Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika melalui Lidi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, – Di internet banyak hal yang bisa kita pelajari dan dapat gunakan untuk menambah wawasan. Materi matematika yang diajarkan di kelas XI banyak kita jumpai di internet. Tetapi siswa di SMA Negeri 2 Wonogiri khususnya kelas XI IPS yang penulis ampu, fasilitas yang diperbolehkan dibawa ke sekolah seperti HP dan laptop belum dimanfaatkan secara maksimal. Di waktu luang anak-anak asyik buka HP hanya untuk melihat Youtube, main game dan yang lainnya.

Akhir-akhir ini kita sering dihadapkan dengan istilah literasi. Ada Gerakan Literasi Nasional (GLN), Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Istilah literasi hampir setiap hari bisa ditemui di media cetak atau daring. Mendikbud (2017) menyatakan bangsa yang maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak.

Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat, memiliki peradaban tinggi, dan aktif memajukan masyarakat dunia. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21 melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, sampai masyarakat.

Penguasaan enam literasi dasar yang disepakati oleh World Economic Forum pada tahun 2015 menjadi sangat penting tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua dan seluruh warga masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial dan literasi budaya dan kewargaan.

Baca juga:   Metode Card Shot Tingkatkan Pemahaman Kisah Keteladanan Nabi Musa a.s

Yang dimaksud Lidi di sini singkatan dari literasi digital. Pengertian literasi digital menurut Paul Gilster dalam bukunya Digital Literacy (1997 adalah kemampuan memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer.

Sedangkan Bawden (2001) berpendapat literasi digital lebih banyak dikaitkan dengan keterampilan teknis mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan informasi.

Pemanfaatan sumber belajar dari internet termasuk salah satu dari kegiatan literasi digital. Literasi digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran matematika. Contohnya jika untuk pertama kalinya kelas akan mempelajari materi limit, maka siswa diminta mencari definisi limit atau pengertian limit secara daring melalui android yang mereka miliki.

Setelah itu beberapa siswa diberi kesempatan menyampaikan definisi atau pengertian limit berdasarkan apa yang telah mereka temukan melalui android di internet. Kemudian mereka mendiskusikan definisi atau pengertian limit yang telah disampaikan dan menarik kesimpulan. Demikian pula ketika suatu materi sudah dipelajari maka guru dapat meminta siswa mencari contoh soal sesuai materi yang dipelajari dan diminta untuk mengerjakannya.

Baca juga:   Asyiknya Belajar IPS Menggunakan Pembelajaran Snowball Throwing

Pemakaian android tentu saja harus diarahkan dan dipantau oleh guru. Bisa jadi kita meminta siswa mencari suatu definisi atau pengertian suatu materi, tetapi siswa justru membuka hal-hal lain.

Guru harus tegas dan memantau siswa dengan jeli. Guru juga harus memberikan kesempatan kepada siswa yang ingin bertanya tentang materi atau contoh soal yang telah dipelajarinya melalui internet. Jangan sampai pemanfaatan sumber belajar dari internet menghilangkan interaksi antara guru dan siswa di kelas.

Intensitas penerapan dan pemanfaatan literasi digital dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu indikator literasi digital di sekolah berbasis kelas.

Pembelajaran matematika yang menerapkan literasi digital di kelas dapat mendukung GLN dan matematika akan terasa lebih bermakna. Hal ini tentunya didukung tingkat pemahaman guru dalam penggunaan media digital dan internet dalam pembelajaran matematika di sekolah. (srd2/lis)

 

Author

Populer

Lainnya