33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Agus Ali Fauzi, Ahli Paliatif RSUD dr Soetomo yang Juga Penceramah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

GAYA kocak tapi bikin nyes di hati saat dr Agus Ali Fauzi PGD PallMed (ECU) memberikan ceramah kesehatan mental bikin audiens terpukau. Ciri khas itulah yang membuat dia terkenal.

KARTIKA SARI, Surabaya

Tampang sangat serius. Tatapannya tajam. Kalau berdiskusi dengannya tentang dunia medis, bisa habis waktu seharian. Namun, kalau sudah mendengar dia berceramah tentang kesehatan mental, boom! Semua orang bisa terbahak-bahak karena kelucuannya. Mulai tutur kata hingga tingkah lakunya. Dialah dr Agus Ali Fauzi PGD PallMed (ECU), ahli paliatif RSUD dr Soetomo.

Agus dikenal banyak orang dengan sebutan Pak Ustad karena dia sering mengisi ceramah siraman rohani. Bukan hanya orang pada umumnya yang dia beri ceramah. Melainkan juga orang-orang yang punya penyakit kanker stadium lanjut. Dia dipercaya banyak orang untuk memberikan dukungan kepada pasien agar termotivasi untuk sembuh atau meninggal dalam keadaan ikhlas.

”Ini bukan untuk menakut-nakuti orang, tapi memang semua orang akan mati. Dan untuk mati itu kita harus mempersiapkannya,” tuturnya. Sudah banyak kota yang dia kunjungi untuk mengenalkan masyarakat pada paliatif. ”Paliatif adalah bagaimana menyembuhkan pasien yang sakit tapi bukan dari fisiknya, melainkan dari jiwanya,” lanjut Agus.

Kepiawaian Agus memberikan spiritual support bikin orang yang pernah mengikuti kajiannya terpukau. Undangan pun silih berganti Tahun lalu, misalnya, Agus hendak mengisi ceramah untuk bidan dan perawat di Trenggalek. Tapi, sebelumnya dia harus mengisi ceramah di depan para anggota kepolisian di Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur. ”Saat itu Kapolda Machfud Arifin meminta saya langsung. Saya katakan bahwa saya ada agenda lain. Tapi, Kapolda bilang akan diberi tumpangan helikopter ke Trenggalek,” kata Agus.

Dipikirnya itu guyonan. Ternyata, pada hari itu juga, Kapolda benar-benar telah menyiapkan helikopter untuk Agus. Hari itu menjadi pengalaman pertamanya naik helikopter untuk mengisi ceramah di Trenggalek. ’’Kapan lagi bisa dapat fasilitas naik helikopter pribadi?” tuturnya, lantas tertawa.

Pada 2017 dia juga mengalami kejadian yang membuatnya trenyuh. Masih jelas di ingatannya, saat itu dia sedang dalam perjalanan pulang dari visit pasien di RS. Tiba-tiba teleponnya berdering. Di ujung telepon, terdengar temannya berbicara. Istri penelepon tersebut merasa kesakitan karena kanker payudara. Setelah menyelesaikan urusan pribadinya, Agus pun mendatangi rumah temannya itu.

Benar saja, perempuan berusia lebih dari 60 tahun tersebut menjerit-jerit kesakitan. ”Istrinya itu terlihat duduk sambil mendekap bantal. Lalu, suaminya memegangi istrinya dari belakang,” kata Agus. Setelah memberikan obat antinyeri dan antisesak, Agus membantunya dengan spiritual support. ’’Biar tenang, orang kalau panik akan tambah sakit,” ucapnya. Akhirnya perempuan itu bisa tertidur.

Beberapa hari kemudian, Agus mendengar kabar bahwa perempuan tersebut meninggal. ”Mulai saat itu saya merasa kalau ada orang sakit, jangan ditunda untuk ditolong atau dijenguk,” ucapnya. Dia merasa senang perempuan tersebut bisa meninggal dengan kondisi tidak terbebani.

Dia juga pernah mendapatkan pasien kanker tulang. Masih cukup muda. Empat belas tahun usianya. Setelah melakukan pendekatan, Agus mengetahui bahwa anak itu masih ingin bersekolah. ”Kami juga berusaha membuat dia bisa bersekolah. Kakinya memang diamputasi. Tapi, kami gantikan dengan kaki palsu sehingga dia bisa bersekolah lagi,’’ ucap laki-laki kelahiran Surabaya, 23 Februari 1963, itu.

Menurut Agus, setiap orang sakit tidak boleh merasa terbebani. Apalagi merasa bahwa penyakit yang dideritanya disebabkan dosa-dosanya yang banyak. ”Kalau tidak bisa membawa beban sendiri, ya ceritakan ke orang lain, sharing. Nanti yang cari solusi orang-orang di sekitar pasien,” tutur Agus. Dengan begitu, pasien hanya berfokus pada kesehatannya.

Ketika ditanya siapa yang membuat dia mau berkecimpung di dunia paliatif, Agus menyebutkan deretan nama senior-seniornya. Merekalah yang membuat Agus semangat terus melakukan pendekatan kepada pasien, mencoba memahami keinginan mereka, dan mengatakan kepada keluarga agar bisa mengabulkan keinginan tersebut.

Namun, jalan yang ditempuhnya itu tidak berarti tanpa halangan. Bombardir cercaan dan pertanyaan dari teman-temannya yang silih berganti datang sempat membuatnya risi. ”Saya sering dapat pertanyaan dari teman-teman, ’Kenapa orang yang mau mati kamu tolong?’,” kata Agus yang menirukan ucapan teman-temannya.

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Event Imlek di Mal Ciputra

RADARSEMARANG.COM - MENYAMBUT Imlek, Mal Ciputra Semarang menggelar event “Amazing China” di atrium lantai dasar, Selasa (13/2). Rangkaian acara dimeriahkan pertunjukan barongsay lantai dan...

Muntah Karena Maag

Assalamu’alaikum Yang terhormat bpk. KH. Ahmad Izzuddin. Mau tanya, saya kan mempunyai sakit maag, disaat saya puasa ini terkadang saya muntah tapi sedikit karena...

Koleksi Item Dekorasi Rumah Shabby Chic

Sebagai wanita karier dengan kesibukan yang tinggi, ternyata Lia tidak bisa melupakan dekorasi rumah. Wanita yang menjabat sebagai General Manager di @HOM Hotel Semarang...

Waspadai Kejahatan Saat Mudik

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Kapolres Kendal, AKBP Adiwijaya mengimbau agar warga melapor kepada Ketua RT atau aparat desa jika hendak meninggalkan rumah waktu lama termasuk...

Tak Ingin Malu di Kandang Lagi

RADARSEMARANG.COM - TIGA Kali kekalahan beruntun yang diderita tim PSIS Semarang dan akhirnya membawa mereka terperosok ke posisi juru kunci klasemen sementara Liga 1...

Pemuda Jungsemi Unjuk Sepak Takraw Masal

KENDAL—Puluhan pemuda dan pemudi serta anak-anak di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung melakukan unjuk kebolehan bermain sepak takraw secara masal. Olahraga yang mulai jarang diminati...