Mudahkan Koperasi dan UMKM dengan Aplikasi Telepon Pintar

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah mendorong koperasi sebagai badan usaha untuk Go-Digital. Koperasi tidak lagi bisa menutup diri untuk bergerak ke arah bisnis digital. Dinkop UMKM Jateng bekerjasama dengan PT. Sadewa Jawara Indonesia ajak koperasi lewat sosialisasi.

Kepala Dinkop dan UMKM Ema Rahmawati mengatakan dalam kegiatan Sesarengan Diskusi Warga Ekonomi (Sadewa) Koperasi di Social Canteen, Semarang, Rabu (4/9). Koperasi merupakan jasa keuangan, kalau tidak berubah atau disrupsi diri, maka akan tertinggal. Dengan digitalisasi, pihaknya juga bisa meminimalisir terjadinya pembubaran terhadap koperasi tidak aktif.

“Melalui telepon pintar semua orang kini sudah bisa melakukan apapun. Mulai dari pinjaman online sampai dengan pembayaran non tunai,” ungkapnya.

Selama ini pihaknya banyak membubarkan koperasi. Namun ternyata koperasi yang dibubarkan masih aktif. Hanya saja tidak pernah mengirim laporan. Hingga Agustus 2019 pihaknya mendata setidaknya ada 5.000 koperasi yang tidak aktif dari total 26.000 koperasi yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM. Ini juga merupakan stategi pihaknya untuk memantau koperasi. Dengan tambahan memudahkan anggota dalam bertransaksi.

“Harapan kami kalau sudah digital, di dashboard kami nanti sudah ada profil koperasi. Secara otomatis masuk ke kami laporannya. Perubahan dari konvensional ke digital tidak akan mudah, sehingga kami terus sosialisasi,” tambahnya.

Sementara itu PT. Sadewa Jawara Indonesia, sebagai salah satu mitra strategis Dinas KUKM Jawa Tengah diwakilkan Ery Saputra mengatakan mental merupakan kendala yang berat diperpindahkan ke digital tersebut. Dirasanya orang Indonesia lebih cenderung malas keluar dari zona nyamanya. Namun pihaknya akan tetap optimis merealisasikan aplikasi ditelepon pintar.

“Dukungan ekosistem yang kuat adalah apa yang kami tawarkan kepada para teman-teman Pengurus Koperasi, disamping pendampingan yang berkelanjutan dan sustain. SADEWA G2 Koperasi bukan jualan aplikasi, tapi bersinergi dalam visi, misi dan aksi. Prinsipnya, kami terus berkontribusi secara aktif dalam bertumbuh bersama Koperasi Indonesia, khususnya di Jawa Tengah ini,” timpalnya. (ria/web/ap)

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This