Model Quantum Learning Tingkatkan Belajar Teks Eksplanasi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Untuk menghadapi era globalisasi yang penuh dengan persaingan dan ketidakpastian, dibutuhkan guru yang mampu mengelola proses pembelajaran secara efektif dan inovatif. Diperlukan perubahan strategi dan model pembelajaran yang sedemikian rupa untuk memberikan nuansa yang menyenangkan dan penuh gairah serta bermakna.

Salah satu masalah pokok dalam pembelajaran dewasa ini adalah rendahnya daya serap siswa terhadap pelajaran yang disampaikan guru. Untuk itu diperlukan pemilihan model pembelajaran yang dapat memberikan keteladanan, membangun kemauan, serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Untuk mewujudkannya dengan pergeseran paradigma yaitu dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar.

Pendekatan quantum learning sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya materi teks eksplanasi yang membawa siswa belajar dalam suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan. Siswa akan lebih bebas dalam menemukan berbagai pengalaman baru dalam belajarnya, sehingga diharapkan dapat tumbuh berbagai kegiatan belajar siswa.

Kegiatan belajar di kelas quantum learning menggunakan berbagai macam model ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, kerja kelompok, ekperimen dan model pemberian tugas. Adapun langkah-langkah yang diterapkan dalam pembelajaran quantum learning dengan cara melakukan ambak (motivasi), memberi motivasi kepada siswa tentang manfaat mempelajari materi yang akan diajarkan. Penataan lingkungan belajar, meberikan rasa santai kepada siswa dengan merapikan kelas, mendengarkan/memutar musik agar siswa rileks dalam pembelajaran.

Baca juga:   Kemampuan Menyelaraskan IQ, EQ, dan SQ, Wujudkan Peserta Didik Teladan

Memupuk sikap juara, memupuk sikap juara dengan cara memberikan penghargaan baik berupa tepuk tangan atau pujian maupun berupa hadiah kepada siswa yang mampu menjawab pertanyaan dari guru. Bebaskan gaya belajarnya, memvariasikan berbagai model pembelajaran yang disesuaikan dengan modalitas visual, auditorial, dan kinestetik (VAK) siswa. Membiasakan mencatat, menyuruh siswa agar membuat ringkasan materi yaitu dengan membuat catatan tulis susun (TS). Membiasakan membaca, memberi tugas rumah untuk membaca dan mempelajari materi yang akan dipelajari selanjutnya. Melatih kekuatan memori siswa dengan mengerjakan soal-soal dari media pembelajaran yang dilaksanakan secara serempak oleh siswa tanpa melihat buku.

Dari penelitian yang telah dilakukan di SMAN 1 Sayung pada materi teks eksplanasi, dengan penerapan pembelajaran model quantum learning aktivitas belajar siswa pada setiap siklus cenderung meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata pada setiap siklus. Pada prasiklus skor rata-rata aktivitas siswa 2,0 termasuk katagori cukup aktif. Meningkat pada siklus I skor rata-rata aktivitas siswa adalah 2,8 yang termasuk kategori cukup aktif mengarah ke aktif, meningkat pada siklus II menjadi 3,7 yang termasuk pada kategori sangat aktif.

Baca juga:   Menulis Teks Eksplanasi dengan Metode Kooperatif

Hasil belajar bahasa Indonesia materi teks Eksplanasi siswa kelas XI MIPA2 SMA Negeri 1 Sayung dapat ditingkatkan dengan menerapkan pembelajaran model quantum learning. Pada prasiklus diperoleh nilai terendah 20, tertinggi 76, rara-rata 59,3, ketuntasan belajar 6 siswa atau 22 persen , meningkat pada siklus I. Yaitu diperoleh nilai terendah 25, nilai tertinggi 90, nilai rata-rata 66,6 dan ketuntasan belajar sebesar 19 siswa atau 70 persen.

Pada siklus II diperoleh nilai terendah 70, nilai tertinggi 95, rata-rata adalah 83,08 dan ketuntasan belajar pada siklus II mengalami peningkatan yaitu dari 19 siswa atau 70 persen meningkat menjadi 24 siswa atau 89 persen. Hal ini telah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditentukan yakni 85 persen. (kb1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Sayung, Kabupaten Demak

Author

Populer

Lainnya