33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Kiking dan Mukidi, Difabel yang Cemerlang di Workshop Fotografi Unicef

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KEDUANYA bisu dan tuli. Juga, kehilangan orang tua dan tinggal di liponsos. Mereka pun tidak berbekal kamera canggih untuk berlatih. Namun, bakat yang diiringi usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Kiking dan Mukidi pun mendapat reward dari Unicef.

NUR FITRIATUS SHALIHAH, Surabaya

Nama keduanya mencuat setelah mengikuti workshop fotografi dari Unicef di Surabaya pada 5–9 Agustus lalu. Dalam workshoptersebut, Pemkot Surabaya mengajak 21 peserta dari berbagai SMP negeri, pendidikan nonformal, dan SD. Hanya ada satu siswa SD yang jadi peserta. Peserta difabel pun hanya Kiking dan Mukidi. Mereka tidak berasal dari sekolah inklusi, tetapi UPTD Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Kalijudan.

Hari pertama dan kedua workshop diisi materi fotografi oleh Giacomo Pirozzi, fotografer profesional Unicef berkebangsaan Italia yang sudah 21 tahun keliling dunia. Setelah itu, para peserta diajak hunting foto bersama, presentasi karya, membuat caption, penjurian, dan pemberian penghargaan.

Kiking dengan nama asli Mohammad Rizky Nur Yahya mendapat penghargaan The Best Photographer. Setelah hunting, 26 fotonya dinilai bagus oleh Giacomo. Laki-laki berumur 14 tahun itu berhak mendapatkan satu unit smartphone canggih Sahabat dekat Kiking, Mukidi, pun mendapat penghargaan dalam kategori berkelompok. Yaitu, Best Team. Arief Budiman, pendamping Kiking-Mukidi yang juga pengajar batik di liponsos, mengatakan bahwa keduanya memang punya bakat. Mereka punya mata yang jeli dan sangat detail saat mengambil gambar. ’’Kiking suka utak-atik, iseng, tetapi kreatif. Serbabisa. Bisa olahraga, batik, dan juga lukis. Detail di fotonya,’’ ungkap pria yang akrab disapa Leo tersebut. Giacomo pun mengatakan hal senada.

Mereka bisa membuat foto hitam putih, foto berwarna hanya pada objek tertentu, foto levitasi, foto dengan berbagai angle, foto back light, dan banyak lagi. Karya-karya mereka bisa dilihat di Instagram Leo @leogemati.

Kesulitannya hanya pada komunikasi. Mereka bisu dan tuli. Juga, tidak bisa menulis dan bahasa isyarat. Kiking bisa sedikit menulis. Leo tidak bisa menggunakan bahasa isyarat. Jadi, bagaimana mereka bisa berkomunikasi? Leo mengungkapkan, mereka biasanya hanya menggunakan bahasa tubuh.

Bagaimana pula mereka belajar fotografi? Mulanya, Leo hanya mengajar membatik tiap Rabu di liponsos. Anak-anak itu, termasuk Kiking dan Mukidi, kerap meminjam HP-nya untuk memotret hasil karya maupun teman-temannya. Dari sana, Leo melihat mereka punya bakat. Lalu, keduanya diajak hunting foto di luar liponsos seperti di JMP dan Suramadu.

Dari kamera sederhana, mereka mulai belajar. Mulai menggunakan kamera HP, kamera pocket, hingga DSLR. Leo biasanya mengajar dengan menunjukkannya atau praktik langsung. Selain itu, Leo kerap menunjukkan contoh-contoh karya fotografer profesional.

Saat workshop berbagai kisah sedih juga terungkap. Misalnya Mukidi. Dia mempunyai nama asli Septian. Namun, teman-temannya memanggilnya Mukidi. Dia berada di liponsos sejak 2016 setelah ditangkap petugas satpol PP. Tidak ada identitas sama sekali. Juga, tidak ada keluarga ataupun saudara. Usianya pun tidak diketahui. Hanya perkiraan, yakni 13 tahun.

Sementara itu, Kiking sedikit lebih beruntung. Meski sudah tidak punya orang tua, dia masih memiliki saudara dan dijenguk tiap hari raya. ’’Kiking diasuh neneknya setelah bapak dan ibunya meninggal. Setelah neneknya juga meninggal dan saudara terdekatnya pindah ke Jombang, sama orang kelurahan dititipkan di sini,’’ ungkap Kepala UPTD Liponsos Kalijudan Nanik Winarsih.

Kisah lainnya, saat sesi presentasi, Kiking dan Mukidi kesulitan karena keterbatasannya. Leo pun membantunya. Ketika sesi foto bareng dengan orang tua, keduanya juga tidak bisa foto bersama orang tua. Saat pemilihan kelompok, Kiking dan Mukidi hampir tidak dapat kelompok karena tidak ada yang memilih mereka. Meski begitu, kelompok Kiking-Mukidi mendapat predikat Best Team. Semangat terus ya Kiking dan Mukidi.

Berita sebelumyaGara-Gara Gempi
Berita berikutnyaMental Gratisan

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lulusan Dilirik Perusahaan Besar

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – SMK Muhammadiyah 2 Muntilan Kabupaten Magelang menargetkan lulusannya terserap di dunia kerja. Pihak sekolah berupaya mengoptimalkan fungsi bursa kerja khusus (BKK)...

Ikrar Damai, Jaga Kerukunan Antar Umat

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Walaupun berbeda pilihan dan pandangan politik dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng, namun keutuhan, persaudaraan dan persatuan tetap harus diutamakan. Masyarakat jangan mudah terprovokasi...

Toko Pramuka Prada Pratama Jadi Percontohan

DEMAK- Bupati Demak HM Natsir bersama Wabup Joko Sutanto dan Sekda Singgih Setyono MMR, kemarin, meresmikan toko pramuka prada pratama yang didirikan Kwaran Pramuka...

Banyak IKM Tak Miliki Standar Keamanan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perdagangan terus mendorong pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) memperhatikan kualitas produknya. Para pelaku IKM diminta...

PLN Bagikan Bingkisan Ramadhan BUMN Hadir untuk Negeri

SEMARANG – Berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di bulan Ramadhan, Kementrian BUMN bersinergi dengan 20 BUMN, salah satunya PLN. Dalam hal ini, program sinergitas BUMN Hadir...

Pemprov Anaktirikan PNS Peralihan

SEMARANG – Pergub mengenai Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) PNS di lingkup Pemprov Jateng telah ditandatangai Gubernur Ganjar Pranowo, Jumat (10/2) lalu. Yaitu Pergub No...