33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Optimalkan Kampung ASI, Kelurahan Wonokromo dan UNUSA Bikin Rumah ASI

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

MASIH banyak bayi yang tidak mendapatkan air susu ibu (ASI) secara maksimal karena berbagai alasan. Kelurahan Wonokromo bersama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menghadirkan Rumah ASI.

HANAA SEPTIANA, Surabaya

Solusi untuk menyelesaikan permasalahan kurang maksimalnya pemberian ASI adalah inovasi Kampung ASI. Setiap kelurahan di Surabaya sudah menerapkannya melalui kader ASI. Tugasnya memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada calon ibu serta ibu yang baru melahirkan. Pemberian ASI pun sudah meningkat dengan inovasi tersebut. Namun, jumlahnya dirasa belum meningkat signifikan. ’’Penelitian kami tahun lalu menunjukkan bahwa 50 persen ibu di Surabaya belum memberikan ASI secara maksimal,’’ ujar dosen kebidanan UNUSA Uke Maharani Dewi.

Uke, panggilan akrabnya, bersama 10 mahasiswanya lantas mencari penyebab masalah itu. Mereka memetakan beberapa persoalan. Misalnya, minimnya pengetahuan tentang pemberian ASI, masalah finansial, dan tidak adanya dukungan dari lingkungan Menurut dia, semua permasalahan tersebut bisa diselesaikan melalui pengoptimalan Kampung ASI. Dia dan timnya kemudian menambah layanan yang dimiliki Kampung ASI. ’’Kami tambah dengan peminjaman peralatan ASI, penyimpanan ASI perah, dan tabungan ASI,’’ tutur alumnus Universitas Airlangga itu.

Tambahan layanan tersebut dilabeli Rumah ASI. Harapannya, calon ibu dan ibu baru merasa memiliki kedekatan emosional. Terutama dengan para kader ASI yang sebelumnya menjadi bagian dari Kampung ASI. Petugas Rumah ASI pun sama dengan Kampung ASI. Hanya, fungsinya lebih mengoptimalkan Kampung ASI.

Inovasi tersebut lantas diajukan ke program penelitian yang diadakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sejak awal 2019. Pada pertengahan Juni lalu, ide Rumah ASI berhasil lolos pendanaan dari Kemenristekdikti. Eksekusi program dimulai pada Juli 2019. Delapan RW di Kelurahan Wonokromo menjadi pionir untuk melaksanakan program tersebut. ’’Kelurahan Wonokromo ini kader ASI-nya sangat aktif. Lokasinya juga berdekatan dengan kampus kami. Pemantauannya jadi lebih mudah,’’ katanya.

Kader ASI RW 04 Kelurahan Wonokromo Mimin Bibiet menyatakan sangat senang dengan adanya inovasi itu. Sebelumnya, dia dan kader ASI lainnya memang memikirkan inovasi baru untuk Kampung ASI. Sebab, banyak wanita karir yang tidak lagi memberikan ASI. Padahal, ASI bisa diberikan meski tidak secara langsung. Bisa menggunakan wadah penyimpanan setelah ASI diperah. ’’Nah, ini banyak yang nggakkepikiran ke sana karena nggak ada biaya untuk itu semua,’’ ungkap Mimin.

Dengan dibantu tim UNUSA, Rumah ASI mulai berjalan. Mereka menambah layanan peminjaman peralatan ASI. Sementara itu, tabungan ASI lebih dipersiapkan bagi calon ibu. Mereka bisa menabung sesuai kemampuan. Melalui kader ASI, tabungan tersebut bakal dipersiapkan untuk membeli beberapa kebutuhan ibu yang baru melahirkan.

Sejak Rumah ASI diluncurkan awal Agustus, banyak ibu yang ikut program tabungan ASI. ’’Tiap RW sudah ada satu orang. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah,’’ tutur Ketua Kelurahan Siaga Wonokromo Endah Bambang Purnomo.

Perkembangan Rumah ASI kini semakin terlihat. Sudah banyak calon ibu yang berminat dengan inovasi baru tersebut. Misalnya, Laily Mufidah, warga RW 04. Dia sedang hamil dengan usia kandungan 25 minggu.

’’Ketika saya kerja nanti berencana menyewa peralatan perah ASI dari sini saja, menyimpannya juga nggak bingung lagi,’’ tutur Novi.

Berita sebelumyaAdu Glamor di Pesta
Berita berikutnyaDua Kewarganegaraan

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Dua Warga Rejosari Dapat Jamban Gratis

DEMAK-Dua warga Desa Rejosari, Kecamatan Karangtengah mendapatkan jamban gratis dari Koramil Karangtengah. Adalah Kasmijan, 47, dan Busro, 52. Bati Tuud Koramil Karangtengah, Peltu Satir...

Dugaan Korupsi di BLU Trans Semarang

SEMARANG - Dugaan korupsi menerpa di tubuh Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang. Ini setelah pihak BLU Trans Semarang menyewakan delapan...

Atlanta Gelar Pesta Angpao

SEMARANG - Menyambut Imlek, penjualan elektronik di Atlanta mengalami peningkatan siginifikan. Bahkan beberapa produk seperti LED untuk tipe tertentu dan mesin cuci sempat kehabisan...

RSUD Bendan Open House

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan menggelar open house dalam rangka hari ulang tahun...

Ada Harta Nyonya Meneer Tak Masuk Boedel Pailit

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Diduga sisa hasil lelang harta pailit perusahaan jamu legendaris asal Semarang, PT Nyonya Meneer (PT Njonja Meneer) yang dilakukan kreditur sparatis PT Bank...

Loloskan 41 Proposal

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID— Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang mendapatkan 41 pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa dari dana hibah Kemenristek Dikti 2018. Jumlah itu merupakan terbanyak ketiga secara...