33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

PSIS Tidak Mau Terburu-buru Mencari Pelatih Pengganti Jafri Sastra

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Jafri Sastra sejatinya akan melakukan reuni. Yakni ketika timnya, PSIS Semarang, bertamu ke kandang Semen Padang di Stadion H. Agus Salim pada 16 Agustus.

Sayang, Jafri harus mengubur impiannya menghadapi mantan tim sekaligus kampung halamannya itu. Sebab, kontraknya sebagai pelatih PSIS tidak berlanjut. Tiga kekalahan beruntun membuat kesabaran manajemen PSIS habis. Mereka memutuskan untuk mengakhiri kontrak Jafri Sastra. Dia menjadi pelatih ketujuh yang melepas jabatannya di Liga 1 musim ini.

Keputusan itu harus dibuat. Sebab, tiga kekalahan tersebut dialami PSIS dalam laga kandang di Stadion Moch. Soebroto, Magelang. Yakni, kalah 0-1 oleh Persib Bandung (21/7), 0-2 saat menjamu Tira Persikabo (2/8), dan 1-3 oleh Persipura Jayapura (6/8). ’’Kami dalam posisi sulit. Dalam tiga laga home, kami menelan kekalahan. Karena itu, kami melakukan evaluasi terhadap pelatih,’’ kata Kairul Anwar, komisaris PT Mahesa Jenar Semarang.

Hasil buruk jelas berbanding terbalik dengan target manajemen Laskar Mahesa Jenar –julukan PSIS– yang menginginkan tim mampu menyapu bersih laga kandang. ’’Kalau memang ada lawan yang berat, paling tidak kami bisa imbang. Tapi, ternyata targetnya meleset. Karena itu, kami ambil tindakan,” tambah Kairul.

Keputusan itu juga sebagai jawaban atas aksi tidak puas suporter. Tiga kekalahan beruntun memang membuat fans PSIS Semarang hilang kesabaran. Dengan adanya keputusan tersebut, diharapkan suporter bisa kembali adem. Dengan demikian, dukungan kepada tim bisa kembali deras mengalir.

Sejatinya performa PSIS tak buruk-buruk amat. Dalam 12 laga, mereka meraih empat kemenangan, dua kali imbang, dan enam kekalahan. PSIS juga berada di papan tengah atau di tangga kesepuluh dengan meraih 14 poin. Meski begitu, manajemen PSIS tak mau mengambil risiko. Sebab, performa timnya memang tengah merosot.

Sebagai gantinya, posisi Jafri akan diisi sang asisten Widiyantoro. Nanti dia dibantu Direktur Akademi M. Ridwan dan Direktur Teknik Bambang Nurdiansyah. ’’Tiga orang nanti berkolaborasi menangani tim,’’ kata Kairul. Meski pelatih berstatus karteker, manajemen tetap menargetkan hasil maksimal setidaknya hingga ada pelatih baru.

Soal pelatih baru, manajemen PSIS tak mau buru-buru. Mereka sudah memiliki beberapa nama yang dibidik. Namun, mereka masih menutup rapat siapa saja calon pengganti Jafri. ’’Untuk siapa pelaih baru, kami belum bisa sampaikan.Yang pasti, ada. Tapi, kami tak ingin gegabah mengambil keputusan,’’ terang Kairul. (jpc/ap)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hendi Klaim Serapan Anggaran Maksimal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG -  Pemkot Semarang mengklaim penyerapan anggaran APBD 2017 telah maksimal, sekalipun sejumlah proyek tidak selesai tepat waktu. Ada sebanyak 485 program dengan 3.323 kegiatan yang...

UPZ Bantu Siswa Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—RSI Sultan Agung melalui Unit Pelaksana Zakat (UPZ), membagikan beasiswa kepada 225 untuk siswa SD, SMP dan SMU di Kota Semarang, Senin (11/6)...

Tujuh Waduk di Jateng Mengering

SEMARANG – Bencana kekeringan masih melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah. Meski begitu, pemprov memastikan kebutuhan air, terutama untuk pertanian, masih aman dan mencukupi. Kepala...

Kembangkan Wisata Edukasi

JAMBU – Desa Genting memiliki sejumlah potensi yang terus dikembangkan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa potensi yang saat ini tengah digarap adalah potensi pertanian...

Dua Hari Sekali Terjadi Bencana

SEMARANG-Kurang lebih sekitar 70 persen wilayah Jawa Tengah rawan bencana banjir dan tanah longsor. Bahkan, dalam kurun waktu hampir dua bulan terakhir di tahun...

Tawarkan Ruang Gengsi, Lahirkan Pula Musisi

Tren Kedai Kopi menjadi ruang ekspresi anak muda di tengah sibuknya Kota Lumpia. Tak hanya tempat nongkrong, tetapi juga menjadi ruang ekspresi, gaya hidup...