Pembiasaan Siswa Bentuk Akhlak Mulia

spot_img

RADARSEMARANG.ID, AKHLAK siswa akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Banyak anak ikut geng-geng kebebasan, tidak komunikatif dengan orang tua, bahkan kurang sopan/kurang hormat terhadap gurunya. Banyaknya kasus sosial, mengidentifikasikan merosotnya akhlak atau moral siswa. Namun sebagai guru dan kepala sekolah, harus memiliki rencana strategi dan metode untuk membentuk peserta didik berakhlak mulia.

Indikator pembiasaan sekolah mewujudkan pendidikan karakter, dalam hal ibu sebagai guru dan madrasah pertama bahkan kurikulum utama. Dalam Alquran menegaskan bahwa peran seorang ibu sangat dibutuhkan pada pembelajaran usia dini. Ibu inilah yang memberikan kasih sayang juga pembiasaan di rumah maupun sekolahan. Terkait dengan profesi guru yang berada di sekolahan, penanaman iman, mental, spiritual, kesopanan dalam perbuatan maupun bahasa komunikasinya, terprogram pada pembiasaan harian dari pagi sampai siang, kegiatan pembisaan mingguan bahkan pembiasaan kegiatan bulanan di sekolah.

Pagi hari, para guru berdiri di pintu gerbang siap menyambut kedatangan peserta didik dengan penuh keceriaan selalu mengucap salam, siswa mencium tangan atau berjabat tangan dengan para guru. Lonceng berbunyi pertanda masuk langsung baris, guru sudah di depan barisan yang tertib dan paling lurus. Guru memeriksa kuku dan gigi supaya tetap bersih juga melihat kerapian dalam memakai baju.  Ketika berada di kelas doa bersama dipimpin ketua kelas, dilanjut asmaul husna dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan berdiri sikap sempurna. Siang harinya salat dhuhur berjamaah di musala dengan diikuti guru kelasnya dan tenaga non kependidikan yang piket.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Dongeng dengan Media Hand Puppet

Di SD Negeri Kadilangu 1, peserta didik sudah melaksanakan pembiasaan harian seperti tulisan di atas kegiatan rutin sehari-hari. Pembiasaan mingguan pada hari Jumat, manfaat kegiatannya senam pagi bersama tendik, bersih-bersih lingkungan sekitar, dilanjutkan mendengarkan pengkajian ayat suci Alquran. Tausiyah atau nasehat yang mengisi kepala sekolah. Kemudian hari sabtu selain ada pengembangan diri macapat komunikasinya dalam intern sekolah antara peserta didik dengan guru maupun sesama teman guru menggunakan bahasa Jawa krama inggil. Dengan pembiasaan tersebut, hubungan akrab menambah kesantunan dan menghormati di antara keluarga SD Kadilangu 1. Harapannya etika tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tahap berikutnya guru memberikan penilaian sikap terhadap peserta didik yang bersikap santun, sayang pada teman sehingga bisa menjadi anak berakhlak mulia. Kepala Sekolah menindaklanjuti dengan menilai kelas yang bersih lingkungannya, dam sikap anak kelas. Sekolah menyediakan piala bergilir yang diberikan tiap upacara bendera tanggal 17. Bahkan sekolah memberikan piagam pada anak yang berprestasi dan berakhlak mulia tiap tanggal 2 Mei pada upacara peringatan hari Pendidikan Nasional di sekolahan. Maksud dan tujuan pembiasaan di SD Kadilangu 1 baik yang dilaksanakan rutinitas harian, mingguan, bulanan maupun tahunan. Semua untuk memotivasi peserta didik bahkan guru kelas untuk bisa mengarahkan & memberikan pembinaannya. (isp1/ida)

Baca juga:   Demontrasi Rangkaian Listrik Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VI

Ruliyanti S.Pd MH, Kepala SDN Kadilangu 1 Kecamatan/Kabupaten Demak

Author

Populer

Lainnya