Aransi Kelas Mudahkan Siswa Belajar Keragaman Suku Bangsa

spot_img

RADARSEMARANG.ID, WILAYAH Negara Indonesia terdiri atas kumpulan ribuan pulau mulai dari Sabang sampai Merauke. Karena itulah, Indonesia memiliki kekayaan budaya, adat istiadat, suku bangsa dan lainnya. Dengan keberagaman itulah, bangsa Indonesia menjadi salah satu bangsa yang dikagumi banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Para wisatawan yang datang ingin melihat dan juga mengenal keberagaman yang ada di dalam masyarakat Indonesia. Bahkan, tidak sedikit para turis manca Negara belajar, seperti belajar menari tarian daerah, menyanyi lagu–lagu daerah, memainkan alat musik daerah dan lain-lain.

Untuk belajar mengenal keberagaman budaya di Indonesia sangat sulit, terutama jika ingin mengenal keberagaman antarsuku bangsa. Seperti yang dialami penulis yang berprofesi sebagai guru di SDN Tambakaji 03 Ngaliyan, merasa kesulitan dalam mengenalkan keberagaman kebudayaan di Indonesia. Karena kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia begitu banyak. Muatan materi keberagaman suku bangsa menjadi muatan pelajaran dari kelas satu sampai kelas enam.

Selama ini, guru sudah berupaya menggunakan beragam cara, akan tetapi dalam materi mengenal suku bangsa dengan segala karakteristiknya masih mengalami banyak kendala. Setiap mengadakan evaluasi, masih banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM).

Baca juga:   Belajar dari Rumah dengan Google Classroom dan WhatsApp

Dari hasil belajar yang diperoleh guru itulah yang menjadi perhatian. Bagaimana caranya agar para siswa dalam belajar mengalami ketuntasan. Maka dari itu, guru mencari cara untuk mengenalkan keberagaman kebudayaan yang ada di Indonesia yaitu melalui Aransi Kelas. Aransi Kelas selain berisi tentang pajangan–pajangan hasil karya dari siswa juga diprogram untuk memajang keanekaragaman kebudayaan sesuai nama daerah/suku bangsa.

Pertama-tama sekolah membagi kelas yang ada, mulai dari kelas satu sampai kelas enam menjadi kelas–kelas bernama suku bangsa yang ada di Indonesia. Misalnya, kelas satu Sunda, kelas dua Aceh, kelas tiga Bali, dan seterusnya. Dari pembagian nama-nama suku bangsa itu, anak –anak sudah bisa mengenal berbagai macam nama suku bangsa yang ada di Indonesia.

Di dalam masing-masing kelas itulah, bisa dipajang gambar-gambar yang berhubungan dengan daerah/suku bangsa, mulai dari rumah adatnya, tarian daerah, alat musik daerah, senjata tradisional, makanan khasnya dan cerita rakyatnya. Aransi Kelas yang dipajang bisa menjadikan suatu sumber belajar bagi seluruh siswa. Siswa bebas melihat, membaca juga mengamati Aransi Kelas mulai dari kelas satu sampai kelas enam. Dengan demikian, secara tidak langsung anak-anak belajar mengenal keberagaman suku bangsa yang ada di Indonesia. Melalui kegiatan Aransi Kelas, siswa bebas berkunjung dari kelas yang satu ke kelas yang lain untuk melihat sambil belajar.

Baca juga:   Pembelajaran Kimia dengan Project Based Learning Mudahkan Siswa Pahami Materi

Semenjak kegiatan Aransi Kelas itu dilakukan, kini peserta didik dengan cepat bisa menyebutkan keberagaman suku bangsa yang ada di Indonesia. Khususnya di kelas empat, melalui evaluasi pada pembelajaran IPS materi keberagaman suku bangsa di Indonesia. Dari 37 siswa, 95 persen mengalami ketuntasan belajar.

Selain meningkatkan kreativitas siswa dalam menghias kelas, Aransi Kelas juga diharapkan bisa digunakan sebagai sumber belajar siswa. Penulis berharap semoga para guru lain bisa meningkatkan hasil belajar siswa melalui Aransi Kelas. Sudah terbukti, melalui Aransi Kelas bisa meningkatkan hasil belajar siswa. Setelah kurun waktu yang sudah ditentukan, Aransi Kelas bisa diganti dengan nama-nama suku bangsa/daerah lain, sehingga peserta didik bisa mengenal lebih banyak lagi. (ipa1/ida)

Guru SDN Tambakaji 03 Ngaliyan Semarang

Author

Populer

Lainnya