Asyiknya Belajar Materi Perbandingan dengan Talking Stick

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DALAM pembelajaran bahasa Inggris ada berbagai model pembelajaran yang digunakan oleh para guru. Hal ini untuk menghindari kejenuhan siswa sehingga dapat dengan mudah memahami tujuan pembelajaran. Adakalanya para siswa kurang aktif dikarenakan model ceramah, hanya satu arah dan kurang melibatkan peran serta siswa dalam proses belajar mengajar (PBM).

Pada materi kelas X (sepuluh) di jenjang SMK semester genap, yaitu tentang comparison atau perbandingan, guru berupaya agar siswa dapat menerapkan fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait perbandingan kata sifat sesuai dengan bidang keahlian dan konteks penggunaannya. Serta dapat menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait perbandingan kata sifat dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.

Model pembelajaran talking stick, salah satu cara yang dapat membantu para siswa mempermudah belajar tentang perbandingan, karena dilakukan dalam suasana belajar yang santai dan sambil bermain. Strategi pembelajaran ini diharapkan dapat menghilangkan kejenuhan siswa dalam pelaksanaan KBM dengan menerapkan variasi strategi pembelajaran baru yang lebih inovatif dan menyenangkan. Serta dapat meningkatkan pemahaman materi perbandingan sehingga bisa mencapai hasil belajar yang maksimal. Model pembelajaran ini sederhana karena hanya dibutuhkan kerjasama yang baik antara siswa dan guru sehingga proses pembelajaran/KBM menjadi lebih interaktif. Talking Stick mendorong peserta didik untuk berani berbicara dan mengemukakan pendapat serta tegas dalam mengambil keputusan.

Baca juga:   Mencongak, Tingkatkan Motivasi Belajar Matematika

Langkah-langkah yang dilakukan dalam model pembelajaran dengan talking stick di pembelajaran perbandingan ini adalah sebagai berikut, 1) guru menyiapkan sebuah tongkat sebagai pertanda siapa nanti yang akan action atau berbicara sesuai instruksi guru. 2) Guru pertama-tama menyampaikan dan menerangkan materi pokok yang akan dipelajari yaitu materi tentang berbagai tingkat perbandingan dalam bahasa Inggris. Namun untuk mengefektifkan waktu dan agar para siswa tidak bingung dengan berbagai rumus pembentukan perbandingan dengan kata sifat, karena ada tiga tingkat perbandingan untuk pertemuan pertama fokus ke tingkat perbandingan pertama yaitu positive degree. Kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada buku pegangan/paketnya. 3) Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya, mempersilahkan siswa untuk tanya jawab dengan guru sampai siswa cukup jelas pemahamannya. Kemudian mereka diminta membuat beberapa kalimat yang menggunakan rumus perbandingan tingkat sama atau positive degree. Kemudian mereka menghafal kalimat-kalimat tersebut dan menutup bukunya. 4) Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa. Setelah itu, guru memberikan pertanyaan atau instruksi dalam proses KBM ini guru bisa meminta siswa menyampaikan kalimat-kalimat yang tadi telah dihafalnya. Untuk mengefektifkan waktu, satu kalimat saja yang disebutkan. Dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus melakukan instruksi guru atau menjawab pertanyaan guru tersebut.

Baca juga:   Memahami Materi Perbandingan Matematika dengan Metode Peer Teaching

Model ini bisa divariasikan dengan media musik untuk menentukan siapa yang akan mendapatkan instruksi atau pertanyaan dari guru. Caranya yaitu dengan menyetel musik atau lagu dari laptop yang dipasang speaker kemudian sambil musik diperdengarkan tongkat diserahkan ke siswa-siswa dan tongkat tidak boleh berhenti diserahkan ke siswa-siwa secara berdekatan. Lantas saat musik dihentikan oleh guru, siswa yang saat itu memegang tongkat yang mendapat bagian atau tugas menjawab pertanyaan dari guru atau melakukan instruksi dari guru. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru. 5) Kemudian guru memberikan kesimpulan atas PBM (Proses Belajar Mengajar) yang berlangsung dan juga evaluasi akan kesalahan-kesalahan yang perlu diperbaiki ke depan. 6) Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyampaikan materi yang akan datang yaitu materi tingkat perbandingan yang kedua dan ketiga, antara comparative dan superlative comparison. Rumusnya saling berkaitan, tidak sesederhana positive degree comparison atau tingkat perbandingan yang sama atau setara.

Model talking stick ini sangat mengasyikkan karena bisa fleksibel untuk materi apapun, walau ada rasa deg-degan dari semua siswa yang mengikuti PBM (Proses Belajar Mengajar) ini. Namun strategi ini membantu guru membuat suasana kelas hidup dan siswa lebih interaktif juga dapat mempermudah pemahamam tentang perbandingan. (mat2/ida)

 

Guru SMK Negeri 1 Batang

Author

Populer

Lainnya