Belajar PAI dengan Kartu Berpasangan

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SAINTIFIK adalah pendekatan pembelajaran yang familiar di kalangan pendidik. Pendekatan ilmiah yang diadopsi ke dalam pembelajaran dengan lima langkah yang lazim digunakan. Langkah–langkah model saintifik terdiri atas proses mengamati, menanyakan, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan dan mengomunikasikan informasi.

Dalam pembelajaran PAI, pendekatan saintifik bisa digunakan dalam penyampaian materi akhlakul karimah. Misalnya untuk menyampaikan tema istiqomah pada kelas VII semester 1. Dalam praktiknya pendekatan ini bisa  dipadukan dengan teknik kartu berpasangan. Guru menetapkan tema istiqomah kemudian mencari contoh-contoh perilaku istiqomah dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya contoh perilaku istiqomah tersebut dituangkan dalam kartu- kartu kalimat yang disusun tersendiri. Setelah tersusun kartu perilaku istiqomah tersebut, dimasukkan ke dalam amplop bertema ISTIQOMAH. Langkah berikutnya guru memilih tema akhlak lain, misalnya JUJUR sebagai tema pembanding. Untuk tema inipun dicari contoh-contoh perilaku yang sesuai dalam kehidupan sehari-hari. Tiap perilaku dituangkan dalam kartu kalimat kemudian dimasukkan ke dalam amplop yang dituliskan judul temanya JUJUR.

Sintak pembelajaran PAI dengan pendekatan saintifik di kelas VII SMPN 40 Semarang diawali dari proses mengamati. Guru menayangkan pengertian istiqomah dalam arti kata maupun istilah. Pengertian tersebut ditayangkan dalam bentuk slide power point dan siswa diminta membuat catatan di buku masing-masing.

Baca juga:   Meningkatkan Keaktifan Siswa pada Materi Baca Tulis Alquran melalui Metode Driil

Langkah kedua adalah tahap guru menanyakan apa saja, contoh perilaku yang sesuai dengan batasan pengertian dan kriteria istiqomah. Siswa diberi tugas untuk mencari contoh perilaku istiqomah dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mempermudah proses, siswa dibagi dalam 4 kelompok besar beranggota 4 sampai dengan 8 anak. Kepada siswa dibagikan kartu perilaku istiqomah dan jujur secara acak. Kemudian kelompok diberi tugas untuk menggolongkan perilaku yang termasuk istiqomah dan mana yang tergolong perilaku jujur. Untuk tiap perilaku ditempel dengan lem pada kertas HVS warna tersendiri sesuai dengan tema.

Setelah semua perilaku ditempel sesuai tema maka dilakukan presentasi hasil kerja kelompok di depan kelas. Tim penyaji menyampaikan laporan, kelompok lain memberi tanggapan dengan cara menyampaikan komentar, kritik dan saran serta satu pertanyaan untuk tim penyaji. Setelah itu, tim penyaji menyampaikan jawaban. Demikian seterusnya presentasi dilanjutkan sampai dengan seluruh kelompok mendapat giliran baik sebagai penyaji maupun sebagai tim yang memberi tanggapan dan pertanyaan. Selama proses ini guru mengamati dan memberikan penilaian proses presentasi dari aspek ketepatan jawaban, keberanian, kerjasama, dan kerapian laporan.

Kelebihan dari pendekatan saintifik adalah terwujudnya suasana belajar yang kondusif untuk siswa membangun aspek kognitif. Selain itu memungkinkan siswa untuk bekerjasama dalam kelompok guna menguasai konsep materi yang disampaikan serta memberi kesempatan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar.

Baca juga:   Belajar Kisah Para Sahabat Nabi Muhammad SAW dengan Media Komik

Dari sisi lain terdapat juga kelemahan dari pendekatan saintifik. Pertama, bagi siswa yang kurang pandai akan kesulitan dalam melaksanakan tahap menghubungkan antar konsep (asosiasi). Kedua, pendekatan ini tidak efisien untuk mengajar siswa dalam jumlah besar. Ketiga, pendekatan ini sulit diterapkan oleh guru dan siswa yang terbiasa dengan pola pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru sebagai sumber informasi utama.

Untuk mengatasi kelemahan pendekaan saintifik, maka dalam pembentukan kelompok perlu diupayakan agar terjadi pemerataan kemampuan anggota kelompok baik dari tingkat rendah, sedang dan tinggi. Selain itu, penerapan saintifik hendaknya digunakan dalam kelas yang tidak terlalu banyak siswanya agar pengelolaan kelas tetap dalam batas jangkauan guru sebagai manager pembelajaran. Yang lebih penting lagi adalah diperlukan kesiapan fisik mental, materi dan prasarana untuk mengimplementasikan saintifik agar berjalan lancar dan berkelanjutan. (smg1/ida)

Sri Hanipatin S.Pd.I, Guru PAI SMPN 40 Semarang

Author

Populer

Lainnya