33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Gotong Jenazah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Anda pasti sudah melihat videonya. Yang viral itu.

Video itu beredar luas di media sosial, Minggu (25/8). Juga menjadi pemberitaan utama media massa.

Gara-gara peristiwa itu juga, Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah meminta maaf. Dia berjanji mengubah standar operasional prosedur (SOP) penggunaan ambulans di kotanya.

Memang miris melihatnya. Ketika melihat video itu. Yang mempertontonkan seorang pria menggotong jenazah anak kecil. Di gotong begitu saja keluar dari Puskesmas Cikokol. Tidak mendapatkan fasilitas ambulans.

Peristiwa itu bermula dari Husein (8), dan temannya Fitrah (12). Mereka tenggelam di Sungai Cisadane. Husein ditemukan Jumat (23/8/2019) sore. Fitrah baru ketemu malam harinya. Fitrah sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Husein dibawa ke puskesmas terdekat. Masih tampak bernafas saat ditemukan. Namun nyawanya tetap tak tertolong.

Supriyadi, paman Husein, lantas memohon kepada Puskesmas memberikan pinjaman ambulans. Namun ditolak. Alasannya:  ambulans di puskesmas itu hanya untuk mengantar pasien. Bukan jenazah. Begitulah bunyi SOP dari Dinas Kesehatan Tangerang.

Mendapat jawaban itu, Supriyadi lantas menggotong jenazah Husein berjalan kaki keluar puskesmas. Ia sempat berjalan menuju jembatan penyeberangan.

Langkahnya terhenti di dekat jembatan penyeberangan. Seorang pengendara mobil melihat peristiwa memilukan tersebut. Pengendara itu pun menawarkan tumpangan.

Peristiwa itu menuai pro dan kontra di kalangan netizen. Ada yang menyatakan petugas Puskesmas tak memiliki nurani. Tetapi ada juga yang mengatakan ambulans memang terikat SOP. Termasuk harus steril.

Pro dan kontra ini bisa ditengok di Instagram @infia_fact. Seperti disampaikan @unclecimbo. Mereka  menyatakan mobil ambulans memang tidak diperkenankan mengantar jenazah.

”Ada kesalah pahaman sih. Setahu saya, mobil ambulance itu memang  ada SOPnya. Ambulance untuk pasien gawat darurat. Yang harus butuh tindakan segera. Di dalam  ambulance banyak alat medis yang harus dalam kondisi steril. Ambulance beda dengan mobil jenazah. Untuk tiap-tiap daerah ada call center untuk penggunaan mobil jenazah secara gratis. Dalam hal ini Tangerang (kalau tidak salah) bisa ke-112. Semoga Bapaknya tabah, dan orang yg memberi tumpangan secara gratis dilimpahkan rezekinya, amin,” tulisnya.

Namun, ada juga yang menyatakan seharusnya ada pengecualian dalam peristiwa tersebut. Seperti dikatakan @ucuz.

”SOP memang harus dipatuhi untuk menjaga kita tetap sesuai prosedur dan aman. Tapi ada beberapa case yang memang seharusnya bisa sebagai pengecualian. Kita bukan robot kali yang sesuai tertulis di peraturan,” tulisnya.

Adanya peristiwa ini juga mengingatkan saya pada peristiwa yang mirip terjadi di Lampung. Dua tahun lalu.

Kala itu seorang ibu bernama Delvasari. Asal Kotabumi, Lampung Utara. Dengan berurai air mata sang ibu menggendong jenazah bayinya yang berusia satu bulan. Sang ibu membawa mayat anaknya naik angkot jurusan Tanjungkarang-Rajabasa. Yakni setelah gagal menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM).

Bayi itu meninggal dunia setelah menjalani operasi. Pihak keluarga sudah meminta ambulans untuk mengantarkan jenazah. Namun pihak rumah sakit tidak bersedia meminjamkan.

Delvasari diminta uang sebesar Rp 2 juta. Harus membayar. Sopir ambulans itu yang meminta. Agar bisa menggunakan jasa mobil ambulans rumah sakit.

Sang ibu tidak punya uang. Dia hanya memegang kartu BPJS. Dia pun terpaksa membawa jenazah bayinya dengan angkot.

Saya memperkirakan peristiwa serupa akan terus terjadi. Warga menggotong jenazah keluarganya dari tempat pelayanan kesehatan tanpa ambulans. Akan terus terjadi seperti itu.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memang tidak menanggung layanan ambulans untuk mengantar jenazah.

Itu diatur dalam Permenkes No.71/2013 tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional. Pasal 29 mengatur, layanan ambulans hanya diberikan kepada pasien. Bukan untuk jenazah.

Inilah yang mestinya menjadi perhatian pemerintah daerah se-Indonesia. Agar menyediakan mobil gratis untuk pengantaran jenazah kepada warga. Yang ”On Call” 24 jam.

Orang kecil memang tidak cerewet. Tidak diberi ambulans ya digendong naik jembatan penyeberangan. Atau naik angkot yang murah.

Seperti itu. (wirahadikusumah)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Incar Potensi Wisatawan Asia Tenggara

SEMARANG – Potensi wisatawan dari Asia Tenggara untuk mengunjungi Jateng dinilai cukup tinggi. Selain Singapura dan Malaysia yang memiliki penerbangan langsung dari dan ke...

Tanamkan Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini

Satuan Lantas (Satlantas) Polres Temanggung semakin intens mengedukasi masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Dalam rangka memperingati HUT ke-62 Satlantas Bhayangkara Polres Temanggung menggelar serangkaian...

17 Penderita Bibir Sumbing Dioperasi

SALATIGA - RSUD Kota Salatiga dengan dukungan Persatuan Ahli Bedah Mulut Indonesia (PABMI), bekerjasama dengan Yayasan Senyum Merah Putih menggelar bakti sosial operasi kelainan...

Bidik Pasar MPV

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wuling Motor membidik segmen medium multi purpose vehicle (MPV) di Jawa Tengah. Yaitu dengan meluncurkan produk terbarunya, Wuling Cortez. Branch Manager Wuling...

Partisipasi Pemilih Tak Sesuai Target

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan gubernur (Pilgub) 2018 belum mencapai target. Dari patokan 77, 5 persen pemilih di Jateng, yang menggunakan hak pilihnya...

Pemkab Jemput Warga Demak di Papua

DEMAK-Pemkab Demak secara resmi menjemput 39 warga Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota dari tanah Papua. Ini dilakukan setelah mereka dibebaskan oleh TNI/Polri dari kelompok...