33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kajen, Aristyawan. Kamis (12/12) kemarin.

Menurutnya selama tahun 2019 ini, Perempuan lebih banyak mengajukan cerai dibanding laki-laki, dan periode Januari hingga November 2019 tercatat ada 1.576 kasus cerai gugat dan 408 cerai talak.

“Jadi Pengadilan Agama Kajen Kelas 1 B mencatat ada 1.984 berkas perkara perceraian dengan rincian 1.576  kasus cerai gugat dan 408 cerai talak, artinya selama Januari hingga November 2019 ada 1.576 perempuan yang menggugat cerai suaminya, kalau cerai talak yang mengajukan laki-laki,” ungkap Aristyawan

Aristyawan juga mengatakan ujmlah perkara perceraian tahun 2019 ini, memang meningkat dibanding tahun lalu, tahun 2018 lalu ada 1.391 kasus cerai gugat dan 465 kasus cerai talak total 1.856, setiap tahun memang meningkat.

Menurutnya, Pengadilan agama selalu mengupayakan mediasi dan perdamaian bagi kedua belah pihak, namun sebagian besar gagal untuk rujuk dan mendapat putusan cerai.”Faktor penyebab perceraian karena madat 7 kasus,judi 6 kasus,meninggalkan salah satu pihak 441 kasus,dihukum penjara 1 kasus, KDRT 5 kasus, cacat badan 2 kasus,perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus 871 kasus,dan faktor ekonomi ada 436 kasus,” kata Aristyawan.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B, Mahmudin, menjelaskan bahwa angka perceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pekalongan, terus mengalami peningkatan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

“Perkara perceraian ASN mengalami peningkatan, dari tahun 2016 hingga tahun 2018. Pada tahun 2016 Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B telah memutus perkara perceraian bagi ASN sebanyak 29 perkara, tahun 2017 menjadi 45 perkara dan tahun 2018 sebanyak 50 perkara,” jelas Mahmudin. (thd/bas/ap)

Berita sebelumyaLangkah Kecil
Berita berikutnyaMakan Menko

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tinjau Pos Damkar Karangawen

DEMAK-Keberadaan pos pemadam kebakaran (damkar) di setiap kecamatan dinilai sangat penting. Selain dapat menunjang tugas pemadam, juga mempermudah koordinasi jika terjadi peristiwa kebakaran. Kepala Satpol...

Mengembangkan Budaya Religius di Sekolah

RADARSEMARANG.COM - PENDIDIKAN sejatinya merupakan proses pembentukan moral masyarakat beradab, masyarakat yang tampil dengan wajah kemanusiaan dan pemanusiaan yang normal. Artinya, pendidikan yang dimaksudkan...

Kelurahan Harus Selektif Keluarkan SKTM

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito meminta semua kelurahan di Kota Magelang untuk lebih selektif mengeluarkan surat keterangan tidak mampu (SKTM). Pasalnya,...

Kirab Budaya Dimeriahkan Artis Ibukota

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Sejumlah artis ibukota mengikuti kirab budaya peringatan HUT ke-1268 Kota Salatiga, Minggu (22/7). Limbad, Rena KDI, Ratna Antika, Eva Puka, Yogie...

Info Palsu Rekrutmen TNI

JawaPos.com – Beberapa hari terakhir beredar kabar rekrutmen anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Agak aneh, sih. Rekrutmen tersebut hanya dibuka untuk perwira rohaniwan. Janjinya,...

Bangunan Jadi Muspro, Pelayanan Kurang Optimal

RADARSEMARANG.COM - WAKIL Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, mengakui banyak rumah dinas lurah dan camat yang tidak ditempati. Padahal tujuan adanya fasilitas rumah...