33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Mental Gratisan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Bukan pempek kali ini yang bikin Palembang terkenal. Tetapi, oknum pejabat di sana yang membuat kota tersebut hari ini (24/8) viral.

 

Ulah oknum pejabat di kota itu menjadi buah bibir di dunia maya. Berawal dari postingan di akun instagram @musievent.

 

Akun Instagram itu memuat foto serta sepenggal catatan konser Westlife di Stadion Jakabaring, Palembang, Minggu (18/8).

 

Cerita @musievent itu diberitakan portal berita detik.com. Kemudian, pemberitaan berjudul ”Cerita Miris di Balik Konser Weslife Palembang: Pejabat Minta Tiket Gratis” itu diposting akun Instagram @Lambe_Turah. Sehingga menjadi viral di dunia maya.

 

Dalam berita itu dijelaskan, sejumlah penonton, yang di antaranya pejabat di kota itu tidak mau bayar tiket alias gratisan.

 

Baru lima jam di-posting akun Instagram @Lambe_Turah, ribuan netizen mengecam perbuatan tersebut. Hingga Sabtu (24/8) pukul 12.58 WIB, postingan itu sudah disukai 91.152 kali dengan 2.751 komentar.   

 

Seperti dikatakan @varishavitra. ”Status doang dong pejabat, aslinya mah pengemis,” tulisnya.

 

Komentar senada juga disampaikan @nescanomera. “Sebut aja biar malu skalian. Ampun deh hr gini msh gratisan aja,” sesalnya.

 

Kecaman juga datang dari @riska0403iriany. ”Udh dpt gaji besar dan fasilitas ehhhh jiwa miskin nya ttp ada ternyatahhh ,woiiii gak malu sm jabatan …” kecamnya.

 

Mental gratisan sepertinya memang sudah menyebar ke banyak orang di negara ini. Mulai dari teman, kerabat, bahkan pejabat tertular virus ini.

 

Saya yakin, masih banyak oknum pejabat lainnya di negara ini yang bermental seperti itu. Yang selalu mengandalkan kekuasaannya untuk mendapatkan sesuatu dengan serba gratis.

 

Mereka tidak sadar, perbuatan itu dicontoh masyarakat. Bahkan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Hingga ketika mendengar sesuatu yang gratis membuat sikap berubah. Kadang kehilangan akal sehat. Bahkan tak jarang menjadi beringas memperebutkan sesuatu yang digratiskan tersebut.

 

Pastinya, mental gratisan akan berdampak tidak baik kepada kita. Bisa membuat tidak maju. Menjadi pemalas. Sering tidak menghargai jerih payah orang lain. Kita juga akan terbiasa menjadi peminta daripada pemberi. 

 

Padahal sudah ada pepatah terkenal yang mengatakan:”Tidak ada makan siang yang gratis”.(Wirahadikusumah)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Diuntungkan Tanpa Pluim

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - PSM Makassar dipastikan tidak akan diperkuat gelandang andalannya, Wiljan Pluim, saat berlaga melawan tuan rumah PSIS Semarang di Stadion Moch Soebroto, Kota...

Alfamart Sumbang Bola dan Donor Darah

SEMARANG - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT) pengelola ritel Alfamart bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar kegiatan dengan tema Sehati (Setetes...

Advokat Miliki Sisi Iblis dan Malaikat

SEMARANG - Advokat adalah manusia separo iblis dan malaikat. Artinya advokat adalah pribadi yang sudah matang dalam menjalani pekerjaan sebagai seorang advokat. Matang dalam...

Gabungan Desain Klasik dan Modern

Pasar motor gede (moge) di Indonesia kembali bergairah. Kali ini pabrikan asal Jepang dengan logo sayap, Honda mengenalkan varian terbarunya yakni CMX500 Rebel di...

Festival Dolanan Anak Cegah ‘Kepunahan’

UNGARAN – Majunya era teknologi saat ini menjadi salah satu penyebab punahnya permainan anak tradisional. Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan,...

Kejurkab Munculkan Bakat Bulutangkis

MAGELANG – Pelaksanaan Djarum Foundation Kejurkab Bulutangkis Bupati Cup VII Kab Magelang 2017 di GOR Djarum Magelang yang berakhir Minggu (17/12) kemarin, merupakan salah...