Mempraktikkan Model Pembelajaran Teks Report dengan Teknik Jigsaw

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Teks Report adalah salah satu genre atau teks fungsional pendek yang dipelajari siswa SMP di kelas 9 semester 2. Model Discovery learning mengarahkan setiap siswa untuk mencari tahu dan kemudian menyimpulkan sendiri hal-hal yang telah dipelajari dengan mengorganisasikan data atau temuan yang ada. Beberapa teknik pembelajaran yang bisa digunakan untuk mengajar pun telah dicoba oleh guru Bahasa Inggris di SMPN 3 Patebon. Teknik yang dimaksud adalah Jigsaw

Pertama, guru memberikan penjelasan awal mengenai definisi dari teks report. Guru bisa mempraktikkan teknik ini untuk mengajarkan fungsi sosial, struktur teks, serta unsur kebahasaan dalam sebuah teks Report. Guru Bahasa Inggris bisa menggunakan teknik ini secara berulang untuk membahas teks Report yang berbeda.

Kedua, guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang berisi siswa yang memiliki tingkat kemampuan yang heterogen. Paling tidak ada tingkatan kemampuan yang sama untuk tiap kelompok. Tiap-tiap anggota kelompok yang disebut kelompok asal ini masing-masing diberikan satu materi atau sub bahasan yang berbeda. Mereka diwajibkan untuk mempelajari atau memecahkan tiap sub bahasan yang harus diselesaikan.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Geografi dengan Model Discovery learning

Ketiga, untuk memudahkan masing-masing anggota kelompok dalam menyelesaikan tugas, tiap-tiap anggota dari masing-masing kelompok yang memiliki tugas yang sama bertemu dalam kelompok ahli. Para siswa yang memiliki tugas yang sama lalu bersama-sama dalam kelompok ahli membahasnya dalam waktu tertentu. Guru harus memberikan cukup waktu supaya kelompok ahli bisa menyelesaikan tugas mereka secara baik dan tepat waktu. Penggunaan kamus manual maupun elektronik ataupun juga menggunakan android bisa sangat membantu siswa untuk menemukan kosakata yang dianggap sulit bagi mereka. Guru juga harus memastikan tiap anggota dari kelompok ahli melaksanakan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab.

Keempat, siswa yang telah berdiskusi dalam kelompok ahli akhirnya kembali ke kelompok asal mereka. Di kelompok asal, mereka bertugas untuk menjelaskan materi atau sub bahasan yang tadi telah didiskusikan bersama kelompok ahli mereka masing-masing. Biasanya melakukan tutor sebaya lebih efektif dilakukan dariapada hanya harus selalu mendengarkan penjelasan guru.

Setelah semua anggota kelompok ahli menjelaskan pada kelompok asal mereka, saatnya untuk membuat kesimpulan. Masing-masing kelompok lalu menyelesaikan tugas tertulis atau kuis yang diberikan oleh guru. Saat semua telah siap, tiap-tiap kelompok bisa menempelkan hasil kerja kelompok mereka di dinding kelas dimanapun mereka pilih. Setiap kelompok harus menunjuk satu orang sebagai juru bicara untuk menjelaskan hasil kerja/diskusi kelompok mereka.

Baca juga:   Tembang Macapat Tingkatkan Unggah-Ungguh Siswa

Terakhir, dilaksanakan kunjungan ke kelompok lain. Dalam kunjungan tersebut tiap kelompok member komentar atas hasil diskusi kelompok yang dikunjungi. Hal itu pasti lebih mudah dilakukan mengingat tadi semua kelompok telah menyampaikan hasil kerja mereka dan kelompok lain juga telah mendengarkan dengan seksama penjelasan kelompok lain. Guru mengawasi jalannya kegiatan presentasi dan kunjungan untuk kemudian bersama-sama di akhir kegiatan pembelajaran melakukan refleksi dan membantu siswa mengambil kesimpulan yang sama apabila masih terdapat perbedaan pendapat. (st2/ton)

Guru Bahasa Inggris SMPN 3 Patebon

Author

Populer

Lainnya