Metode Belajar Tutor Sebaya Sangat Menguntungkan

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam proses belajar mengajar baik teori maupun praktik haruslah tercipta lingkungan belajar yang efektif dan kondusif agar pembelajaran berkualitas dan membuahkan hasil yang maksimal. Agar peserta didik termotivasi maka seorang guru harus dapat menjelaskan tentang pentingnya materi yang diajarkan serta meyakinkan bahwa materi tersebut tidaklah sulit. Kuncinya asal sering mencoba, mencoba dan mencoba terus, pasti bisa.

Namun untuk dapat mencoba dan mencoba lagi (drill) tentu membutuhkan waktu yang lama serta pelayanan yang ekstra keras bagi seorang guru praktikum mata pelajaran Prakarya. Karena seperti kita ketahui bahwa jam tatap muka Prakarya per minggunya hanya 2 jam pelajaran per 40 menit, jadi setiap pertemuan waktu belajar hanya 80 menit. Padahal materi yang diberikan adalah praktikum, salah satunya praktikum merajut atau menyulam yang terdapat pada aspek kerajinan kelas VII.

Metode belajar yang digunakan di SMP Negeri 1 Batang pada mata pelajaran Prakarya untuk materi praktikum merajut atau menyulam adalah metode tutor sebaya (peer teaching). Menurut Arjanggi dan Suprihatin (2010) tutor sebaya adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara memberdayakan siswa yang memiliki daya serap tinggi dari kelompok itu sendiri untuk menjadi tutor bagi teman-temannya yang belum paham terhadap materi atau latihan yang diberikan guru dengan dilandasi aturan yang telah disepakati bersama dalam kelompok tersebut sehingga terbangun suasana belajar kelompok yang bersifat kooperatif bukan kompetitif.

Baca juga:   Mengelola Hobi Perikanan untuk Membentuk Wirausahawan

Teknik pembelajaran dengan metode tutor sebaya yang dilakukan di SMP Negeri 1 Batang khususnya mata pelajaran Prakarya adalah sebagai berikut : Pertama, guru memberikan contoh (mempraktikkan) membuat produk kerajinan teknik merajut atau menyulam kepada semua peserta didik. Dari lima menit pertama sudah terlihat peserta didik mana yang mampu mempraktikkan dengan baik, lalu semakin bertambahnya waktu dan guru terus memberikan latihan (drill) ada beberapa peserta didik yang sudah menguasai. Dari beberapa peserta didik yang sudah menguasai materi inilah guru menjadikannya tutor untuk teman-temannya,

Kedua, kelas dibuat kelompok-kelompok kecil jumlah sesuai dengan jumlah peserta didik yang akan menjadi tutor kemudian guru memberikan rambu-rambu yang harus dikerjakan oleh tim tutor dan teman-teman yang akan dipandu. Ketiga, berikan mereka waktu untuk belajar bersama. Di sini biasanya terjadi komunikasi dalam kelompok dan lebih terbuka tentang kesulitan yang mereka hadapi. Jika terdapat peserta didik yang sangat kesulitan dalam mengerjakan praktik guru mengambil peran untuk mengajarinya. Keempat, setelah semua menguasai materi praktik peserta didik diarahkan untuk kembali ke tempat duduk semula dan guru memberikan motivasi bahwa tidak ada sesuatu yang sulit jika terus berusaha dan berlatih. Di akhir petemuan pertama guru mengingatkan agar di rumah berlatih lagi sampai bisa dan ahli.

Baca juga:   Pendidikan Anti Korupsi melalui Penanaman Nilai-Nilai Kristiani

 

Pada pertemuan kedua masih materi yang sama peserta didik sudah mulai percaya diri dan mandiri dalam menyelesaikan pekerjaanya. Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tutor sebaya merupakan pembelajaran yang mandiri karena peserta didik yang memiliki kemampuan lebih tinggi dapat membantu/menggantikan fungsi guru untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar. (mat2/ton)

 

Guru SMP Negeri 1 Batang

Author

Populer

Lainnya