Agus Ali Fauzi, Ahli Paliatif RSUD dr Soetomo yang Juga Penceramah

  • Bagikan

Benar saja, perempuan berusia lebih dari 60 tahun tersebut menjerit-jerit kesakitan. ”Istrinya itu terlihat duduk sambil mendekap bantal. Lalu, suaminya memegangi istrinya dari belakang,” kata Agus. Setelah memberikan obat antinyeri dan antisesak, Agus membantunya dengan spiritual support. ’’Biar tenang, orang kalau panik akan tambah sakit,” ucapnya. Akhirnya perempuan itu bisa tertidur.

Beberapa hari kemudian, Agus mendengar kabar bahwa perempuan tersebut meninggal. ”Mulai saat itu saya merasa kalau ada orang sakit, jangan ditunda untuk ditolong atau dijenguk,” ucapnya. Dia merasa senang perempuan tersebut bisa meninggal dengan kondisi tidak terbebani.

Dia juga pernah mendapatkan pasien kanker tulang. Masih cukup muda. Empat belas tahun usianya. Setelah melakukan pendekatan, Agus mengetahui bahwa anak itu masih ingin bersekolah. ”Kami juga berusaha membuat dia bisa bersekolah. Kakinya memang diamputasi. Tapi, kami gantikan dengan kaki palsu sehingga dia bisa bersekolah lagi,’’ ucap laki-laki kelahiran Surabaya, 23 Februari 1963, itu.

Menurut Agus, setiap orang sakit tidak boleh merasa terbebani. Apalagi merasa bahwa penyakit yang dideritanya disebabkan dosa-dosanya yang banyak. ”Kalau tidak bisa membawa beban sendiri, ya ceritakan ke orang lain, sharing. Nanti yang cari solusi orang-orang di sekitar pasien,” tutur Agus. Dengan begitu, pasien hanya berfokus pada kesehatannya.

Ketika ditanya siapa yang membuat dia mau berkecimpung di dunia paliatif, Agus menyebutkan deretan nama senior-seniornya. Merekalah yang membuat Agus semangat terus melakukan pendekatan kepada pasien, mencoba memahami keinginan mereka, dan mengatakan kepada keluarga agar bisa mengabulkan keinginan tersebut.

Namun, jalan yang ditempuhnya itu tidak berarti tanpa halangan. Bombardir cercaan dan pertanyaan dari teman-temannya yang silih berganti datang sempat membuatnya risi. ”Saya sering dapat pertanyaan dari teman-teman, ’Kenapa orang yang mau mati kamu tolong?’,” kata Agus yang menirukan ucapan teman-temannya.

  • Bagikan