33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Revolusi Wanita

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

Revolusi wanita sedang dilakukan Pangeran MbS. 

Sekarang ini. 

Semula saya melihatnya sepotong-sepotong. 

Akhirnya saya melihatnya secara menyeluruh. Kesimpulan saya: Pangeran MbS lagi melakukan pembentukan ‘social capital’.

Modal sosial. 

Yang tidak kalah penting dari modal uang.

Begitulah salah satu teori pembangunan: modal sosial harus sama kuat dengan modal uang. Agar pembangunan berhasil. 

Tapi, biasanya, orang lebih fokus ke pembentukan modal dalam bentuk dana. Akibatnya, uang itu pun tidak menghasilkan pembangunan. Masyarakatnya tidak cukup siap untuk menggerakkan uang yang disediakan.

Lihatlah langkah Pangeran MbS, Mohamad bin Salman di Saudi Arabia ini:

Wanita mulai boleh mengendarai mobil. 

Wanita boleh masuk stadion. 

Wanita –ini mengejutkan– boleh bepergian ke luar negeri sendirian. Tanpa didampingi muhrim –laki-laki dari keluarganya: suami, ayah, saudara kandung. 

Saat mengurus paspor pun wanita boleh melakukannya sendiri. Pembuatan paspor tidak lagi harus seizin muhrim.

Wanita juga mulai diizinkan mendaftarkan kelahiran anaknya ke catatan sipil. Sendirian. Tanpa muhrim.

Semua itu terjadi hanya dalam dua tahun terakhir. 

Perubahan yang begitu cepat.

Tentu Mohamad bin Salman, putra mahkota Saudi Arabia, mendapat tentangan berat.

Dari dalam keluarga kerajaan sendiri –sepupu-sepupu sudah ia masukkan penjara.

Dari wartawan kritis –yang  tokohnya sudah dibunuh itu. Dan mayatnya lenyap itu.

Dari para ulama –sudah begitu banyak ulama yang ditangkap. Termasuk salah satunya imam di Masjidil Haram, Mekah itu.

Semula saya hanya melihat itu sebagai serpihan peristiwa.

Saya pun tidak pernah menulis soal wanita boleh mengemudi. Tidak menulis penangkapan-penangkapan. Tidak menulis wanita boleh masuk stadion.

Saya hanya menulis panjang soal pembunuhan wartawan itu.

Saya juga tidak pernah menulis proyek besar MbS: Visi Saudi 2030. Yakni target pembangunan Saudi yang tidak lagi mengandalkan minyak mentah. 

MbS merancang, bagaimana pasca minyak nanti Saudi bisa menjadi negara maju, modern, dan kuat. Sepuluh tahun lagi. 

Mimpi “Visi Saudi 2030” sudah begitu dekatnya. Baru dicanangkan 25 April 2016. Baru tiga tahun lalu. Sudah harus berhasil 10 tahun lagi.

Kini nyaris tidak ada oposisi di Saudi. Pun dari kalangan ulama. Yang menentang pun tidak bisa berkutik. Maksimum mereka hanya bisa ‘beroposisi dalam diam’.

Baru sekarang saya mencoba melihatnya secara menyeluruh. Menghubung-hubungkan semua kejadian itu. Satu dengan lainnya.

Ternyata MbS lagi menjalankan skenario besar. Membuat konsep. Menggalang modal finansial. Juga modal sosial. 

Salah satu modal sosial yang besar adalah wanita.

Bagaimana pembangunan bisa berhasil kalau yang produktif hanya laki-laki? 

Mari kita hitung:

Produktivitas penduduk laki-laki —katakanlah— 80. Tidak mungkin 100. Sebagian laki-laki sudah sangat tua, sakit, atau gila.

Produktivitas penduduk wanita —katakanlah—10. Ini lantaran wanitanya dikekang: tidak boleh keluar rumah, tidak boleh mengemudi.

Maka 80 ditambah 10 = 90.

Berarti angka rata-ratanya 45.

Bandingkan dengan negara seperti Tiongkok.

Produktivitas penduduk laki-laki 80.

Produktivitas penduduk perempuan 75.

Kalau ditotal: 155. Berarti rata-rata 75 lebih.

Begitu banyak selisihnya.

Belum lagi dihitung faktor pengurang. Misalnya terjadinya pertengkaran. Berkurang sekian poin. 

Terjadi demo besar. Berkurang lagi.

Terjadi konflik. Berkurang terus. 

Coba sekarang kita hitung sendiri modal sosial kita. Ups, tidak jadi. Sebaiknya Anda sendiri yang menghitung. 

Saya tinggal membaca hasil hitungan Anda. Menyenangkan –bisa untuk permainan game teori pembangunan.(Dahlan Iskan)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tunggakan BPJS di RSUD Rp 14 M

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tunggakan pembayaran jaminan kesehatan BPJS Kesehatan di RSUD KRMT Wongsonegoro bisa dibilang cukup besar. Bagaimana tidak pembayaran klaim jaminan kesehatan di...

Di Balik Kemewahan Itu

Oleh: Dahlan Iskan Saya merasa beruntung. Pulang dari makan bersama mahasiswa Lebanon itu. Sopir Ubernya keren. Cerdas. Kritis. Rupanya ia begitu jengkel dengan keadaan ekonomi...

Sita Puluhan Ribu Mercon

BANYUMAS-Polsek Ajibarang merazia 30 ribu mercon korek dan 240 mercon Leo milik Sarwono, 50, warga Desa Kracak Kecamatan Ajibarang, Rabu (7/6). Petugas langsung menyita...

Mesin Panas, Mobil Terbakar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Kebakaran mobil terjadi pada Jumat (4/5) siang, pukul 10.45, di dekat Mapolda Jateng, tepatnya di Jalan Veteran, depan kantor Tower Bersama.  Mobil Peugeot...

Nasdem Siap ‘Panaskan’ Pilgub Jateng

SEMARANG-Jelang pendaftaran bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng periode 2018-2023 pada awal Januari mendatang, suasananya masih adem ayem. Partai Nasdem yang memiliki 4...

Dewan Pastikan Raperda Logo Tak Molor

PEKALONGAN-Sempat alot dalam rapat pembagian pembahasan rencana peraturan daerah (Raperda) beberapa waktu lalu, akhirnya Raperda Logo diputuskan akan dibahas pada rapat kwartal I antara Januari...