33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Buah Kesabaran

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Raut bahagia tergambar di wajah cantiknya. Terutama saat menceritakan buah dari kesabarannya. 

 

Kisah itu diceritakan pada acara bertajuk Special Kids Expo (SPEKIX) 2019. Di Jakarta Convention Center. Sabtu (24/8) kemarin. Lalu menjadi viral.

 

Beritanya menempati tangga teratas dalam daftar buruan pencari berita, Sabtu. Google Trend mencatat lebih dari 50 ribu kali ditelusuri.

 

Itulah cerita yang disampaikan Dian Paramita Sastrowardoyo. Atau yang lebih populer dipanggil Dian Sastro.

 

Pemeran film ”Ada Apa Dengan Cinta?” ini baru saja membuat pengakuan yang mengegerkan publik. 

 

Selama ini tidak ada kabar sama sekali. Bahwa Dian baru saja berjuang menyembuhkan anak sulungnya: Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo. 

Shailendra kini kelas 3 SD. Sejak bayi dia sudah didiagnosis autis (autism spectrum disorder). Dian Sastro berjuang keras. 

Anaknya itu kini sudah bisa lepas dari terapi. Bahkan sudah dianggap normal seperti anak lainnya.

Suami Dian, Maulana Indraguna Sutowo, bangga pada keuletan isterinya itu. 

 

Dian menceritakan keberhasilannya itu. Di acara itu. Untuk memotivasi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK).

 

Dian berhasil menyakinkan orang tua yang memiliki ABK. “Selama masih gigih dan memiliki optimisme untuk menyembuhkan anak, jawaban dari usaha itu pasti ada,” katanya. “Jangan patah semangat,” tambahnya. 

Orang tua harus terus berupaya melakukan penanganan yang tepat. 

 

Dian mengaku bertahun-tahun menyembuhkan anaknya. Di masa-masa itu, dia banyak dibantu dokter anak. Juga psikolog. Untuk menjalani terapi wicara, okupasi, dan prilaku. Hingga akhirnya, sejak usia enam tahun, anaknya dianggap tidak memerlukan terapi lagi.

 

Pada acara itu, Dian pun menghadirkan anaknya. Dia mengajak putranya ke atas panggung. Kemudian diajak mengobrol. Dan layaknya anak normal, semua pertanyaan ibunya dijawab dengan meyakinkan oleh Shailendra.

 

Cerita Dian Sastro ini juga membuat saya dan istri kian semangat. Sebab, anak kami yang kedua Muhamad Fariz Nurrayen Kusumah juga tengah mengalami gangguan pertumbuhan perkembangan anak.

 

Di usianya yang sudah empat tahun, Fariz belum bisa berbicara normal. Dia mengalami keterlambatan bicara. Atau biasa disebut speech delay. Hanya kata ”papa” dan ”atoh” (jatoh) yang pernah saya dengar keluar dari mulutnya.

 

Kini anak saya itu tengah menjalani terapi sepekan sekali. Kami pun di rumah terus mengajaknya berbicara setiap hari. Untuk melakukan komunikasi dua arah. Juga saling kontak mata. Sesuai anjuran dokter terapi.

 

Kami yakin, buah dari kesabaran dan kesungguhan membuahkan keberhasilan. Seperti yang dikatakan Dian Sastro.

 

Bukankah pemilik disway.id ini juga pernah berkata: sabar itu ilmu tingkat tinggi. Belajarnya tiap hari, latihannya setiap saat, ujiannya sering mendadak, sekolahnya seumur hidup.(Wirahadikusumah)

  

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Mualipi dan Mheny Melawan

SEMARANG - Dua binaragawan Jateng masing-masing Mualipi dan Mheny memutuskan mengirimkan surat sanggahan ke PB PON dan Kemenpora terkait surat  PB PON. Peraih medali...

Parah, Ribuan Rumah Terendam

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Wilayah Mangkang dan sekitarnya kembali diterjang banjir, pada Jumat malam (9/2) kemarin. Banjir yang merendam ribuan rumah warga kali ini, tergolong...

Undip Pamerkan 40 Riset Unggulan

SEMARANG – Sebanyak 40 riset unggulan dan 40 stand produk dipamerkan dalam expo dan bazaar yang digelar di auditorium Undip Pleburan. Kegiatan tersebut dalam...

Tujuh Kelurahan Butuh Perhatian Ekstra

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Sebanyak tujuh dari 23 kelurahan yang ada di Kota Salatiga harus mendapatkan perhatian ekstra. Pasalnya, ketujuh kelurahan itu tingkat kemiskinan paling...

Usulkan Reward Desa Berkinerja Baik dan Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan

RADARSEMARANG.COM - DPRD Kabupaten Demak melalui rapat kerja (raker) komisi-komisi telah membahas berbagai hal terkait laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Demak akhir tahun anggaran 2017....

Audisi Puteri Pariwisata

PUTERI Pariwisata Indonesia 2016 Lois Tangel sedang mengaudisi public speaking calon Miss Tourism Indonesia 2017 di Hotel Horison NJ Semarang, Senin (8/5). Ajang pemilihan...