Dua Kewarganegaraan

  • Bagikan

Anggun telah membuat saya harus bertemu dua doktor ini. Kemarin. Dua-duanya dosen. Di Fakultas Hukum, Universitas Lampung.

 

Keduanya sama-sama ahli hukum tatanegara: Dr. Budiono dan Dr. Yusdianto. 

 

Kami pun mendiskusikan penyanyi Anggun C. Sasmi. Tentang unggahan di Instagram-nya. Isinya: dia meminta agar Indonesia menganut sistem dwi kewarganegaraan. Yakni agar warga negara Indonesia diperbolehkan menjadi salah satu warga negara asing. 

 

Indonesia memang masih penganut kewarganegaraan tunggal. Akibatnya Anggun harus memilih. Tetap jadi WNI atau ikut kewarganegaraan suaminya – -Perancis.

 

Unggahan Anggun itu menjadi viral. Hingga tulisan ini dibuat, unggahan itu sudah disukai 24.083 orang. Dan 1.268 komentar.

 

Unggahan itu kian viral setelah akun Instagram @Lambe_Turah membagikannya. 

Di akun ini saja, sudah disukai 38.580 kali dan 409 komentar. Permintaan Anggun ini juga ramai diberitakan media massa. 

 

Anggun memang memutuskan menjadi warga negara Prancis. Sejak tahun 2000 lalu. 

Dia mengaku berat menanggalkan status WNI. Dia terpaksa harus memilih itu. Dengan  banyak pertimbangan. 

 

Peristiwa ini bermula dari sosmed. Yang menyesalkan keputusan Anggun itu. 

Anggun terlihat ingin merespons netizen itu. Dia menuliskannya di kolom komentar. 

Yang menghentak, isi responsnya itu sangat menohok. 

 

Tidak cukup sampai di situ. Keesokan harinya (18/8), dia kembali mengisi Instagramnya. Anggun mem-posting tulisan panjang di hari Minggu kemarin. 

 

”Ah saya nggak butuh pengakuan ini itu. Yang memasalahkan kewarganegaraan hanya mereka yang bermentalitas tertentu, yang kebanyakan belum pernah pergi ke mana-mana, belum merasakan menjadi minoritas, yang nggak tahu kalau warna paspor yang “salah” sering diberi masalah di banyak negara (misalnya dulu dgn paspor Indonesia saya nggak dibolehi dpt visa ke Portugal),” tulisnya.

Unggahan itu juga bisa menambah wawasan kita di bidang imigrasi. 

”Ada rangking negara2 yang berpaspor ”kuat” (Indonesia No 75, Prancis No 4). Dan banyak orang yang sukanya memberi prioritas dari ”bungkusan” (paspor, pake batik, dll) tapi nggak paham makna,” terangnya lagi.

  • Bagikan