Hasil Belajar lebih Baik dengan Model Inside-Outside Circle

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KURIKULUM IPA disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan IPA secara nasional. Saat ini kesejahteraan bangsa tidak hanya tergantung pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik, tetapi bersumber pada modal intelektual, sosial, dan kepercayaan (kredibilitas). Dengan demikian tuntutan untuk terus menerus memuthakhirkan pengetahuan IPA menjadi suatu keharusan. Mutu lulusan tidak cukup bila diukur dengan standar lokal saja sebab perubahan global telah sangat besar mempengaruhi ekonomi suatu bangsa. Industri baru dikembangkan dengan berbasis kompetensi sains dan teknologi tinggi, dengan demikian bangsa yang berhasil adalah bangsa yang memiliki standar kompetensi teknologi tinggi

Berdasarkan pengalaman di lapangan, kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru yang kreatif yang bisa membangkitkan motivasi belajar siswa, misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA. Seperti di SDN Pidodo, Kabupaten Demak.

Proses belajar mengajar yang baik bukanlah kelas yang tenang siswa mendengarkan dengan tangan disilangkan di atas meja, pandangan semua tertuju pada guru yang sedang berceramah, namun kelas yang hidup, ramai berdiskusi memecahkan sebuah masalah atau materi ajar. Guru sebagai sutradara dalam kelas harus bisa mengatur mengefesienkan waktu yang ada, memberikan umpan balik dan ditutup penguatan materi ajar.
Model pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) adalah solusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan model pembelajaran ini siswa akan aktif mengikuti pembelajaran yang berlangsung. Berikiut sintaks IOC:

Baca juga:   Zoom Meet Tingkatkan Kemampuan Menulis Artikel

Sintaks Model pembelajaran IOC menurut Murtono (2017:79) pertama bentuklah kelompok, jika jumlah satu kelas terdiri 40 siswa bagilah menjadi du kelompok besar. Setiap kelompok besar terdiri dari 2 kelompok lingkaran dalam dengan jumlah anggota 10 dan kelompok lingkaran luar terdiri dari 10

Aturlah sedemikian rupa pada masing-masing kelompok besar yaitu anggota kelompok lingkaran dalam berdiri menghadap keluar dan anggota kelompok lingkaran luar berdiri menghadap ke dalam. Dengan demikian antara anggota kelompok dalam dan luar saling berpasang dan berhadapan. Berikan tugas pada setiap pasangan yang berhadapan. Kelompok ini disebut kelompok pasangan asal. Sebaiknya, tugas yang diberikan pasangan asal sesuai dengan indicator pembelajaran yang telah dirumuskan. Karena dalam contoh ini ada 10 pasangan berarti ada 10 indikator pembelajaran. Selanjutnya berikan waktu kepada tiap-tiap pasangan untuk berdiskusi.

Setelah mereka berdiskusi, mintalah kepada anggota kelompok lingkaran dalam bergerak berlawanan arah dengan anggota kelompok lingkaran luar. Setiap pergerakan itu akan terbentuk pasangan-pasangan baru. Pasangan ini wajib memberikan informasi berdasarkan hasil diskusi pasangan asal demikian seterusnya. Pergerakan akan diberhentikan jika anggota kelompok lingkaran dala dan luar sebagai pasangan asal bertemu kembali.
Hasil diskusi di setiap kelompok besar tersebut diatas, kemudian dipaparkan sehingga terjadilah diskusi antar kelompok besar. Diskusi ini diharapkan menghasilkan pengetahuan bermakna pada peserta didik. Pengetahuan ini merupakan pengetahuan komprehensif.

Baca juga:   Tingkatkan Kemampuan Analisis Teks Anekdot melalui PBL

Dipenghujung pertemuan, untuk mengakhiri pembelajaran dengan model inside-outside circle guru dapat meberi ulasan maupun evaluasi hal-hal yang telah didiskusikan. Perumusan kesimpulan dapat juga dibuat sebagainkonstruksi terhadap pengetahuan yang diperolah dari diskusi. (kb1/zal)

Guru SDN Pidodo, Kabupaten Demak

Author

Populer

Lainnya