33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Lomba Cepat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan –ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang sembuh pun terus bertambah. Sudah mencapai 70 orang.

Hari-hari ke depan kita seperti menanti hasil lomba lari: mana yang lebih cepat. Pertambahan yang meninggal atau kemenangan yang sembuh.

Koran harian 人民日报 juga mengungkap data berikut ini. Dari seluruh korban yang ada hanya 0,6 persen yang di bawah umur 15 tahun.

Menurut Harian Rakyat itu yang terjangkit itu umumnya orang yang memang punya riwayat sakit yang terkait pernapasan.

Kian hari juga kian jelas: bagaimana proses penularannya. Penelitian terhadap pasien terus dilakukan.

Proses penularan utamanya terjadi lewat dua cara: pertama, terkena cairan yang berasal dari organ pernapasan. Cairan itu memercik dan menempel ke orang lain. Kedua, bersentuhan dengan anggota badan/pakaian penderita.

Contoh yang pertama adalah: dari bersin atau batuk. Ketika bersin atau batuk itu ada percikan cairan yang mengenai orang lain. Asal percikan dari batuk atau bersin itu pasti dari rongga pernapasan.

Contoh yang kedua adalah kalau kita salaman atau cipika-cipiki dengan penderita. Atau bersenggolan. Atau kontak badan seperti apa pun.

Artinya, virus itu tidak berterbangan ke sana ke mari lalu hinggap ke orang lain.

Karena itu kasus terbanyak yang tertular adalah anggota keluarga penderita sendiri.

Sedang yang bukan keluarga termasuk jarang. Misalnya sopir bus di Jepang. Yang baru saja mengantar rombongan turis dari Tiongkok. Ia terkena virus Wuhan lantaran terjadi kontak anggota badan.

Hanya saja, sejauh ini belum ada penderita di luar Tiongkok yang sampai meninggal dunia.

Menurut harian itu untuk penderita tingkat awal diperlukan perawatan selama seminggu. Tapi untuk yang sudah agak serius perlu perawatan dua minggu atau lebih.

Saya belum mendapat konfirmasi yang sembuh-sembuh itu diberi obat apa. Saya memang mendapat info dari Tiongkok tapi belum bisa dipegang kebenarannya. Yakni digunakannya hormon dan antibiotik. Hormon-lah yang mempercepat tumbuhnya sel-sel tubuh yang baru dan sehat. Sedang antibiotik –anda sudah tahu kegunaannya.

Juga belum jelas hormon jenis apa yang disebut-sebut itu.

Ibaratnya virus itu dihadapi dari dua arah: tubuh diperkuat dan virus diperlemah. Tapi jangan dulu informasi ini dipegang. Saya masih terus menunggu konfirmasi dari sana.

Berita optimis lainnya: WHO tidak menganjurkan diadakannya evakuasi orang-orang asing yang ada di Hubei. Badan kesehatan dunia itu optimistis dengan keseriusan pemerintah Tiongkok dalam menangani virus ini.

Memang banyak negara yang mulai mengevakuasi warga mereka. Jepang dan Korea sudah mengirim pesawat khusus ke Wuhan.

Sedang Singapura memilih mengeluarkan aturan baru: siapa pun yang mendarat di Singapura diperiksa. Apakah mereka dari Hubei atau pernah ke Hubei atau pernah lewat Hubei dalam 14 hari terakhir.

Kalau jawabnya ‘ya’ mereka harus masuk karantina selama 14 hari. Tidak peduli mereka sudah terkena virus atau belum. Tidak peduli warga negara mana pun.

Kalau dalam 14 hari mereka baik-baik saja barulah boleh masuk Singapura.

Bagi yang tidak jujur, lalu ketahuan –apalagi ternyata terkena virus– akan didenda Rp 110 juta.

Memang seseorang terkena virus atau tidak baru diketahui 14 hari kemudian. Atau sebelum itu.

Misalnya seseorang terkena virus Wuhan. Tapi belum menunjukkan gejala sakit berarti virus itu masih dalam masa inkubasi. Dalam masa seperti itu virus tersebut belum bisa menular ke orang lain.

Virus Wuhan ini, tulis Harian Rakyat itu, tidak sama dengan virus SARS di tahun 2003 dulu. Tapi sangat mirip. Kemiripannya mencapai 85 persen.

SARS dulu asalnya dari luwak. Sedang virus Wuhan ini dari ular. Tapi dua-duanya bersumber dari satu binatang: kelelawar.

Dalam kasus SARS virusnya dari kelelawar ke luwak lalu ke manusia. Dalam kasus Wuhan virusnya dari kelelawar ke ular lalu ke manusia.
Kini Tiongkok melarang keras penjualan binatang-binatang liar seperti itu. Dendanya sangat besar.

Bicara kelelawar saya jadi ingat rumah saya di Surabaya. Tiap pagi banyak terlihat kotoran kelelawar di lantai musola. Yang letaknya di gasebo halaman belakang.

Istri saya meminta agar Pak Man mengusir kelelawar itu selamanya. Saya melarangnya. Saya adalah penggemar lagu ‘Kelelawar Sayapnya Hitam’ dari Koes Ploes.

Setelah meledak kasus Wuhan ini saya minta maaf pada istri. Tapi sarang kelelawar itu ternyata sudah lama hilang. Mungkin selama ini Pak Man ternyata lebih mendengar ucapan istri saya. Toh saya pergi terus.

Mungkin juga karena musim mangga sudah lama berlalu. Rupanya empat pohon mangga di halaman saya jadi daya tarik kelelawar. Ditambah empat pohon mangga lagi di luar pagar.

Saya juga jadi ingat luwak di desa saya di Magetan. Waktu kecil dulu saya sering ikut berburu luwak. Yang suka bersembunyi di dalam rumpun bambu berduri.

Luwak itu menjadi musuh orang desa –suka mencuri ayam di pekarangan. Ayam itu sudah berbulan-bulan dipelihara. Begitu besar dimakan luwak.

Waktu kecil saya juga suka ke bawah pohon mangga di halaman tetangga. Khususnya di waktu subuh. Itulah saat yang tepat untuk berburu mangga yang jatuh ke tanah. Yakni mangga yang sebagiannya sudah dimakan kelelawar. Terutama bagian yang dekat dengan tangkai. Yang membuat mangga itu jatuh.

Mangga yang jatuh karena dimangsa kelelawar adalah mangga yang pasti manisnya: cukup tuanya.

Kini saya kagum dengan masa lalu itu. Makan sisa-sisa kelelawar kok ya sehat-sehat saja. Padahal, dari kacamata virus Wuhan ini, itu bahaya sekali. Pasti ada sisa-sisa air liur kelelawar di buah itu. Apalagi mangga itu langsung saya makan begitu saja –tanpa dicuci atau dikupas.

Mungkin suhu udara Indonesia yang tropik membuat virus tersebut tidak bisa berkembang. Iklim di negara kita kelihatannya lebih memungkinkan jenis virus lain yang berbiak pesat.

Misalnya virus jiwascoronasraya. (Dahlan Iskan)

Berita sebelumyaMakan Menko
Berita berikutnyaWajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Kukuhkan Gema Setia 19 Kecamatan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Keberhasilan pembangunan kesehatan ditentukan oleh tinggi rendahnya Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Anak Balita. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten...

Petar dan Conteh Direkrut

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS akhirnya memutuskan untuk merekrut dua legiun asing yaitu bek tengah asal Serbia, Petar Planic dan breaker asal Sierra Leone, Ibrahim...

Tergiur Bisnis BBM, Eks Dewan Tertipu Rp 390 Juta

SEMARANG-Pengusaha yang juga mantan anggota DPRD Kota Semarang periode 2009-2014, Yanuar Muncar Riyanto, ketiban sial. Ia diduga ditipu oleh rekan bisnisnya berinisial AAS. Diduga...

Culik dan Peras Residivis

BATANG - Polres Batang berhasil menangkap enam pelaku tindak kejahatan penculikan disertai kekerasan yang terjadi pada Minggu (2/4) lalu di Desa Pasusukan, Kecamatan Bawang....

Dua Pemain Timnas Segera Merapat

SEMARANG- Tim Futsal Jateng sukses maju ke babak delapan besar AFP Futsal Championship 2017 usai pada matchday terakhir fase grup B mengalahkan tim Lampung...

Xingpake Terbesar di Dunia

Saya bukan penggemar kopi. Tapi saya harus masuk warung kopi satu ini. Demi disway. Di dekat show room Tesla. Di Shanghai. Orang Tiongkok menyebut warung...