26 Tahun Lagi Peserta Panjat Pinang Adalah Robot

  • Bagikan

Pernahkah membayangkan Indonesia pada 2045? Komunitas Graphic Recorder Indonesia (GRID) punya jawabannya. Lorong waktu masa depan negeri ini disuguhkan melalui bahasa gambar yang ciamik. Pada tahun itu pula mereka berharap bahasa gambar masuk kurikulum.

UMAR WIRAHADI, Jakarta, Jawa Pos

EMPAT siswi SMA itu tepekur di depan gambar yang tertempel di balik kaca bening. Mereka lalu mesam-mesem sendiri. Mengulum senyum, kemudian tertawa lepas. ”Lucu banget, ya,” seru Violla Almira, 16, seorang di antara mereka. Tiga rekannya tak henti-henti tergelak.

Gambar yang mereka lihat itu bertajuk 17 Agustus 2045. Dilukis di kertas HVS 80 gram. Dalam gambar tersebut, tampak anak-anak mengikuti perayaan lomba khas Agustusan. Misalnya, makan kerupuk, panjat pinang, gebuk bantal, balap karung, dan balap kelereng.

Yang mengundang tawa dan terasa tidak biasa, lomba tersebut memanfaatkan teknologi. Sama sekali belum ada pada era sekarang. Lomba panjat pinang, contohnya. Lomba itu tidak lagi diikuti hiruk-pikuk manusia yang berebut naik batang pinang yang licin. Peserta lomba panjat pinang itu adalah para robot.

Mereka berlomba naik ke atas tiang untuk berebut hadiah yang tergantung di atas tiang. Robot-robot itu dikendalikan anak-anak melalui remote control. “Kira-kira, beginilah gambaran lomba Agustusan tahun 2045,” kata Deni Rodendo pada Senin lalu (19/8).

Pria 44 tahun tersebut merupakan penggagas acara yang berlangsung di lantai 1 Museum Basoeki Abdullah, Cilandak, Jakarta Selatan. Pameran bertajuk Reka Rupa Nusantara (Rupantara) 2045 itu digelar dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Indonesia.

Lomba makan kerupuk juga di luar mainstream. Pada 2045 nanti, kerupuk yang dimakan digantung di atas drone. Lalu, dengan teknologi tertentu, anak-anak melayang-layang di udara berebut makan kerupuk yang tergantung di drone. “Tidak kebayang kan bagaimana serunya,” ujar Deni.

Lomba balap karung pun demikian. Bakal berlangsung di udara. Anak-anak peserta lomba beterbangan di dalam karung mirip karpet terbang versi film Aladdin. Sementara lomba gebuk bantal akan digelar dalam versi teknologi virtual. Peserta cukup menempelkan kacamata “ajaib”.

  • Bagikan