memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. Ketiga, masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.

Keempat, masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. Kelima, kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit. Keenam, setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. Ketika menjawab pertanyaan tersebut siswa diminta untuk berdiri dari tempat duduknya atau maku ke depan kelas untuk menjawab pertanyaan yang mereka dapatkan.

Berdasarkan uraian di atas disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar IPA materi Perubahan Wujud Benda dalam pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran snowball throwing pada siswa kelas V SDN 2 Patukangan. Hal tersebut diindikasikan dari peningkatan rata-rata hasil belajar sebesar 78 dengan ketuntasan belajar 77,14 % meningkat menjadi 90 dengan ketuntasan belajar 91,42 %. (ipa2/ton)

Baca juga:   Pembelajaran IPA Masa New Normal via Pemanfaatan Teknologi

SD Negeri 2 Patukangan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya