Asah Writing Skills dengan Vlogger Project

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MENJADI guru zaman now, menuntut untuk selalu update and upgrade dalam mengajar. Update mengikuti kemajuan di era milenial dan upgrade berkemampuan untuk menggunakan segala kemudahan yang ditawarkan. Wujud nyata yang bisa dilakukan di kelas adalah menghadirkan gadget dan sosial media. Meski laksana pedang, gadget membutuhkan kehati-hatian dalam memanfaatkannya. Bersikap bijak menggunakannya sehingga bisa mendapatkan yang terbaik dari kecanggihan teknologi tersebut.

Gadget tak bisa lepas dari segala aplikasi di dalamnya. Salah satunya sosial media (sosmed) dalam keseharian siswa zaman now, melekat erat dan mendarah daging. Siswa berinteraksi dan bersosialisai dengan lingkungannya menggunakan sosmed. Meski begitu, pemanfaatan gadget dan sosmed ini bisa membentuk kebiasaan yang baik dalam melatih kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris yang sedang dipelajari.

Berbagai features ditawarkan gadget. Terutama fenomena menjadi seorang vlogger. Sedangkan vlogger project adalah salah satu alternatif metode yang bisa dilakukan untuk membantu siswa mengasah kemampuan speaking. Karena vlogging point-nya story telling, siswa diajak berkomunikasi, kemudian mempublikasikannya. Menyampaikan apa yang dilakukan dan sudah dilakukan bisa menjadi bahan untuk membuat sebuah vlog. Project ini akan menghasilkan sebuah media yang bisa dimaksimalkan dalam pembelajaran.

Baca juga:   Serunya Belajar Karakteristik Daerah dengan Metode PBL

Pelaksanaan pemberian vlogger project di SMP Negeri 3 Bonang dilakukan secara bertahap. Mulai dengan pembentukan kelompok terdiri atas dua atau empat orang. Kenapa harus dengan berkelompok? Tujuannya untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kerjasama dalam menyelesaikan masalah dalam tugas perdana siswa. Ketika siswa sudah terlatih menyeleseikan masalah, akan lebih siap ketika harus mengerjakan tugas secara mandiri. Dalam berkelompok, siswa diminta membuat guideline tentang apa yang akan disampaikan. Guideline tersebut sebagai petunjuk dan bantuan dalam menyusun kalimat. Karena vlogger project ini menggunakan bahasa Inggris, siswa perlu berkonsultasi dengan guru bagaimana bisa mengucapkannya dengan benar. Meski tidak seutuhnya dalam arahan dan bimbingan guru, tetap meningkatkan motivasi dan memberikan feedback untuk selalu menjaga semangat siswa. Langkah terakhir dari project ini yaitu mempublikasikannya, mengupload video yang sudah mereka buat ke dalam sosial media, bisa di facebook, instagram dan youtube. Buat kesepakatan dengan siswa untuk memilih sosmed. Tak lupa, apresiasi tiap karya yang siswa buat.

Karena project ini dipublikasikan dalam sosmed, respon dalam mengerjakan dan menyelesaikan tugas akan hidup. Membuatnya menjadi trending topic pastinya. Antarkelompok akan saling membicarakan hasil karya kelompok yang lain, mendiskusikan dan berupaya mencari apa yang menarik untuk dihadirkan dalam vlogger project mereka. Siswa berlomba menampilkan yang terbaik dan berkompetisi untuk berkreasi. Meski ada beberapa kelemahan. Kecenderungan saling mem-bully antarkelompok tidak bisa terelakkan. Respon negatif pasti ada dan yang bisa dilakukan hanya meminimalkan hal yang tidak baik terjadi. Tetaplah untuk saling mengingatkan untuk tidak merespon hal negatif. Selalu bijak dalam menggunakan sosmed dalam kehidupan.

Baca juga:   Pembelajaran Kreatif dan Inovatif di Tengah Pandemi

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, konsisten pemberian vlogger project. Ajak siswa membuat laporan tiap minggu tentang apa yang sedang mereka lakukan. Variasikan tema yang harus siswa buat. Memberikan kesempatan siswa untuk berkarya akan membuka lebar jiwa kreativitas. (pm1/ida)

Guru Bahasa Inggris SMPN 3 Bonang

Author

Populer

Lainnya