Belajar Teks Negosiasi dengan Model Pembelajaran Langsung

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Salah satu mata pelajaran yang dimuat dalam kurikulum pendidikan sekolah menengah atas adalah bahasa Indonesia. Di kelas X SMA salah satu materi pada semester gasal adalah tentang teks negosiasi. Sulitnya siswa dalam memahami materi tersebut berdampak tidak baik bagi hasil belajar siswa.

Rendahnya motivasi belajar siswa dalam mempelajari teks negosiasi juga menjadi salah satu penyebab rendahnya prestasi belajar siswa. Guru bahasa Indonesia dalam mengajar masih menggunakan metode konvensional atau ceramah kemudian menugaskan siswa untuk mengerjakan soal. Hasilnya adalah banyak siswa yang merasa jenuh dan tidak tertarik dengan pembelajaran yang ada. Hal tersebut menyebabkan nilai siswa pada materi ini belum mencapai standar KKM di sekolah. Oleh karenanya perlu dilakukan sebuah tindakan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi teks negosiasi.

Dari banyaknya model pembelajraran yang ada, guru bahasa Indonesia memutuskan untuk menerapkan model pembelajaran langsung di kelas X dalam rangka meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi teks negosiasi. Model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep dan/atau perubahan perilaku dengan mengutamakan pendekatan deduktif, dengan ciri-ciri sebagai berikut : transformasi dan ketrampilan secara langsung; pembelajaran berorientasi pada tujuan tertentu; materi pembelajaran yang telah terstuktur; lingkungan belajar yang telah terstruktur; dan distruktur oleh guru.

Baca juga:   Belajar Text Recount dengan Teknik Letter in The Bottle

Model pembelajaran langsung menurut Arends (Trianto, 2011 : 29) adalah, “Salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah.”

Pembelajaran langsung tidak sama dengan metode ceramah, tetapi ceramah dan resitasi (mengecek pemahaman dengan tanya jawab) berhubungan erat dengan model pembelajaran langsung. Guru berperan sebagai penyampai informasi, dan dalam hal ini guru seyogyanya menggunakan berbagai media yang sesuai, misalnya film, tape recorder, gambar, peragaan, dan sebagainya.

Ilustrasi pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran langsung yang akan digunakan adalah guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi peserta didik untuk belajar. Kemudian menyampaikan materi dengan membahas bahan ajar melalui kombinasi ceramah dan demonstrasi.

Setelah materi selesai disampaikan, guru memberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) kepada peserta didik untuk dikerjakan sebagai latihan secara individu. Selanjutnya guru bersama peserta didik membahas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Di akhir pembelajaran guru memberikan soal-soal latihan sebagai pekerjaan rumah.

Baca juga:   Penggunaan Youtube dalam Pembelajar Hak Asasi Manusia

Kekurangan/kelemahan model pembelajaran langsung adalah jika terlalu dominan pada ceramah, maka siswa merasa cepat bosan. Pembelajaran langsung akan terlaksana dengan baik apabila guru mempersiapkan materi yang akan disampaikan dengan baik pula dan sistematis, sehingga tidak membuat peserta didik cepat bosan dengan materi yang dipelajari. (kb1/lis)

Guru SMA Negeri 3 Demak

Author

Populer

Lainnya