Gerakan Literasi dengan Sabuk

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam dunia pendidikan peran guru sangat penting dalam pelayanan publik. Pelayanan publik yang dilakukan oleh guru antara lain melakukan Kegiatan Belajar Mengajar, evaluasi dan melengkapi administrasi. Peran guru selanjutnya yaitu mendidik dan mengajar peserta didik, salah satunya mengajari peserta didik membaca dan menulis sering disebut dengan kegiatan literasi.

Kegiatan literasi merupakan sebuah kegiatan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti peserta didik yang bertujuan agar peserta didik memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat. Kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan ketrampilan membaca. Kegiatan literasi ini merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah baik guru maupun peserta didik serta orang tua atau masyarakat untuk kemajuan pendidikan.

Berdasarkan pengamatan siswa kelas VI di SDN Kenconorejo 03 Kecamatan Tulis Kabupaten Batang, tingkat minat baca dan menulis dalam hal ini disebut literasi peserta didik masih rendah. Peserta didik memandang kegiatan literasi merupakan kegiatan yang sedikit membosankan. Selain itu, terdapat beberapa peserta didik yang malas membaca sehingga menyebabkan mereka malas melakukan kegiatan literasi. Kegiatan literasi sebagai sarana penumbuhan budaya gemar membaca masih kurang optimal. Peserta didik lebih senang bermain daripada membaca sebuah buku. Minat baca peserta didik masih rendah sehingga bisa berdampak pada pengetahuan dan wawasan peserta didik yang terbatas sehingga hasil belajarnya pun rendah.

Baca juga:   Asyiknya Permainan Smart Sheet pada Materi Lembaga Keuangan

Permasalahan yang terjadi di atas memerlukan solusi pemecahan masalah, guru dapat berperan maksimal dalam memberikan pelayanan, dan memenuhi kebutuhan akan pendidikan pada peserta didik. Oleh karena itu perlu membuat suatu solusi untuk dapat meningkatkan minat baca peserta didik sehingga dapat meningkatkan kegiatan literasi yang pada akhirnya dapat memberikan dampak yang baik pada peserta didik dalam hal membaca dan menulis.

Salah satu solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan membuat pojok baca di dalam kelas. Pojok baca merupakan suatu sudut di dalam kelas yang disediakan untuk membaca para peserta didik. Buku-buku yang terdapat dalam pojok baca merupakan buku-buku yang bukan buku pelajaran, bisa berupa buku cerita atau buku pengetahuan yang lain. Pojok baca ini dapat dibuat semenarik mungkin dan membuat nyaman bagi peserta didik. Pojok baca ini salah satu solusi bagi sekolah yang belum memiliki perpustakaan tetapi tetap dapat meningkatkan minat baca para siswa.

Pemanfaatan pojok baca rutin dilakukan setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan tersebut diberi nama “Sabuk” yakni sarapan buku. Di mana peserta didik membaca buku-buku yang tersedia di pojok baca 15 menit sebelum pembelajaran. Setelah itu guru menunjuk salah satu peserta didik untuk menceritakan kembali apa yang sudah dibaca. Melalui sudut baca ini diharapkan peserta didik selain dapat meningkatkan minat baca juga mampu menambah wawasan serta melatih daya ingat mereka. Sehingga dari satu kegiatan guru dapat mendapat beberapa manfaat yang berguna bagi peserta didik. (mat2/ton)

Baca juga:   Strategi Guru Menghadapi Pembelajaran IPA di Masa Pandemi Covid-19

Guru Kelas VI SDN Kenconorejo 03 Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya