Penguatan Pendidikan Karakter melalui Discovery Learning

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PROGRAM Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi salah satu upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan lulusan. Program berbasis zonasi ini berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skitls {HOTS). Salah satu model pembelajaran yang berorientasi HOTS adalah Model Discovery Learning. Model ini memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif sampai suatu kesimpulan. Discovery terjadi bila individu terlibat penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip, yang dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan inferensi (Cognitive process).

Sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilating concepts and principles in the mind (Fiobert B. Sund dalam Malik, 2001:219). Dengan model Discovery Learning penulis menemukan bahwa proses dan hasil belajar siswa meningkat dibandingkan pembelajaran sebelumnya.

Ketika Model Discovery Learning ini diterapkan pada kelas lain ternyata proses dan hasil belajar siswa sama baiknya. Manfaat model ini siswa lebih bergairah dan kreatif. Mempermudah proses pembelajaran. Terkontrolnya tingkah laku positif siswa. Menciptakan suasana kelas yang kondusif dan dinamis. Meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi guru: Memperluas wawasan, Meningkatkan profesional kerja. Meningkatkan peran guru sebagai Fasilisator. Memberikan motivasi bagi guru-guru yang lainnya. Memperbaiki kinerja guru dalarn proses pembelajaran PPKn. Seperti yang diterapkan di SMPN 3 Salatiga.

Baca juga:   Guru Sebagai Agen Pendidikan Karakter

Discovery Learning mengamanatkan penerapan pendekatan saintifik (5M) yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/ mengasosiasikan, dan mengkomuni kasikan. Lalu optimalisasi perim guru dalam melaksanakan pembelajaran abad 21 dan HOTS (Higher Order Thinking Skills). Selanjutnya ada integrasi literasi dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam proses belajar mengajar (PBM). Pembelajaran pun perlu dilaksanakan secara kontekstual dengan menggunakan model, strategi, metode, dan teknik sesuai dengan karakteristik Kompetensi Dasar (KD) agar tujuan pembelajaran tercapai.

Pembelajaran abad 21secara sederhana diartikan sebagai pembelajaran yang memberikan kecakapan abad 2l kepada peserta didik, yaitu 4C yang meliputi: Communication, Collaboration, Critical Thinking and problem solving, dan Creative and Innovative.

Masalah yang dihadapi terutama adalah belum terbiasanya siswa belajar dengan model discovery learning. Alasan klasik agar mendapat nilai ulangan yang baik guru selalu menggunakan metode ceramah, siswa pun merasa lebih percaya diri menghadapi ulangan (penilaian) setelah mendapat penjelasan guru melalui ceramah.
Untuk meyakinkan Discovery Learnng, dapat membuat mereka lebih menguasai materi pembelajaran, guru memberi penjelasan sekilas tentang apa, bagaimana, mengapa, dan manfaat belajar berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills HOTS). Pembelajaran model Discovery learning layak dijadikan praktik baik pembelajaran berorientasi HOTS karena dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah. Dengan penyusunan RPP secara sistematis dan cermat, pembelajaran dengan model pembelajaran Discovery learning yang dilaksanakan tidak sekadar berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan PPK, literasi, dan kecakapan abad 21. (*/zal)
Guru SMPN 3 Salatiga

Baca juga:   Pendidikan Karakter di Sekolah dan Pengaruhnya bagi Masyarakat

Author

Populer

Lainnya