Pemberdayaan Guru BK untuk Mengoptimalkan Potensi Siswa

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Layanan bimbingan dan konseling merupakan layanan profesional yang seyogyanya dilakukan oleh guru BK/konselor berlatar pendidikan bimbingan dan konseling. Pelaksanaan layanan secara optimal memerlukan dukungan sistem yang dilaksanakan oleh orang tua, guru bidang studi, wali kelas, kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya sesuai dengan kapasitas dan perannya. Guru BK/konselor dituntut menunjukkan kinerja sesuai standar kompetensi konselor Indonesia dan terikat kode etik konselor.

Namun masih banyak penyimpangan yang terjadi disebabkan karena masyarakat belum memahami peran guru BK di sekolah, bahkan masyarakat internal sekolah. Misalnya jika ada anak terlambat, tidak menggunakan seragam sesuai aturan atau sering bolos sekolah, masih ada guru yang mengirim anak tersebut untuk diberi hukuman oleh guru BK. Jika ada siswa yang dipanggil oleh guru BK selalu direspon dengan image bahwa siswa tersebut nakal, melanggar aturan sekolah atau bermasalah.

Pada tahun awal pelajaran ketika peserta didik berstatus sebagai siswa baru, guru BK telah menyambut dengan memberikan layanan orientasi tentang sistem pendidikan yang berlaku di sekolah setempat, sarana dan prasarana yang ada di sekolah, dan cara belajar di jenjang pendidikan yang sedang ditempuh siswa sehingga diharapkan siswa lebih mudah beradaptasi dan secepatnya mengatur strategi belajar yang dapat dilakukannya. Selanjutnya guru BK juga memberikan orientasi tentang jurusan atau peminatan yang dapat dipilih siswa serta strategi belajar di tiap peminatan yang telah dipilih. Salah satu materi dalam orientasi siswa baru juga tentang berbagai ekstrakurikuler di sekolah yang dapat dipilih siswa untuk mengembangkan potensi non akademiknya.

Baca juga:   PPKn Penangkal Ketidaksopanan Anak

Tugas lain guru BK adalah membimbing karir mulai dari perencanaan/penyaluran pilihan pendidikan lanjutan seperti akan menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Dalam proses perencanaan ini dilakukan secara kontinyu sejak semester satu. Misalnya pada jenjang SMA/sederajat diperlukan nilai mapel UN yang stabil atau naik agar siswa dapat diterima di perguruan tinggi melalui jalur prestasi akademik dan non akademik. Dengan menggunakan jalur ini siswa tidak perlu mengikuti tes agar dapat diterima sebagai mahasiswa namun menggunakan nilai rapor sejak semester satu atau piagam kejuaraan yang dimiliki. Guru BK juga berperan dalam menyalurkan siswa agar dapat memperoleh beasiswa dari berbagai sumber seperti UPZ, kantor pemerintah/perusahaan, beasiswa prestasi maupun KIP utn keluarga pra sejahtera.

Layanan BK lain yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan orang tua adalah pemanfaaatan instrumentasi BK baik testing/tes psikologis terstandart seperti tes IQ maupun non testing. Guru BK juga memberikan mediasi dan advokasi kepada siswa yang mengalami perlakuan diskriminatif oleh sesama siswa maupun pihak lain yang berpotensi menghambat perkembangan siswa. Layanan ini bisa dilakukan secara individual dalam proses konseling individu maupun berkelompok. Setelah memahami peran dan fungsi BK di sekolah, alangkah baiknya jika guru BK dapat melakukan tupoksinya dengan baik dan bersinergi dengan elemen lain di sekolah karena sangat menunjang siswa mencapai tugas perkembangannya. (man3/ton)

Baca juga:   Peran Guru BK di Era Pandemi

Guru BK MAN 1 Kota Semarang

Author

Populer

Lainnya