Dua Kabar Palsu Manfaatkan Gempa Banten

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

JawaPos.com – Seperti sudah menjadi tradisi, peristiwa bencana alam selalu diikuti kabar palsu. Tak terkecuali gempa berpotensi tsunami yang melanda Banten baru-baru ini. Katanya, gempa itu mengakibatkan gedung Bandung Electronic Center (BEC) runtuh.

Kabar tersebut disertai video kepanikan pengunjung BEC yang keluar gedung saat gempa terjadi. Ada juga rekaman sejumlah tembok retak dan foto dinding kaca miring. “Gedung BEC runtuh,” tulis akun Deon Hazard (fb.com/deon.hazard.52) sambil membagikan video itu.

Faktanya, hingga kemarin gedung BEC “baik-baik saja”. Sama sekali tidak ada bagian yang runtuh. Soal dinding yang tampak miring, BEC memang memiliki desain seperti itu di salah satu pintu masuk. Radar Cirebon (Jawa Pos Group) telah mengunggah foto desain bangunan unik tersebut untuk menegaskan bahwa kabar BEC runtuh adalah hoax. Anda dapat melihat foto bangunan itu di bit.ly/HoaxRuntuh.

Kabar palsu lainnya menyebutkan bahwa gempa di Banten mengakibatkan ketinggian air di Pelabuhan Tanjung Priok surut 15 meter. Kabar yang juga disertai video itu memperlihatkan kendaraan-kendaraan besar berebut keluar dari kawasan pelabuhan.

Hoax Gedung BEC runtuh (Radar Cirebon/Jawa Pos Group)

Faktanya, informasi itu palsu. Pelabuhan Tanjung Priok ada di Jakarta dan posisinya di utara pesisir Pulau Jawa. Begitu juga Pelabuhan Banten di Cilegon yang posisinya juga di bagian utara Pulau Jawa. Sementara itu, titik gempa berada di Samudra Hindia, sisi selatan Pulau Jawa. Jika terjadi tsunami, kecil kemungkinan dua pelabuhan itu terdampak.

General Manager Pelabuhan Banten Agus Hendriyanto memastikan bahwa narasi dalam video tersebut hoax. Dia menjelaskan, di Pelabuhan Banten memang ada proses evakuasi truk. ”Jadi, memang video itu benar. Itu proses evakuasi sesuai SOP. Sebenarnya relatif aman, cuma narasinya hoax,” jelasnya.

Saat ini pihaknya mencari perekam video yang menyatakan keadaan air laut surut hingga 15 meter. Jika benar penjaga pos pelabuhan yang merekam, Agus akan memprosesnya. ”Kalau itu penjaga pos, kami akan proses besok. Jadi, minta tolong ya, itu hoax,” paparnya. Anda dapat membaca berita news.detik.com itu di bit.ly/HoaxAirSurut.

FAKTA

Kabar yang menyebutkan bahwa gempa bumi di Banten mengakibatkan gedung BEC runtuh dan air laut di pelabuhan surut 15 meter adalah hoax.

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -