Metode Talking Stick pada Pembelajaran Mengemukakan Pendapat

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kenyataan yang terjadi pada siswa kelas 8C SMPN 1 Gringsing, setiap kali berlangsungnya proses pembelajaran siswa yang aktif bertanya kurang lebih 3 dari 32 siswa atau 9,375%, Kemampuan bertanya sangat penting bagi siswa sebab dengan mengemukakan pendapat guru akan tahu sejauh mana siswa menguasai bahan ajar dan apa yang menjadi kesulitan-kesulitan dalam mempelajari bahan ajar tersebut. Pembelajaran yang baik justru siswa yang aktif sedangkan guru hanya sebagai fasilitator. Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) untuk meningkatkan nilai perkembangan afiksi siswa minimal harus “baik”, dengan salah satu indikatornya adalah siswa berani bertanya dan mengemukakan pendapat.

Pembelajaran pendidikan kewarganegaraan yang didesain guru terkesan monoton, tidak bervariasi dan kurang melibatkan peran serta siswa untuk lebih aktif mengemukakan pendapat karena metode yang sering digunakan guru adalah menggunakan metode ceramah. Salah satu desain pembelajaran yang inovatif untuk merangsang, memotivasi siswa dalam mengajukan pendapat adalah mengemas pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan menggunakan metode Talking Stick. Metode ini mengharuskan mereka untuk mempersiapkan diri untuk mengemukakan pendapat secara langsung. Berdasarkan pemaparan di atas maka mendorong penulis untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan Talking Stick pada Kompetensi Dasar “Pelaksanaan Demokrasi dalam Berbagai Aspek Kehidupan” kelas 8 C Semester 2.

Baca juga:   RME Atasi Kebosanan Siswa saat BDR

Langkah-langkah dalam pembelajaran PKn dengan model Talking Stick sebagai berikut: pertama guru mempersiapkan tongkat; kedua guru menyampaikan materi yang akan di pelajari; ketiga siswa membentuk kelompok, masing–masing kelomok di beri kesempatan untuk membaca materi yang telah disampaikan; keempat setelah membaca setiap kelompok melaksanakan diskusi untuk mebahas permasalahan atau sebuah wacana yang diberikan; kelima guru mengintruksikan siswa untuk menutup buku; keenam guru mengambil sebuah tongkat diberikan kepada salah seorang siswa, setelah itu tongkat berjalan seperti ular dari siswa satu ke siswa lain dengan diiringi lagu, apabila guru bilang stop lagu berhenti tongkat juga berhenti, siswa yang pegang tongkat itu lah yang harus mengajukan pendapat atau mengemukakan pendapat yang diberikan guru, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat pertanyaan; ketujuh guru bersama siswa membuat kesimpulan; kedelapan guru melaksanakan kegiatan penilaian.

Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus masing masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Setiap siklus memiliki 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas adalah teknik tes dan teknik non tes. Alat pengumpul data tes tertulis bentuk pilihan ganda, sedangkan non tes yaitu berupa lembar pengamatan terhadap aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru. Data dianalisa menggunakan analisa teknik dan analisa deskriptif komparatif antarsiklus.

Baca juga:   Mengaktifkan Belajar Matematika Mandiri dengan Metode Talking Stick

Hasil pembelajaran dengan model Talking Stick meningkatkan keterampilan bertanya dan mengemukakan pendapat pada siswa, sehingga meningkatkan hasil belajar siswa. Disarankan kepada guru PKn dan juga mapel lain agar menerapkan inovasi pembelajaran diantaranya model Talking Stick. (pkn2/ton)

Guru PPKn SMPN 1 Gringsing Kab.Batang

Author

Populer

Lainnya