Buku Fiksi Tumbuhkan Literasi Siswa

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BANYAK manfaat dari membaca buku yaitu sebagai media dalam mengembangkan imajinasi dan kreativitas untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Semakin banyak membaca buku, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan. Buku merupakan jendela dunia, Mengapa? karena buku membuka wawasan yang sangat luas untuk mendapatkan berita tentang dunia, alam semesta, maupun imajinasi.

Buku menyuguhkan berbagai gambar dan warna untuk menambah rasa ingin tahu baik anak maupun orang tua, mereka akan membayangkan apa yang ada dalam buku yang dibaca.
Ada beberapa jenis buku yang kita kenal misalnya buku fiksi. Buku ini adalah prosa naratif yang bersifat imajinatif atau karangan nonilmiah dari penulis dan bukan berdasarkan kenyataan. Dengan kata lain, fiksi tidak terjadi di dunia nyata dan hanya berdasarkan imajinasi atau pikiran seseorang. Berawal dari buku fiksi inilah anak dapat tertarik untuk membaca. Tiada orang di dunia ini yang sukses tanpa membaca. Membaca juga menjadi sarana untuk menuntut ilmu pengetahuan. Untuk itu, membaca perlu dibiasakan sejak dini.

Semakin sering kita membaca akan semakin luas wawasan yang kita peroleh. Membaca tidak harus buku ilmiah seperti Matematika, Biologi, Bahasa Inggris, fisika, Sejarah, Ekonomi dan lain sebagainya. Namun buku cerita seperti cerpen, novel, majalah ataupun yang lain boleh saja untuk dibaca. Buku tersebut juga memiliki manfaat dan informasi seperti halnya buku-buku ilmiah. Namun, sebagian dari buku tersebut memiliki informasi yang tidak tersampaikan secara langsung tetapi dapat diambil nilai-nilai kehidupannya.

Baca juga:   Kembangkan Kemampuan Literasi Siswa dengan Pojok Baca

Sangat disayangkan, dalam era seperti ini jarang kita temukan masyarakat yang gemar membaca terutama minat baca pelajar, tentu ini akan berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia, sehingga masyarakat Indonesia akan sulit bersaing dengan negara lain.

Di sisi lain alangkah baiknya orang tua meluangkan waktu saat anak belajar untuk sekadar menemani. Hal ini dapat menumbuhkan rasa senang anak karena merasa diperhatikan dan tumbuh semangat belajar anak. Orang tua sebaiknya jangan terlalu banyak menuntut kepada anak. Di sela waktu senggang, berilah anak sebuah buku fiksi yang tidak berkaitan dengan pelajaran. Kemudian baca bersama-sama, biarkanlah anak santai membaca sebagai kegiatan refreshing dari belajar. Orang tua juga dapat memberikan buku sebagai hadiah dari prestasi anak yang baik. Dengan begitu, anak akan merasa senang dan mencintai buku karena buku adalah sesuatu yang berharga baginya.

Pembiasaan dan pembelajaran literasi di SMPN 2 Bojong adalah tanggung jawab semua guru di semua mata pelajaran yang dilakukan 30 menit sebelum pembelajaran dimulai. Pembelajaran di dalam mata pelajaran apapun membutuhkan kegiatan membaca dan menulis, terutama mata pelajaran Bahasa Indonesia yang langsung berhubungan dengan kegiatan pada KD 3.3. Mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi cerita fantasi yang dibaca dan didengar. Kompetensi dasar ini membahas tentang cerita fiksi yang berhubungan dengan pembiasaan (literasi). Penugasan siswa dalam pembelajaran tidak harus mengerjakan soal tetapi membaca untuk beberapa halaman sebagai tugas di rumahnya.

Baca juga:   Penerapan Kontrak Membaca Jurus Jitu Penguatan Literasi Siswa

Guru juga dapat memotivasi kepada anak tentang betapa menyenangkannya membaca. Minta anak untuk menyelesaikan satu buku saja dari perpustakaan setiap satu atau dua minggu, dan hasilnya dilaporkan pada guru. Jika hal ini dilakukan secara rutin, anak akan terbiasa membaca dan akan menyadari kalau membaca itu menyenangkan. Dengan demikian, minat anak untuk membaca akan tumbuh.Pemberian penghargaan bagi siswa yang mampu menyelesaikan kegiatan membaca buku dalam waktu singkat serta dapat menceritakan kembali isi buku dihadapan temannya maka akan mendapat nilai tambahan dai guru pengampunyu. Diharapkan dengan kegiatan sederhana tersebut minat baca siswa melalui kegiatan literasi sekolah akan berangsur menjadi pembiasaan siswa yang semakin positif. (*/zal)
Guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Bojon, Kabupaten Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya