Belajar IPS Asyik dengan Mencari Pasangan

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Hasil pembelajaran muatan mapel IPS kelas V tema 7 pada kompetensi dasar mengidentifikasi faktor-faktor penting penyebab penjajahan bangsa Indonesia dan upaya bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya pada SD Negeri Wonokerso 01 Kecamatan Limpung, Batang sangat rendah. Terbukti dari 21 siswa yang mengikuti ulangan, ternyata hanya enam siswa atau sekitar 28,57% yang dapat mencapai hasil di atas KKM, sedangkan 15 siswa atau 71,43% belum mencapai KKM.

Pada waktu proses pembelajaran berlangsung masih banyak siswa merasa kebingungan dan merasa pasif. Berulang kali penjelasan diberikan, namun hanya ada beberapa yang mau menanggapi dan mengajukan pertanyaan. Sebagian siswa memang tidak menyukai pelajaran, khususnya muatan mapel IPS, yang menurut mereka menjemukan materinya.

Dengan adanya masalah ini, guru perlu mencari metode yang tepat dalam pembelajaran IPS. Salah satunya dengan mengaktifkan siswa untuk belajar dengan metode Index Card Match. Ini adalah salah satu model cooperative learning yakni mencari pasangan kartu. Model ini cukup menyenangkan digunakan untuk mengulangi materi pembelajaran yang telah diberikan sebelumnya. Guru menggunakan model ini dengan harapan siswa bisa belajar dengan senang, antusias, sehingga materi yang diberikan akan terus diingat. Tentunya hasil belajarnya menjadi lebih baik.

Baca juga:   Belajar IPS lebih Antusias dengan Team Quiz

Adapun langkah pembelajaran metode Index Card Match ini sebagai berikut: Pertama, guru membuat potongan-potongan kertas sebanyak jumlah siswa yang ada di dalam kelas. Kemudian membaginya menjadi dua bagian yang sama. Pada separo bagian ditulis pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan. Setiap kertas berisi satu pertanyaan. Pada separo kertas yang lain ditulis jawaban dari pertanyaan yang telah dibuat. Kedua, kocoklah semua kertas, sehingga akan tercampur antara soal dan jawaban. Setiap siswa diberi satu kertas. Ketiga, guru menjelaskan bahwa ini adalah aktivitas yang dilakukan berpasangan. Separo siswa mendapat soal dan separo siswa mendapat jawaban. Keempat, mintalah kepada siswa untuk menemukan pasangan mereka. Jika sudah menemukan pasangan, maka siswa duduk berdekatan dan guru menjelaskan juga bahwa mereka tidak boleh memberitahu materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain. Kelima, setelah semua siswa menemukan pasangan dan duduk berdekatan, mintalah kepada setiap pasangan secara bergantian untuk membacakan soal yang diperoleh dengan keras kepada teman-temannya yang lain. Selanjutnya soal tersebut dijawab oleh pasangannya. Keenam, guru mengakhiri proses ini dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan.

Baca juga:   Pentingnya Pendidikan Sekolah Dasar untuk Generasi Muda

Setelah pembelajaran dilaksanakan dengan metode kooperatif tipe Index Card Match ini, nilai siswa SD Negeri Wonokerso 01 Kecamatan Limpung, Batang mengalami peningkatan, yaitu dari 21 siswa sebanyak 18 siswa atau 85,71 % mencapai nilai di atas KKM. Walaupun pada pelaksanaan kelas menjadi sedikit gaduh, tetapi anak-anak sangat senang karena mereka merasa seperti sedang melakukan permainan. Ke depan guru harus mampu mencari cara kreatif untuk mengaktifkan siswa, sehingga proses belajar mengajar akan lebih menyenangkan. (ikd1/ton)

Guru SD Negeri Wonokerso 01 Kecamatan Limpung, Batang

Author

Populer

Lainnya