Mudah Pahami Bacaan Alquran dengan Puzzle Jigsaw          

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Anak usia 12 tahun (kelas 6) merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak ke masa remaja. Kelas tertinggi di sekolah dasar. Merasa paling pinter, paling besar, paling lama di sekolah, sehingga terkadang susah untuk dinasihati. Termasuk dalam proses pembelajaran ketika menurut mereka kurang menarik. Apalagi sudah semester 2, mulai diadakan pemadatan materi yang akan diujikan. Mereka harus datang lebih awal dan pulang lebih siang dibanding kelas-kelas di bawahnya. Mereka suka mengeluh capek, ngantuk dan merasa jenuh, sering minta izin kepada guru untuk ke kamar kecil. Padahal mereka hanya berkeliling sekolah untuk mengatasi kebosanan terhadap materi pelajaran yang terkadang dirasa sulit dan susah dipahami.

Untuk memberikan suasana yang berbeda di kelas dan mengatasi kejenuhan, maka penulis berinisiatif melakukan pembelajaran di luar kelas (outing clas). Metode yang digunakan untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri Pudakpayung 01 adalah puzzle jigsaw.

Metode ini mengajak siswa untuk menyusun potongan-potongan ayat beserta artinya dalam surah Al Maidah ayat 2 dan 3 serta surah Al Hujurat ayat 12 dan 13 yang ditulis dalam kertas asturo dengan ukuran yang sama, sehingga menjadi urutan yang benar sesuai bacaan dalam Alquranul Karim.

Baca juga:   Mudahkan Pembelajaran Daring dengan E-Learning

Selain menyusun potongan ayat dalam surat Al Maidah dan Al Hujurat beserta artinya, siswa juga dituntut menjawab pertanyaan kode puzzle yang telah disusun.

Puzzle jigsaw merupakan metode pembelajaran kolaborasi antara permainan puzzle dengan metode kooperatif model jigsaw.

Menurut Adenan (1989 : 9) puzzle dan games adalah materi untuk memotivasi diri secara nyata dan merupakan daya tarik yang kuat. Puzzle dan games untuk memotivasi diri karena menawarkan sebuah tantangan yang dapat secara umum dilaksanakan dengan berhasil.

Sedangkan menurut Tarigan (1986 : 234) pada umumnya para siswa menyukai permainan dan mereka dapat memahami dan melatih cara penggunaan kata-kata, puzzle, crosswords, anagram dan palindron. Sedangkan jigsaw adalah salah satu metode pembelajaran yang mengutamakan kerja sama tim dalam memecahkan masalah.

Langkah-langkah penerapan metode puzzle jigsaw sebagai berikut: siswa dibagi menjadi beberapa keompok induk, setiap anggota kelompok mendapat kartu warna. Kemudian siswa yang mendapat kartu yang berwarna sama bergabung menjadi kelompok baru yang disebut kelompok ahli. Setiap kelompok ahli mendapat sebuah puzzle dan menyusunnya. Kelompok yang telah berhasil menyusun puzzle, berhak mengambil kartu soal dan menjawab pertanyaan yang ada pada kartu soal  tersebut. Siswa kembali ke kelompok induk dan melaporkan apa yang telah di dapat dari kelompok ahli. Kelompok ahli bertugas menjawab pertanyaan yang dibagikan guru berdasarkan pengetahuan yang didapatkan dari kelompok ahli. Melaporkan hasil kerja kelompok induk di depan teman-temannya

Baca juga:   Menulis Huruf Hijaiyyah Menyenangkan dengan Tanah

Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Melalui metode ini siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Lebih kreatif, melatih cara berpikir tingkat tinggi, menguatkan hafalan dan belajar bekerja sama dengan teman.

Penerapan metode ini disamping memudahkan anak dalam memahami materi juga bermanfaat untuk mengembangkan kapasitas anak dalam mengamati dan melakukan percobaan. Membedakan bagian-bagian dari surah Al Maidah dan surah Al Hujurat dengan benar.

Dengan metode ini, materi surah Al Maidah dan Al Hujurat yang ayatnya cukup panjang dan sulit dihafalkan serta kurang diminati, kini disukai. Menjadikan mereka semangat, termotivasi, meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa terhadap materi bacaan Alquran. Karena lebih efektif dan menjadi lebih mudah dihafalkan  serta dipahami. (by2/lis)

 

Guru SD Negeri Pudakpayung 01

Author

Populer

Lainnya