33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Semangka Mantul

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Videonya cuma memuat dua konten. Yang pertama, yang diupload sejak 17 Januari 2009, sudah ditonton 912.344 kali. Sampai kemarin (20/8).

 

Video kedua muncul 22 Februari 2019. Sudah ditonton 274.095 kali.

 

Lagu berjudul ‘Mantul’ pun membesar. Melebihi gambar dua semangka di posisi dada kaus mereka.

Atau pun yang di baliknya. 

 

Kendati cuma dua semangka, eh dua video,  kanal YouTube Duo Semangka langsung mantul. 

Bahkan pantulannya sampai ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). 

 

Itulah lembaga negara yang salah satu tugasnya melaksanakan perlindungan dan pemenuhan hak anak. 

Lembaga itu sampai melayangkan surat kepada  personel Duo Semangka: Clara Gopa dan Vhanya Kiara.

Kagum?

Bangga?

Wow?

Bukan.

Itu surat khusus. Hanya Duo Semangka sendiri yang tahu isinya.

Ups tidak.

Kita juga bisa tahu. Duo Semangka sendiri yang memposting. Di akun mereka. 

Dua gadis berisi semangka  itulah pelantun lagu mantul itu. 

Surat yang dikirimkan itu ternyata bukan undangan untuk manggung di KPAI. 

Itu surat ‘cinta’ dari anak-anak. Atau yang melindungi anak-anak.

Jangan sampai banyak anak yang kejauhan semangka. 

Semangka Duo diminta datang ke KPAI. Untuk klarifikasi. Sebab, video di kanal YouTube tersebut dinilai tidak mendidik. Mereka mestinya diminta datang pada Senin (19/8) lalu.

Kelihatannya Duo Semangka memang tidak ada niat mendidik. Mereka berdua hanya berniat jualan semangka. 

Surat panggilan itu diketahui setelah beredar di media sosial. Salah satunya di akun Instagram Lambe_Turah. Ternyata bukan akun mereka sendiri. 

Saat baru diposting tiga jam di akun tersebut, sudah disukai 29.290 kali dan 570 komentar.

 

Komentar yang disampaikan netizen beragam. Ada yang mendukung langkah KPAI.  Ada juga yang tidak. 

 

Misalnya, Ikana_829. “Rasain.. Pukul rata semua, konten yang tidak  berfaedah n berbau pornografi. Karena merusak. Begitu, ” tulisnya.

 

Juga ayesha_hassano. “Hajar semua pak konten  yang ngeracunin otak  generasi bangsa,” katanya.

 

Dukungan juga disampaikan rniryhna01 ”Gpp pak, basmi aja konten  gak berfaedah. Dan merusak generasi bangsa. @kpipusat,” ujarnya.

 

”Memang ada keluhan masyarakat atas video  Duo Semangka yang tidak sesuai dengan asas-asas kepatutan,” kata Ketua KPAI Susanto seperti dilansir dari detik.com.

 

Sebenarnya keluhan juga datang dari KPI. Tentang konten di YouTube dan media sosial  lainnya. Secara keseluruhan. Seperti dikemukakan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Agung Suprio. Ia mengungkapkannya di kanal YouTube Kompas TV. Yang diupload 10 Agustus 2019.

Ia pun mewacanakan pengawasan terhadap konten di YouTube. Juga, di Facebook dan Netflix. 

 

Dari berita yang saya baca, Director of YouTube Global Creator & Artist Development Chris Schremp mengklaim dua miliar pengguna yang log-in ke YouTube tiap bulan. 

 

Ia juga mengklaim penonton YouTube saat ini menembus angka 1 miliar perjam. Setiap menit, ada 500 jam konten yang diunggah ke YouTube.

 

Namun wacana KPI itu menimbulkan kontroversi. Terlebih KPI belum memiliki kewenangan mengawasi YouTube dan kawan-kawannya tersebut.

Semangka Duo sendiri tenang saja. Di berbagai acara TV keduanya tampak pede. “Dulu kami minder, sekarang kami bangga,” ujar Clara.

Clara, 24 tahun, justru cari pasangan. Untuk bikin Duo. Yang mendaftar ternyata banyak. Lalu terpilih Vhanya itu. Setahun lebih muda –yang bukan berarti satu kilo lebih kecil.

Kini memang ada kecenderungan baru: semua orang bisa bangga dengan wujud tubuh seperti apa pun. 

Yang pendek punya nilai komersialnya sendiri. 

Yang gemuk punya kelebihannya sendiri – -di luar kelebihan daging.

Yang punya semangka lama-lama justru bisa membuat pemilik pepaya kalah laku.

Seperti di AnTV itu. Pemilik semangka sudah bisa bilang ‘kami pilih semangka daripada duku’. 

Semangka Duo juga sudah tahan bully. Bully terberat, katanya, berisi sebuah doa. Isinya: semoga terkena kanker.

“Ada yang membully sampai segitunya,” kata Clara sambil menunduk, hampir mengenai semangkanya. 

Di antara ratusan respons itu ada juga yang berani bertanya langsung: berapa ukuran bra mereka. Satu lagi bertanya sambil pesimistis apakah mereka mau menjawab. Dikira malu. 

Tidak. Clara dengan bangga mengatakan branya 55D. Bahkan ketika  ditanya presenter ganteng AnTV jawabnya lucu.

Pertanyaan: pilih mana, lupa sikat gigi atau lupa pakai bra.

Jawab: lupa pakai bra.(Wirahadikusumah)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jangan Ada Diskriminasi pada Difabel

Hari Disabilitas Internasional (HDI) diperingati setiap 3 Desember sebagai bentuk kampanye penyadaran masyarakat terhadap permasalahan yang berkaitan dengan penyandang cacat. Selain itu juga sebagai...

NU dan Muhammadiyah Terima Bantuan 7 Unit Mobil Operasional

KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, Senin (27/11), menyerahkan bantuan mobil operasional kepada organisasi masyarakat (Ormas) keagamaan, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Penyerahan bantuan kendaraan...

Ke Sekolah Harus Digendong

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sudah berhari-hari wilayah Purwosari Kelurahan Tambak Rejo terendam banjir dan rob. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas warga. Sejumlah siswa SD harus...

Gunung Tidar Kekurangan Pohon Buah

MAGELANG – Semakin bertambahnya jumlah kera di Gunung Tidar yang kini mencapai ratusan ekor menjadikan pasokan makanannya semakin menipis. Untuk itu, Gunung Tidar banyak...

Media Cergam Tingkatkan Membaca Siswa

MEDIA buku cerita bergambar (cergam) sangat cocok untuk diterapkan pada siswa sekolah dasar (SD) terutama kelas 1 dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca permulaan, karena...

Referendum Sensitif yang Mengkhawatirkan

Oleh: Dahlan Iskan Kok tensinya memanas begini: Taiwan memutuskan sesuatu yang sensitif. Akan mengadakan referendum. Tanggal 24 Nopember nanti. Bersamaan dengan pilkada serentak di sana. Persoalannya kira-kira...