33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Langkah Kecil

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...
Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki –satu anak kiai, satu lagi anak desa di pelosok gunung. Dan satu lagi keturunan Tionghoa.
Saya mengundang mereka makan malam.
Yang tiga orang ternyata sudah empat tahun kuliah di Hangzhou –kota yang jadi pusatnya Ali Baba dan tuan rumah Asian Games 2020.
“Tidak terbayangkan sekarang sudah 400 mahasiswa Indonesia kuliah di sini,” ujar Fandy Putra Limanto. Asal Surabaya. Alumni SMA St. Louis 1. Yang lagi menyelesaikan kuliah di jurusan tehnik sipil.
Tahun lalu Fandy menjabat Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hangzhou. “Awal saya di sini yang dari Indonesia tidak sampai 50 orang,” katanya.
Tentu makan malam itu ada udang di balik batunya: yang tiga orang itu dari pesantren keluarga kami –Pesantren Sabilil Muttaqin (PSM) Magetan.
Semacam untuk mengucapkan selamat belajar kepada anak sesama Magetan.
Saya begitu kaget ada anak Magetan kuliah di Tiongkok. Pertanda Magetan akan maju? Saya tidak pernah memberi anjuran apa pun.
Yang jilbab itu memilih kuliah jurusan bisnis: Sastyaveani Rhea Revansyah dan Dyah Ayu Kusuma Wardhani. Satu orang lagi –yang dari gunung itu– kuliah di jurusan teknologi software: Yusuf Muhammad Irfan.
Mereka itulah lulusan pertama SMA International Islamic School (IIS) PSM Magetan.
Awalnya dulu, saya hanya ingin mendirikan madrasah tingkat SD. Yang level internasional. Di Magetan. Di tengah 120 madrasah kami yang level lokal. Di kawasan Madiun-Kediri dan sekitarnya.
Setelah SD internasional itu berjalan lima tahun, orang tua murid berkumpul. Mengundang saya. Mereka mendaulat agar saya juga mendirikan SMP.
Alasan mereka: setelah lulus SD nanti ke SMP mana anak mereka. Tidak ada SMP sekelas itu di Magetan.
SMP pun terpaksa berdiri.
Dua tahun kemudian terulang. Orang tua yang sama kumpul lagi. Mendaulat lagi. Agar PSM mendirikan IIS tingkat SMA. Alasannya sama: tidak ada SMA di Magetan yang cocok untuk lulusan SMP IIS PSM.
Tiga orang itu termasuk lulusan pertama SMA itu. Yang diam-diam mendaftar ke Yayasan ITCC. Untuk mendapat beasiswa kuliah di Tiongkok.
Yayasan itu –kebetulan saya yang mendirikan– tahun ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya: mengirim 350 calon mahasiswa ke Tiongkok (termasuk ke Taiwan).
Malam itu kami ngobrol banyak hal. Terutama alasan masing-masing untuk kuliah di Tiongkok.
Ajra Ibraheem Maghfira Daud  sebenarnya sudah mendaftar ke Amerika Serikat. Ingin kuliah di New York. Ajra lulusan Pondok Modern Gontor, Ponorogo.
“Tapi saya ingin terjun ke bisnis,” kata Ajra.
Ternyata saya kenal ayahnya. Seorang ulama sufi. Ahli perbandingan agama. Yang juga lulusan Gontor. Yang kuliah di berbagai universitas di luar negeri. Termasuk kuliah di Universitas Vatikan, Roma. Atas beasiswa langsung dari Paus.
Kini Ajra sudah bisa membeli sepeda motor sendiri. Dari hasil bisnis informalnya di Hangzhou.
“Tapi mengapa rambut Anda panjang? Seperti anak muda masa kini?” tanya saya.
“Rambut Nabi Muhammad juga panjang,” jawabnya. “Bahkan semua nabi rambutnya panjang,” tambahnya.
Kelihatan sekali ia menguasai banyak hal di bidang agama.
Lain lagi dengan Awlya Fakhrunnisa. Selama empat tahun di Hangzhou dia hanya pulang dua kali.
“Waktu liburan saya pilih magang kerja di sini,” katanyi.
Awlya lulusan SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik, Jatim. Ayahnya pengusaha.
Kini sang ayah bersahabat dengan bos tempat putrinya magang. Punya hubungan bisnis pula. Kalau ayahnyi ke Hangzhou bertemu bosnyi. Kalau bosnyi ke Indonesia bertemu bapaknyi.
Kini mereka lagi membuat langkah-langkah kecil. Untuk masa depan yang panjang.(Dahlan Iskan)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Proyek Tol Bawen-Salatiga Terancam Molor

SEMARANG - Percepatan konstruksi jalan tol Semarang-Solo seksi III ruas Bawen-Salatiga terkendala musim hujan. Jika sepanjang Maret ini intensitas hujan masih tinggi, pengerjaan bakal...

Potensi Besar Tapi Miskin

WONOSOBO—Potensi ekonomi masyarakat Wonosobo sangat besar. Melihat dari sisi tata air, produktivitas pertanian, hingga semangat masyarakat dalam mengembangkan usaha, tak selayaknya Wonosobo mendapat gelar...

Fajar: Perbaikan Tunggu Anggaran

SEMARANG - Setelah sempat dikeluhkan para pedagang, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, turun langsung meninjau kondisi lantai satu Pasar Pedurungan yang digenangi...

Lega, Tuntaskan UNKP Seorang Diri

DEMAK- Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berakhir pada Kamis (6/4) kemarin. Hal itu mengundang kelegaan tersendiri bagi Siti Istiqomah, siswi SMK Al Kautsariyyah,...

Berburu Sensasi Infinity Pool

RADARSEMARANG.COM - BERAGAM Keindahan yang dimiliki Kota Semarang tidak hanya dapat dinikmati saat masyarakat berada di dekat lokasi, sensasi menikmati pemandangan sembari berenang di...

Jaga Asa ke Semifinal

BANDUNG-PSIS Semarang akhirnya sukses mewujudkan ambisi mereka untuk meraih kemenangan di laga kedua babak delapan besar Grup Y Liga 2. Tim berjuluk Mahesa Jenar...