Indahnya Berbagi dalam Pecahan

spot_img

RADARSEMARANG.ID,  Di dunia ini manusia tidak bisa hidup sendirian. Manasia lahir dan tumbuh dalam lingkungan. Maka sudah pasti akan tercipta interaksi yang membuat mereka saling berhubungan. Salah satunya tolong menolong dan berbagi.

Dalam lingkungan sekolah siswa juga diajarkan tolong-menolong dan berbagi kepada teman sebanyanya. Ketika kita berbagi kita jangan khawatir sesusatu yang kita bagikan itu akan habis. Sebab dalam tindakan terpuji ini Banyak manfaat yang bisa didapat. Di antaranya, dengan berbagi membuat perasaan menjadi lebih bahagia.

Hal serupa saya terapkan dalam pembelajaran tematik kelas 3 SD Negeri Wringingintung 01 Kecamatan Tulis kabupaten Batang, pada tema 5 yaitu Cuaca, anak belajar tentang berbagi. Utamanya dalam pemahaman bilangan pecahan. Selain mengajarkan untuk berbagi terhadap sesama, berbagi ini bisa diterapkan langsung dalam pembelajaran matematika pada pecahan dasar.

Mula-mula tiap anak disuruh untuk membawa makanan yang dibelinya di warung sekolah maupun bekal dari rumah. Tiap anak membawa sebuah makanan misalnya wafer, roti, sosis maupun makanan lainya. Kemudian makanan yang jenis dan ukurannya sama disatukan dalam kelompok. Misalnnya 5 anak yang membawa wafer dengan ukuran yang sama. Anak pertama wafer masih utuh, anak kedua wafernya dibagi dua sama besar, anak ketiga membagi wafernya menjadi tiga bagian, anak keempat membagi wafernya empat bagian dan anak kelima membagi wafernya menjadi lima bagian yang sama besar.

Baca juga:   Belajar Pecahan Sangat Efektif dengan Belah Semangka

Dari kelima anak tersebut disuruh mengambil masing-masing anak satu bagian dari potongannya, kemudian menyebutkan nama bilangannya serta menuliskanya ke dalam bentuk pecahan. Anak pertama mendapat 1/1 (dibaca satu per satu), anak kedua mendapat 1/2 (dibaca satu per dua atau setengah), anak ketiga mendapat 1/3 (dibaca satu per tiga atau sepertiga), anak ke empat mendapat 1/4 (dibaca satu per empat atau seperempat) dan anak kelima mendapat 1/5 (dibaca satu per lima atau seperlima).

Selesai membandingkan, anak kemudian disuruh berdiri berurutan dari mulai dari bagian makanan yang paling kecil hingga bagian makanan yang paling banyak. Sambil mengamati bagian masing-masing. Sementara teman yang lainya mengamati apakah yang dilakukanya sudah benar apa belum. Dari berdiri secara berurutan maka diperoleh hasil perbandingan makanan dari paling kecil hingga paling besar yaitu : 1/5, 1/4, 1/3, 1/2, dan 1/1.

Kemudian anak kembali berurutan dengan posisi terbalik dari terbesar hingga terkecil, maka akan diperoleh: 1/1, 1/2, 1/3, 1/4, dan 1/5. Anak akan lebih mudah memahiami pelajaran dengan belajar secara langsung (konkrit). Lingkungan bisa menjadi sumber belajar anak. Sehingga anak lebih memahami apa yang dipelajari.

Baca juga:   Terampil Berhitung Pecahan melalui Examples Non Examples

Kemudian anak disuruh mengamati setiap bagian dari yang sudah diambil oleh masing-masing anak tersebut untuk membandingkan besar dari tiap wafer yang ada. Anak pertama dibandingkan dengan anak yang kedua. Maka diperoleh wafer anak pertama lebih besar dari anak yang kedua. Kemudian ditulis menggunakan perbandingan 1/1 > 1/2 (dibaca satu per satu lebih besar dari satu per dua)

Selesai melakukan tugas masing-masing, anak menukarkan makanan kepada temanya yang lain. Dengan berbagi anak lebih bisa menghargai perbedaan, menjaga persatuan serta mempererat persaudaraan. (mat1/ton)

 

Guru Kelas III SD Negeri Wringingintung 01 Kecamatan Tulis Kabupaten batang

Author

Populer

Lainnya