Mengenal Malaikat dengan Metode Coret lima

spot_img

RADARSEMARANG.ID, IMAN kepada malaikat adalah bagian dari rukun iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu mahluk ciptaan Allah Swt. Allah SWT menciptakan mereka dari cahaya. Mereka selalu menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya. mereka tidak pernah berdosa.

Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah Swt. saja yang mengetahu jumlahnya. Walaupun manusia tidak bisa melihat malaikat tetapi jika Allah Swt. berkehendak maka malikat dapat dilihat oleh manusia, yang biasanya terjadi pada para nabi dan rasul. Keimanan seseorang terhadap malaikat akan berdampak bagi peningkatan ketakwaan seseorang dimana dia akan berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu. Oleh karena itu ketika kita belajar tentang bab Malaikat biasanya hanya menggunakan metode diskusi (cooperative learning). Agar pembelajaran bab malaikat tidak membosankan kita bisa menggunakan metode coret lima.

Coret lima adalah cara yang digunakan untuk membuat gambar karikatur dimana masing-masing peserta didik harus menorehkan lima coretan pada sebuah kertas plano/manila dimana coretan tersebuat nantinya akan membentuk sebuah gambar. Dalam hal ini gambar yang dihasilkan harus berhubungan dengan malaikat. Kegiatan ini akan menjadikan suasana aktif, kreatif dan menyenangkan.

Pada pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Limpung kabupaten Batang pada bab Iman kepada Malaikat Allah swt. Biasanya hanya menggunakan metode diskusi (cooperative learning). Tapi kali bisa dengan memakai metode coret lima agar peserta didik bisa belajar sambil bermain. Adapun tehniknya yaitu peserta didik harus mencoret lima kali dengan bergilir antar kelompok sampai membentuk gambar yang diinginkan (sesuai tema).

Baca juga:   Gambar Karikatur untuk Pembelajaran Anekdot

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:pertama siapkan kertas plano/manila beserta spidol warna. Kedua bentuk kelas menjadi beberapa kelompok, biasanya dalam satu kelas dibagi menjadi empat kelompok dan tiap kelompok terdiri dari 8 peserta didik susun kelompok secara melingkar.ketiga,beri waktu sepuluh menit bagi tiap kelompok untuk mendiskusikan rancangan gambar yang akan mereka buat. Keempat, bagikan satu kertas plano dan spidol sejumlah peserta didik dalam kelompok.kelima, peserta didik mulai mencoret lima kali diteruskan dengan peserta didik yang duduk disebelahnya berurutan berikan waktu selama kurang lebih empat puluh lima menit(satu jam pelajaran) untuk mengekspresikan gambar yang mereka inginkan Keenam, setelah waktu habis, satu persatu kelompok untuk maju kedepan kelas mempresentasikan hasil coretan yang mereka buat.kelompok yang lain dapat bertanya tentang gambar tersebut.

Penggunaan metode coret lima ini digunakan di SMP Negeri 1 Limpung pada pembelajaran PAI kelas 7. Penerapan metode ini akan merangsang imajinasi peserta didik yang tak terbatas serta kemampuan bekerja sama antar kelompok yang tinggi agar menghasilkan gambar yang dapat dipahami oleh seluruh peserta didik ketika dipresentasikan. Metode ini mampu membuat siswa berperan aktif, memahami materi dengan mudah, dan mampu mengerjakan tugas atau praktikum dengan baik setelah diberikan materi. Metode pembelajaran tertentu memiliki nilai tambah soft skill, serta meningkatkan rasa percaya diri, melatih kecakapan berpendapat dan berkomunikasi.

Baca juga:   Penerapan Metode Mind Mapping pada Pembelajaran Tematik

Akan tetapi penggunaan metode ini mempunyai beberapa kekurangan antara lain; guru harus banyak mempersiapkan alat dan bahan yang berhubungan dengan materi yang diajarkan, guru dituntut untuk lebih terampil dalam mendorong motivasi siswa untuk belajar aktif, terkadang ada siswa yang pasif jika tidak diperhatikan oleh pengajar, model ini memakan banyak waktu.Dan terkadang peserta didik binggung bagaimana cara memulai mencoret lima mereka saling melempar start. Dalam hal ini peranan guru sangat penting disini dan akan mempengaruhi keberhasilan metode ini.

Sedangkan kelebihan dari model pembelajaran ini yaitu guru dapat dengan mudah mengetahui kemampuan siswa, melatih siswa cepat tanggap atas materi yang disampaikan karena diiringi gambar yang dibuat, mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran, siswa lebih berkonsentrasi serta mengasyikkan karena tugas yang diberikan guru berkaitan dengan pengetahuan sehari-hari yang berupa gambar, adanya saling berkompetisi antar kelompok dalam menghasilkan gambar sehingga suasana kelas semakin hidup. (mat1/zal)

Guru PAI SMP Negeri 1 Limpung

Author

Populer

Lainnya