Pembelajaran IPA Menarik dengan Metode Diskusi Kelompok

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KELAS adalah tempat untuk melakukan proses belajar, ada proses transfer pengetahuan antara guru dan siswa. Berbagai macam metode mengajar telah tersedia sebagai sarana untuk menyampaikan meteri pelajaran. Dengan adanya metode-metode tersebut, guru dapat memilih metode yang cocok dengan materi yang akan diajarkan. Sebab, dengan memilih metode mengajar yang tepat dan dapat menguasai kelas, memiliki pengaruh terhadap suksesnya pelajaran yang diajarkan.

Pelajaran IPA sering dianggap sebagai pelajaran yang sulit. Jarang sekali yang mengatakan bahwa IPA itu mudah. Padahal sebenarnya tidaklah demikian. IPA terdiri atas komponen pelajaran yang sangat dekat dengan aktivitas dan kehidupan sehari-hari. Karenanya, mempelajarinya pun bisa lebih mudah jika menggunakan metode pembelajaran diskusi kelompok. Adapun proses pelaksanan metode pembelajaran diskusi kelompok sebagai berikut, 1) Kegiatan Membuka Pelajaran. Yakni, melaksanakan apersepsi, yaitu menanyakan tentang materi pelajaran sebelumnya. Memotivasi belajar dengan mengemukakan kasus yang ada kaitannya dengan materi pelajaran yang akan diajarkan. Mengemukakan tujuan pembelajaran dan berbagai kegiatan yang akan dikerjakan dalam mencapai tujuan pembelajaran. 2) Kegiatan Inti Pelajaran. Yakni, mengemukakan lingkup materi pelajaran yaitu Sistem Organisasi Kehidupan pada Makhluk Hidup. Membentuk kelompok dan membagikan tugas membelajari sub materi Sistem Organisasi Kehidupan pada Makhluk Hidup. Mengemukakan peraturan dan tata tertib serta saat memulai dan mengakhiri kegiatan diskusi kelompok. Guru mengawasi, memonitor, dan bertindak sebagai fasilitator selama siswa melakukan diskusi kelompok. 3) Kegiatan Mengakhiri Pelajaran. Meliputi, meminta siswa merangkum isi pelajaran yang telah dikaji melalui diskusi kelompok. Melakukan evaluasi hasil dan proses. Melaksanakan tindak lanjut baik berupa mengajari ulang materi yang belum dikuasai siswa maupun memberi tugas pengayaan bagi siswa yang telah menguasai materi metode kerja kelompok tersebut.

Baca juga:   Mengatasi Kesulitan Pembelajaran IPA dengan Permainan

Metode pembelajaran kelompok pada Sistem Organisasi Kehidupan pada Makhluk Hidup membuat suasana pembelajaran siswa di SMP Negeri 2 Batang khususnya di kelas VII E lebih aktif dan pembelajaran tidak monoton. Misalnya jika ada pertanyaan tentang fungsi organel-organel sel, siswa bisa melemparkan kepada siswa yang lain jika mengetahui jawabannya. Hal ini untuk merangsang terjadinya diskusi kelompok yang dinamis. Pada saat diskusi inilah, akan terlihat kualitas dari siswa di kelas. Jika siswa telah belajar materi dengan sebaik-baiknya, tentunya dia bisa menjelaskan materi yang ditanyakan padanya. Begitu juga sebaliknya, jika belajarnya tidak maksimal, maka siswa akan kesulitan dalam menjawab pertanyaan dari temannya.

Disinilah tujuan guru untuk memancing respon siswa dengan materi yang telah disampaikan. Ternyata, dampaknya sangat luar biasa. Siswa selama proses pembelajaran materi Sistem Organisasi Kehidupan pada Makhluk Hidup dengan metode pembelajaran kelompok ini, semua terlibat secara aktif. Ada yang bertanya, ada yang menjawab pertanyaan, ada juga yang menyanggah jawaban dari temannya. Siswa memiliki tanggung jawab tinggi untuk menyelesaikan tugas. kerjasama dan kekompakan dalam kelompok. Proses pengajaran akan efektif dan menjalin kerjasama di antara siswa. Dengan demikian, siswa yang kurang akan dibantu oleh siswa yang lebih pintar sehingga proses pembelajaran lebih hidup dan hasilnya lebih baik. Pada prinsipnya, bagaimana materi tersampaikan dengan suasana yang beda, menarik, menyenangkan, dan meninggalkan kesan yang mendalam bagi siswa. (mat2/ida)

Baca juga:   Mudah Pahami Menghindari Perilaku Tercela dengan Metode Mind Map

Guru IPA SMP Negeri 2 Batang

Author

Populer

Lainnya