Makam Leluhur Gus Dur Dipugar

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga merehabilitasi makam Kiai Abdul Wahid yang berada di Tingkir. Kiai Wahid adalah kakek KH Hasyim Asy’ari. Dan juga eyang canggah KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Biaya rehabilitasi dianggarkan Rp 200 juta dalam anggaran perubahan 2019. Semasa hidupnya, Presiden RI keempat Gus Dur sudah dua kali berziarah ke makam Kiai Wahid.

Dilansir dari radarsemarang.id, Kasi Destinasi dan Promosi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Salatiga Panji Hanief Gumilang menuturkan rehabilitasi makam sudah mendapatkan persetujuan dari ahli waris. “Saya sowan ke ahli waris yang merupakan pimpinan ponpes Tebuireng di Jombang. Dan kami sudah mendapatkan izin untuk rehab tersebut,” tutur Panji.

Rehabilitasi ini sekaligus menjadikan makam tersebut sebagai salah satu tujuan wisata religi di kota Salatiga. Terlebih Tingkir Lor sudah ditetapkan sebagai lokasi pengembangan wisata Kota Salatiga sejak 2015. “Semoga dengan penataan kawasan makam leluhur pendiri NU ini menjadi pengingat perjuangan para tokoh muslim,” jelas Panji yang juga dikenal dengan kolektor barang antik.

Tidak jauh dari lokasi makam, terdapat masjid kuno. Namanya Al Furdhola. Salah satu indikasinya adalah adanya aksara dalam mimbar yang bertuliskan 1300 hijriyah. Dengan demikian usia masjid lebih dari 100 tahun. Masjid ini berbentuk joglo yang masih asli dan lantainya dari batu.

“Konon, Kiai Wahid adalah bagian yang tidak terpisahkan dari laskar Diponegoro bersama Kiai Mojo dan Kiai Damarjati. Dan di masjid itulah, sering dilakukan pertemuan penting laskar Diponegoro,” imbuh Panji.

Rombongan keluarga pada Sabtu (26/10) lalu datang ke kota Salatiga. Rombongan dipimpin KH Agus Fahmi Amrullah (cucu KH Hasyim Asy’ari) bertemu dengan wali kota. Rombongan kemudian menuju ke makam KH Abdul Wahid yang berada di Tingkir. “Kami dari keluarga Tebu ireng turut mendoakan agar kegiatan ini diberi kelancaran,” tutur KH Agus Fahmi Amrullah. (sas/ton/ap)

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This

- Advertisement -