Setor Membaca dan Menyanyi bagi ABK

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dunia pendidikan setelah adanya petunjuk “pendidikan untuk semua” sekolah tidak boleh menolak apabila ada siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memilih sekolah di mana kita mengabdi. Sedikit terbersit rasa bagaimana caranya menangani apabila ada siswa ABK.

Tetapi untuk ABK yang bisa sekolah di umum perlu diperhatikan kondisi dari ABK tersebut, mengenai ke khususan yang dimilikinya. Seperti sekolah tempat penulis mengajar ada ABK yang mempunyai kekhususan yaitu tunarungu dan tunawicara jadi tunaganda. Sebetulnya untuk tunawicaranya belum permanen kemungkinan karena tidak ada kebiasaan untuk diajak banyak bicara jadi suaranya sedikit lamban.

Apabila ABK sekolah di pendidikan umum memang ada sedikit kendala dalam hal pemberian materi, atas pemahaman ABK yang terkadang sulit untuk guru bidang studi. Penulis alami banyak keluhan dari guru mapel, terkait bagaimana harusnya melayani ABK karena kondisi dan keadaan dari ABK tersebut. Memang bagi guru yang mengajar di kelas ABK harus mempunyai cara tersendiri agar materi yang disampaikan dapat diperoleh oleh semua siswa termasuk yang ABK.

Baca juga:   Metode Role Playing Tingkatkan Percaya Diri pada Siswa

Adanya keluhan dari guru, selaku guru BK mencoba untuk membiasakan membaca walaupun terbata-bata dan kurang jelas agar ABK dapat berlatih membaca sehingga bisa melatih untuk bicara sedikit jelas.

Pembiasaan ini dilakukan waktu istirahat. ABK datang ke ruang BK sesuai kesepakatan, cukup waktu 5 menit dilakukan tetapi rutin harus membaca. Memang ada kendala dalam suara yang keluar, tetapi dengan harapan kebiasaan mungkin suara yang keluar nantinya diharapkan lebih nyaring. Karena suara dari ABK tunarungu dan wicara cenderung berat karena suara ada di tenggorokan.

Sebetulnya tujuan dari perilaku ini agar ABK apabila dalam kelas ada guru yang memberikan untuk membaca bacaan paling tidak dia sudah paham bagaimana harus melakukan cara membacanya.

Selain itu teknik lain adalah untuk menyanyi, ABK menyanyi yang dia bisa walaupun dengan vokal yang salah diharapkan keluar suara. Bisa dibayangkan ABK tunarungu yang jarang mendengar lagu-lagu, tetapi sebenarnya paham akan lagu yang ada. Betapa sulitnya ABK untuk mengeluarkan suara bernyanyi karena takut salah.

Baca juga:   Memahami Ayunan dengan Praktikum

Adanya teknik ini melatih ABK untuk dapat mengeluarkan suara dengan vokal dan lirik sesuai dengan yang ABK tahu. ABK tidak dituntuk untuk benar tetapi dituntut untuk mengeluarkan suara.

Yang kita tahu ABK kebanyakan bersifat sensitif untuk menumbuhkan rasa percaya diri mereka adalah selalu menilai perkembangan yang diperoleh dari yang ABK lakukan.

Dengan perlakuan membaca dan menyanyi diharapkan ABK dapat percaya diri sehingga dalam berkumpul dengan temannya tidak minder karena kekurangannya.

Sebagai guru BK mungkin bisa menjembatani antara ABK dengan guru bidang studi sehingga ABK tidak terlalu jauh ketinggalan dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh guru di kelas. Tetapi perlu diingat bahwa ABK tidak sama dengan siswa yang lain maka perlu perlakuan khusus atau adanya pembeda dalam memberikan layanan.

Sehingga ABK tidak merasa sendirian tetapi merupakan bagian dari anggota di kelasnya. Dalam arti dengan kondisi yang lain tetapi diperhatikan sama seperti siswa yang lain. (srd2/lis)

Guru Bimbingan Konseling SMA Negeri 3 Demak

Author

Populer

Lainnya